Monday, 27 June 2016

Beberapa catatan dalam penulisan identitas penulis pada tulisan ilmiah terkait pengindeksan di Scopus



Nama Fakultas tidak ada
Nama fakultas yang tidak tercantum, hanya nama departemen saja. Hal ini menyuliskan ketika dilakukan pencarian by fakultas.
Misal:
nama fakultas tidak ditemukan
nama fakultas tidak ditemukan


Nama departemen yang disingkat
nama jurusan disingkat

identitas di artikel asli
Scopus, sepertinya mengindeks dari dokumen atau metadata dokumen publikasi. Mana departemen yang beragam akan diambil oleh Scopus menjadi beragam pula. Ruang untuk menuliskan nama departement yang terbatas, sepertinya menjadi masalah sehingga harus disingkat.

Variasi Nama Departemen
Misalnya: Electrical Engineering and Information Technology Department,  Department of Electrical Engineering and Information Technology.

Variasi Nama Fakultas
Misalnya: Faculty of Engineering, Engineering Faculty

Thursday, 23 June 2016

Jeffrey Beall: figur "scholarly communication librarian" yang patut dicontoh

sumber https://scholarlyoa.com/about
Pada dunia komunikasi ilmiah saat ini, web https://scholarlyoa.com cukup populer. Web ini menuliskan berbagai jurnal open access yang dianggap abal-abal. Web ini, bahkan ditulis di web PAK Dikti. "Daftar publisher yang terdapat di dalam laman ini merupakan contoh publisher yang diragukan." demikian tulisan di web PAK DIKTI.

Weh, njuk siapa yang merekomendasikan web tersebut ditulis di PAK Dikti? 

Siapa admin web tersebut? Namanya Jeffrey Beall, seorang Pustakawan (academic librarian) Auraria Library, University of Colorado Denver, in Denver, Colorado.

Saya iseng mencari informasi dari Beall ini. Tentang Beal bisa di baca di https://scholarlyoa.com/about/.

http://people.auraria.edu/jeffrey-beall/ - https://twitter.com/jeffrey_beall

Beall pernah menempuh pendidikan perpustakaan pada program MSLS di University of North Carolina pada 1990. Menjadi pustakawan sejak 1990, dimulai sebagai cataloger, metadata librarian dan terakhir Scholarly Communication Librarian. Silakan lihat CV Beall di klik.


Bagaimana dengan karya ilmiahnya? Lihat beberapa gambar berikut.
 Jeffrey Beall di ScienceDirect (klik gambar untuk memperbesar)

Gambar di atas menunjukkan karya Beall di ScienceDirect. Ada 7 paper yang diterbitkan Elsevier. Dari 7 tersebut, satu openaccess dan sisanya tidak openaccess.

Jeffrey Beall di GoogleScholar (klik gambar untuk memperbesar)
Di GoogleScholar, Beall juga populer. Mengumpulkan angka 15 untuk h-index, dan 26 untuk i-10. Pada GS, Beall menuliskan profilenya sebagai Associate Profesor serta Scholarly Communications Librarian.
Jeffrey Beall di Scopus (klik gambar untuk memperbesar)
Di Scopus, sebuah databse index yang populer, Beal memiliki 40 dokumen dengan h-index 9, 272 sitasi di 244 dokumen. Tulisan yang terindeks Scopus yang paling banyak dikutip adalah Predatory publishers are corrupting open access yang diterbitkan di Nature tahun 2012. Tulisan ini dikutip 105 kali.

Tulisan tersebut, juga terdeteksi di GS dengan 201 kali dikutip.
Jeffrey Beall di MAS (klik gambar untuk memperbesar)

Keterangan diri di MAS cukup lengkap. Jeffrey Beall dituliskan dengan "Jeffrey Beall is a librarian and associate professor at Auraria Library at the University of Colorado, Denver. He is a critic of the open access publishing movement and is especially known for his blog, Scholarly Open Access, which monitors "predatory open access publishing", a term he coined. Beall has also written on this topic in The Charleston Advisor, in Nature, and in Learned Publishing"

Tulisan yang terindeks di MAS juga cukup banyak. Duapuluh enam tulisan, dengan tulusan berjudul "The Weaknesses of Full-Text Searching" yang paling banyak dikutip sebanyak 54 kali.

Selain pada berbagai pengindeks tersebut, karya Beall dapat pula di lihat di WordCat

Terlepas dari dinamika atau kritik pada pandangan Beall pada open access, menurut saya Beall adalah sosok Scholarly Communication Librarian yang pantas ditiru. Dia bekerja dengan karya, yang mampu menggugah dan diperhatikan oleh banyak orang. Ada spesialisasi yang dia miliki, dan ini menjadi ciri dia sebagai seorang pustakawan.

Bagaimana dengan kita?  


Pada laman Wikipedia tentang Beall, terdapat keterangan pandangannya tentang jurnal OpenAccess. 
Tentunya ada pro kontra terkait pandangannya ini. Silakan lihat di Wikipedia. Semoga ada waktu untuk meringkas laman tersebut menjadi postingan tersendiri.


Friday, 17 June 2016

,

Beberapa laman web dan buku yang membantu menulis ilmiah dalam Bahasa Inggris

Paraphrase Example

Ini adalah website jualan. Bagi para penulis yang mengalami kesulitan, web ini memberi 3 layanan: paraphrase, editing dan proofreading


Manchester Academic Phrasebank

Web ini menyediakan berbagai frasa yang bisa digunakan untuk membuat kalimat dalam bahasa Ingris. Selain itu, juga disediakan berbagai contoh yang tidak boleh digunakan untuk kepentingan tertentu. Cara penggunaan web ini adalah dengan memilih kebutuhan, klik, maka akan muncul contoh frasa yang dapat digunakan
  1. Describing Methods http://www.phrasebank.manchester.ac.uk/describing-methods/
  2. Reffering to sources http://www.phrasebank.manchester.ac.uk/referring-to-sources/
  3. Reporting Result http://www.phrasebank.manchester.ac.uk/reporting-results/

Textlint  

"ruled-based tool to check for common style errors in natural language"

 

Hemingway Editor 

Web ini dapat memberitahu tingkat kemudahan kalimat untuk dibaca, alternatif frasa, deteksi aktif/pasif. Notifikasi ada disebelah kanan.

 

Buku

 

Buku di atas berisi contoh frasa dalam Bahasa Inggris yang digunakan untuk menulis ilmiah, serta berbagai kesalahan yang biasanya terjadi.

Thursday, 16 June 2016

, , ,

Beberapa pengindeks jurnal: tinggi, menengah dan rendah

Seri: Scholarly communication librarian

Note: mohon saran/masukan jika ditemukan kesalahan atau kekurangan. 
Pengindeks yang saya tulis, hanya salah satu/dua contoh saja. Pastinya, ada lebih dari yang saya tuliskan.

Level tinggi

Teknis menjadi syarat, namun lebih menitik beratkan pada aspek substansi jurnal. Substansi tidak hanya pada diri jurnal itu sendiri, namun juga aspek pengaruhnya pada jurnal lainnya.
--------------------
SCOPUS
Scopus cukup populer di Indonesia. Bahkan, pemerintah mendorong para peneliti menulis publikasi dan terindeks di Scopus. Jika artikel terindeks di Scopus, hadiah menanti.
Weh, bisa jadi lahan lapangan kerja baru, ya?
Scopus mengindeks jurnal, yang didalamnya terdiri dari artikel. Artinya yang didaftarkan untuk diindeks oleh Scopus adalah jurnalnya. Tugas pengelola jurnal untuk mengelola jurnal dengan sebaik mungkin, agar ketika didaftarkan untuk diindeks Scopus, lolos.

Info di http://suggestor.step.scopus.com/suggestTitle/step1.cfm, bisa jadi info awal terkait syarat jurnal agar bisa diindeks Scopus. Pada URL tersebut ada pula syarat minimalnya.
Titles will only be considered for evaluation if they meet the following minimum criteria:

The title should publish peer reviewed content. 
    • The title should be published on a regular basis (i.e. have an ISSN that has been confirmed by the ISSN International Centre). To register an ISSN, please visit this page.
    • The title should have English language abstracts and article titles. 
    • The title should have references in Roman script.
      The title should have a publication ethics and publication malpractice statement.
    Tim SCOPUS memiliki Content Selection & Advisory Board (CSAB) yang akan menilai jurnal yang diajukan. CSAB akan menilai lima kategori berikut:
    Untuk lebih lengkap, silakan buka https://www.elsevier.com/solutions/scopus/content/content-policy-and-selection

      Level Menengah

      Level ini, selain teknis, ada juga aspek kualitas yang menjadi syarat sebuat jurnal (karya diindeks). Selain itu, ada tambahan fitur yang menjadi pembeda dalam menilai berbagai jurnal yang diindeks.
      ---------------
      DOAJ
      Kependekan dari Directory of Open Access Journal. Jurnal yang masuk dalam database DOAJ harus didaftarkan dulu via https://doaj.org/application/new. Isian pada lamaran tersebut tidak hanya terkait teknis jurnal yang dapat diakses secara online, namun juga terkait hal non teknis. Misalnya:
      1. How many research and review articles did the journal publish in the last calendar year?
      2. Does the journal have a waiver policy
      3. Does the journal have a policy of screening for plagiarism?
      4. What is the URL for the journal's Aims & Scope
      Isian dibagi menjadi basic, quality, lisensi, akses terbuka, copyright and permission. Artinya untuk masuk dalam DOAJ tidak hanya menyediakan jurnal secara online, kemudian didaftarkan untuk diindeks. DOAJ juga memiliki kontrol terhadap jurnal open access yang disebut "seal". Seal akan disematkan pada jurnal, sesuai dengan isian aplikasi. Seal ini meneguhkan sebuah jurnal memang benar benar open access.
      Lihat juga https://doaj.org/faq#contribute

      Level Rendah 

      Pada level ini,  semua jurnal (karya ilmiah) bisa diindeks dengan syarat teknis saja.
      -----------
      GoogleScholar
      GoogleScholar merupakan salah satu layanan yang dimiliki Google. GS mengindeks  jurnal, memungkinkan penulis membuat profil, menginformasikan aktifitas ilmiah penulis yang terindeks GS (h-index, i-10..).

      Bagaimana caranya agar jurnal terindeks GS? Berikut jawaban yang ada di FAQ GS.
      We would love to work with you. As noted in the policies, an abstract (at least) of each work must be available to non-subscribers who come from Google and Google Scholar. Please configure your website according to our technical inclusion guidelines, and then contact us to consider it for inclusion in Google Scholar.
      Untuk terindeks di GS, hanya dibutuhkan syarat teknis terkait wadah (web) yang mewadahi jurnal. Untuk mewadahi jurnal, GS secara terang-terangan memberi rekomendasi OJS yang dikembangkan oleh PKP.


      Microsoft Academic Search (MAS)
      "How do I make my publications discoverable on your site?
      To have your journal included in https://academic.microsoft.com/ first make sure that your publications are indexed by Bing. Use the Bing Webmaster Tools to ensure that Bing is properly indexing your site through the use of the robots and sitemaps protocols. Second, to improve the discoverability and inclusion of your content, be sure to follow the web standards for HTML meta tags for academic content." (https://microsoftacademic.uservoice.com/knowledgebase/articles/838965-microsoft-academic-faq)
      MAS merupakan layanan Microsoft. Kalimat di atas adalah FAQ terkait cara publikasi dapat dimuat di MAS. Syaratnya terindeks di Bing, dan meningkatkan standar meta tag HTML pada web.

      Note: kekurang artikel ini masih belum menampilkan alasan secara mendalam, mengapa tinggi? mengapa menengah? mengapa rendah? Alasan singkat yang saya tulis, dari hasil saya merenung. Sik ya

      Wednesday, 15 June 2016

      Tentang Penerbitan Ilmiah (dari acara ISIPII di FIB UI, 18 Februari 2016)

      seri: scholarly communication librarian

      Beberapa point ketika diskusi jurnal internasional di FIB UI, pada acara ISIPII. Pemantik diskusi Dr. Lukman (PDII LIPI). Sangat mungkin ada yang terlewat, atau saya keliru menangkap. Koreksi dari pembaca sangat diperlukan.
      1. Ada 4  jenis jurnal (lengkapi pula dengan informasi di sini):
        1. Jurnal nasional: jurnal yang mitra bebestarinya lokal
        2. Jurnal nasional terakreditasi: jurnal nasional yang terakreditasi oleh lembaga akreditasi nasional
        3. Jurnal internasional: jurnal yang memiliki mitra bebestari dari berbagai negara
        4. Jurnal internasional berreputasi : jurnal internasional yang terindeks di pengindeks terpercaya (SCOPUS dan TR)
      2. Akreditasi jurnal nasional yang sebelumnya ada di DIKTI dan LIPI disatukan dalam ARJUNA, http://arjuna.ristekdikti.go.id/  
      3. Akreditasi ARJUNA bulai 1 April 2016, dan berlaku untuk jurnal online. Versi cetak tak lagi berlaku 
      4. Ada 3 level pengindeks 
        1. rendah: misal Googlescholar, MAS
        2. menengah: misal DOAJ
        3. tinggi:  misal Scopus dan TR
      5. Online jurnal: jurnal yang isinya dionlinekan, sehingga bisa diakses oleh siapa saja
      6. E-Jurnal: jurnal yang prosesnya awal-akhir (submit, reviewing, .... sampai persetujuan terbit) menggunakan 1 sistem.  
      7. Penulis, editor dan reviewer sangat berpengaruh pada akreditasi jurnal
      8. Penilaian pada jurnal:
        1. Impact Factor
        2. SJR, SNIP
        3. h-index dan i-10
        4. publikasi dan prosesentasi naskah yang ditolak
        5. jumlah sitasi
        6. kualitas dewan redaksi (tulisan dewan redaksi ada di mana saja...)
        7. akreditasi jurnal
        8. indeksasi jurnal
      9. Akreditasi terbitan berkala: versi cetak hanya tambahan, template?, oplah diganti dengan statistik akses
      10. Google Scholar bisa memberi angka statistik untuk artikel (kutip..) dan penulis (h-index dll)
      11. Untuk akreditasi: 1 tahun 2 edisi, 1 edisi 5 artikel
      12. Template dan petunjuk penulisan (guide for author) penting
      13. Yang perlu ditambahkan pada artikel: running title dan history artikel (tanggal diterima, tanggal direview, tanggal diterbitkan) 
      14. Artikel inpress: artikel yang terbit secara online, namun belum ada nomor dan volumenya. Baca juga http://www.purwo.co/2015/10/in-press-corrected-proof-apa-artinya.html
      15. Artikel "bayar utang", yaitu artikel penelitian tahun 2015, namun diterbitkan untuk jurnal tahun 2014 (karena edisi 2014 belum terbit) --> HARAM
      16. Artikel dinilai dari scope yang ditulis diartikel, dibandingkan dengan focus and scope yang dideklarasikan pada jurnal
      17. Perbandingan naskah acuan primer dan lainnya --> berpengaruh pada penilaian artikel
      18. Empat unsur sitasi: siapa (penulis), kapan (diterbitkan), dimana (diterbitkan atau diperoleh), apa (judulnya)
      19. Konsistensi (focus dan scope) artikel satu dan lainnya, PENTING.
      20. Volume 1 dan lainnya dalam satu edisi: nomor halaman harus nyambung.
      21. Pada versi manual, dilengkapi dengan index (di akhir volume)
      22. Tugas editor:
        1. memeriksa focus and scope
        2. memeriksa gaya selingkung
        3. memastikan bebas plagiat
      23. Tugas reviewer: terkait substansi tulisan 
      24. Untuk jadi reviewer dan editor jurnal, harus ada CV dan pernyataan tertulis
      25. Standard Minimal masuk SCOPUS:
        1. peer reviewer
        2. english abstract
        3. regular publications
        4. reference in roman script
        5. publication ethics statement
        6. Bisa mendapat nilai +, jika:
          1. Jurnal policy > level peer reviewer, keragaman asal geografis dari editor dan author
          2. Jurnal standing > author dan editor yang artikelnya dikutip di artikel scopus 

      Tulisan berikut: singkatan/istilah dalam penerbitan ilmiah serta artinya 

      Monday, 13 June 2016

      , ,

      Mengelola data riset menggunakan Mendeley Data

      Seri: scholarly communication librarian.

      Saya menemukan istilah data riset secara tidak sengaja. Tepatnya ketika menulis buku tentang Mendeley. Ketika itu saya menuliskan calon judul buku tersebut  "manajemen data riset"... Eh, setelah dipikir kok tidak tepat. Waktu itu ketemu juga dengan Pak Alfa Narendra (mahasiswa S3 Teknik Sipil UGM), yang kemudian diskusi kami menjadikan judul buku saya menjadi Manajemen Dokumen..

      Nah, ketika ngulak-alik web perpustakaan di luar negeri terkait istilah manajemen data riset tersebut, ketemulah saya dengan DRM (data research management). Eh, ternyata telah banyak perpustakaan yang membantu pengelolaan data riset mahasiswanya.
      Pertanyaan saya, carane piye?

      Pff, ternyata berbayar bro.



      Okelah, takdir membawa saya ke Mendeley Data. Waktu itu masih Beta. Berikut ulasan (sangat) singkatnya.

      Ketika meneliti, peneliti dihadapkan pada berbagai data yang harus disimpan dan diolah. Data ini dapat berupa file spreadsheet, hasil wawancara atau sekedar dokumen pedoman wawancara. Data tersebut sebenarnya juga dapat digunakan oleh orang lain.  Nah, bagaimana agar data tetap tersimpan dan mudah ditemukan, serta citable oleh orang lain yang membutuhkan?

      Mendeley, selain membangun Reference Management Software, juga membuat portal pengelolaan data riset. Portal dapat dibuka di http://data.mendeley.com. Login? tentu saja, gunakan akun mendeley atau elsevier yang telah anda miliki. Buat baru jika belum punya.

      Put your research data online today

      Untuk akses menemukan kembali, data akan diberi atribut DOI. Keren, kan?

      Langkah penggunaan 
      Pertama adalah upload data dan file.
      Pata tahap ini, kita diminta mengisi metadata: judul, kontributor, file, kategori, deskripsi data, steps to reproduce dan related link serta upload file. Boleh lebih dari satu file, lho. Menariknya ada opsi lisensi open yang bisa dipilih. Artinya, file yang diunggah ya... yang boleh diakses orang lain. Jangan yang rahasiah...
      Eh, ada seting embargonya juga sehingga memudahkan kita jika akan melakukan kontrol waktu akses pada data.
      Pada panel kanan, bisa dilihat preview tampilan jika data tersebut dikutip.
      metadata, lengkap dengan DOI

      informasi versi, visibility dan terakhir disimpan

      lisensi yang tersedia
      Ketika diklik SHARE, maka akan muncul URL yang dapat dibagikan pada orang lain agar bisa mengakses data yang dimiliki. Share yang dilakukan sebelum publish akan expire jika telah dilakukan publish atau membuat versi baru. Coba lihat metadatanya, ada versioning yang menunjukkan versi terakhir dari data. Cakep, kan?


       Berikutnya, adalah publish. Selesai.

       


      Setelah dipublikasikan, DOI yang tersemat pada data akan memudahkan dalam pencarian. DOI ini terbaca di DOI.ORG. Namun sampai artikel ini ditulis saya masih gagal melakukan pencarian by DOI ini di Mendeley. Agaknya ini masalah teknis saja. Justru di Zotero, berhasil meski metadata pengarang tidak terbaca dengan sempurna (saya mencoba satu data). Di Zotero dibaca sebagai artikel jurnal.  Kode DOI memiliki akhiran angka, yang menunjukkan versi data. Misal 10.17632/9x4vd92rcj.1 untuk versi pertama, dan 10.17632/9x4vd92rcj.2 untuk versi kedua.

      Data riset ini, jika dikutip, ditulis dengan format apa ya?

      Dokumen yang memiliki dua versi, juga bisa dibandingkan
      perbandingan data. klik untuk memperbesar tampilan



      Tulisan terkait:
      Data management plan (before, during and after research) (klik)
      Data management course Dari Univ Minesota https://sites.google.com/a/umn.edu/data-management-workshop-series/module2



      Wednesday, 8 June 2016

      Tuesday, 7 June 2016

      ,

      Self Plagiarism

      Secara umum, plagiat diartikan sebagai "mengambil ide/tulisan.... dari orang lain". Namun demikian, ada istilah self plagiarism (plagiat pada diri sendiri).

      Roig mendefinisikan SP dengan kalimat "when authors reuse their own previously written work or data in a ‘new’ written product without letting the reader know that this material has appeared elsewhere" (klik dan klik). Hexam, sebagaimana dikutip Roig menekankan bahwa inti dari SP adalah usaha penulis untuk menipu pembaca. 

      Mengapa demikian? Pada kondisi normal, seorang penulis selalu diminta untuk menghasilkan hal baru pada tiap tulisan ilmiah yang ditulisnya. Maka, jika ada (minimal) dua tulisan ilmiah dari seorang penulis yang memiliki isi yang sama, itu diluar keumuman. Jika ada kalimat yang ditulis pada sebuah artikel, namun kalimat tersebut telah dituliskan pada tulisan lain, maka tetap harus diberikan sumber. Dengan demikian, pembaca tetap mendapat kesempatan untuk menelisik jejak pemikiran penulis terkait sebuah topik.

      Pada white paper iThenticate, disarikan 3 jenis SP menurut Roig.
      • Republishing the same paper that is published elsewhere without notifying the reader nor publisher of the journal 
      • Publishing a significant study as smaller studies to increase the number of publications rather than publishing one large study 
      • Reusing portions of a previously written (published or unpublished text) 


      Bacaan:

      Monday, 6 June 2016

      ,

      Daftar pustaka buku karya editor dengan gaya Harvard

      Daftar pustaka model harvard, untuk jenis buku editor ternyata memiliki 2 versi. Buku dengan editor, tanpa diketahui nama penulis pada masing-masing tulisan, dan buku dengan editor serta diketahui masing-masing penulis kontribusi serta tulisannya.


      If you are referencing a book with an editor rather than an author, this should be indicated in the reference.
      Family name, INITIAL(S) (of editor). ed. Year. Title. Edition (only if not first edition). Place of publication: Publisher.
      Crandell, K.A. ed. 1999. The evolution of HIV. Baltimore: Johns Hopkins Press.
      Wexler, P., van der Kolk, J., Mohapatra, A. and Agarwal, R. eds. 2012. Chemicals, environment, health: a global management perspective. Boca Raton, FL: CRC.
      For an edited book with chapters written by different authors, see Book chapter (in an edited book). (https://library.leeds.ac.uk/skills-referencing-harvard#activate-editor_s)


      If you are referencing a book with chapters written by different authors, you need to give details of the chapter, and the book in which you read it.
      Family name, INITIAL(S). Year. Chapter title. In: Family name, INITIAL(S) (of editor). ed(s). Title of book. Place of publication: Publisher, page numbers.
      Coffin, J.M. 1999. Molecular biology of HIV. In: Crandell, K.A. ed. The evolution of HIV. Baltimore: Johns Hopkins Press, pp.3-40. (https://library.leeds.ac.uk/skills-referencing-harvard#activate-book_chapter_in_an_edited_book)

      Informasi lain, juga dapat dilihat dari https://ilrb.cf.ac.uk/citingreferences/tutorial/theexamples3.html
      http://www2.le.ac.uk/offices/ld/resources/writing/harvard/content/2.6-chapter-in-an-edited-book


      Meningkatkan h-index


      Menarik artikel di https://libraryconnect.elsevier.com/articles/talking-your-researchers-about-h-index. Saya coba tampilkan beberapa point, tips meningkatkan h-indeks.

      • Publish a review article. These articles receive more citations than other papers (in general). Caveat: Some data sources may not include review articles as a document type in the h-index calculation.
      • Don’t be too modest: sometimes you can self-cite. Even if the researcher’s self-citation has been stripped out of a calculation, it might lead to other citations that are counted.
      • List documents out in order of the number of citations they have received. Is there one document that lacks only a few citations that could boost the score? Has the citation-tracking source missed any citations for that paper?
      • Ensure author profiles are consolidated and accurate in databases such as Scopus, Web of Science and Google Scholar. Are all of your researcher’s papers attributed to him/her? Having multiple profiles in one data source will likely reduce your h-index.
      • Register for an ORCID iD and link it to the other profiles to maintain a global view in one place.