Sunday, 23 September 2018

, ,

Tentang DOI dan manfaatnya

DOI, kependekan dari Digital Object Identifier. DOI merupakan identitas unik pada dokumen digital. Mirip seperti DNA bagi manusia.

Dengan adanya DOI, maka akan mudah menemukan data lengkap sebuah dokumen: judul, penulis, penerbit, halaman, dan seterusnya. Atau, jika tak sengaja kita menemukan potongan kertas yang memuat abstrak sebuah tulisan, tanpa judul, namun ada DOI-nya, maka dapat dilacak identitas dokumen tersebut.

Atau bagi mahasiswa yang memerlukan artikel tertentu, untuk meminta bantuan pada pustakawan tidak perlu menuliskan judul lengkap + penulisnya. Cukup mengirimkan DOI dokumen yang dibutuhkan. Maka si pustakawan akan secara tepat mengetahui dokumen yang dibutuhkan.

Pelacakan DOI bisa dilakukan melalui laman DOI.org. Kita tinggal menuliskan nomor DOI-nya, maka DOI.org akan mengantarkan kita pada laman asli yang memuat dokumen tersebut. Bagaimana jika ingin mengaksesnya?



Akses tergantung apakah kita punya hak atau tidak. Jika dokumen tersebut berbayar, maka kita harus membayar untuk dapat memperolehnya.

Contoh DOI dari 10.1016/j.ccs.2018.05.002. Angka 10.1046 merupakan prefix yang menjadi identitas jurnal. Sementara itu kode setelah tanda "/" mengindikasikan kode untuk artikel. Jika DOI tersebut untuk artikel jurnal, biasanya memuat kode nama jurnal serta volume nomornya.

Untuk memudahkan penulisan, disediakan pemendek URL DOI, yang beralamat di http://shortdoi.org

Secara umum, DOI dibedakan menjadi dua. Berbayar dan gratis.

DOI berbayar
DOI versi ini dapat dibeli ke Crossref, dengan biaya per item DOI + biaya keanggotaan pertahun. Kode DOI dapat ditempel pada dokumen yang disimpan oleh masing-masing institusi yang membeli. Misalnya DOI untuk jurnal UGM, dapat ditempel pada laman web jurnal yang ada di server UGM.

Di Indonesia, pembelian DOI bisa melalui RJI (Relawan Jurnal Indonesia). Silakan lihat http://doi.relawanjurnal.id/?page_id=733

DOI hasil pembelian ini dapat ditempel via OJS, dataverse, maupun aplikasi lainnya.

DOI Gratis
Berbeda dengan versi pertama, pemilik dokumen/data tidak perlu membeli kode DOI. Penyedialah yang membeli kode prefik dari Crossref, dan menyediakan tiap kode dokumen pada yang membutuhkan. Ada beberapa layanan yang menyediakan DOI. Misalnya Zenodo, Mendeley data, InaRxiv, Figshare.

Untuk memperoleh DOI ini, kita harus menyimpan dokumen atau dataset yang kita miliki pada server yang telah disediakan. Umumnya sekali upload tidak dapat ditarik/hapus lagi.

Baca juga tulisan http://lukito.staff.ugm.ac.id/2014/03/08/memanfaatkan-doi-dalam-review-karya-ilmiah-dalam-penilaian-angka-kredit-di-dikti/








Share:

0 komentar:

Post a comment

Terimakasih, komentar akan kami moderasi