Monday, 29 December 2014

,

SLiMS dan perkembangan pustakawan Indonesia

Keputusan pegiat SliMS Jogja untuk membuat komunitas SLiMS secara resmi pada 2010 (http://jogjalib.blogspot.com/p/sejarah.html) merupakan salah satu tonggak sejarah perkomunitasan SLiMS di Indonesia.

Komunitas SLiMS ini akhirnya menyebar ke berbagai daerah di Indonesia. Tidak bisa dipungkiri, memang banyak dinamika (baca: http://mustoko.blogspot.com/2012/12/komunitas-slims-indonesia-bagaimana.html) yang ada dalam komunitas SLiMS di Indonesia ini. Termasuk pasang surut, bongkar pasang, kegalauan, disorientasi dan lainnya.

Apa tujuan komunitas ini? ngumpul-ngumpul? seneng-seneng?
Ya, awal mula komunitas ini adalah ngumpul-ngumpul untuk belajar. Sesederhana itu, dan sebelumnya juga telah banyak komunitas seperti itu. Termasuk komunitas pustakawan atau pengelola perpustakaan.

Namun, pertunjukan tetap harus berjalan.
Munculnya komunitas serupa di tempat lain menjadi fenomena menarik. Lalu apa hasilnya?

Ya, setelah 4 tahun dunia perkomunitasan SLiMS ikut meramaikan dunia perpustakaan, sekarang kita dapat melihat beberapa efek yang ditimbulkannya. Karena komunitas ini konsen utamanya dalam bidang teknologi maka efek terkait teknologi juga paling kental disebabkan komunitas ini.  
  1. Perkembangan keterampilan pustakawan, merupakan efek pertama dari SLiMS dan Komunitasnya. Keterampilan teknologi informasi adalah keterampilan yang paling terlihat berkembang pada komunitas dan pustakawan. Selain kemampuan IT, berkembang pula kemampuan berjejaring pada  pada komunitas lain, kemampuan presentasi (menyampaikan ide) yang diasah pada saat pertemuan komunitas atau belajar bersama atau kepada atasan, kemampuan bernegosiasi kepada atasan untuk tawar-menawar pengembangan IT perpustakaan. Berbagai perkembangan keterampilan ini dapat diintip di goslims.net dan berbagai blog komunitas.
  2. Pandangan profesi lain terhadap pustakawan dan perpustakaan. Efek ini merupakan efek turunan dari efek pertama. Profesi lain muncul dari atasan, teman sejawat atau dari luar. Sementara itu pandangan terhadap perpustakaan dapat kita lihat dari munculnya pegiat SLiMS dari non-pustakawan (non pengelola perpustakaan). Mereka ikut serta menyumbang ide dan pengembangan teknologi dalam pengembangan perpustakaan dengan bekerjasama dengan pengelola perpustakaannya
  3. Perkembangan perpustakaan. Efek dari dua efek sebelumnya adalah perkembangan perpustakaan. Ini merupakan efek utama yang diharapkan muncul dari perkembangan SLiMS dan komunitasnya.
  4. Posisi tawar pegiat meningkat, dan menjadi perantara rejeki pegiat komunitas. Ini merupakan efek ikutan yang mengikuti efek-efek sebelumnya. Bentuknya bisa bermacam-macam, langsung ataupun tidak langsung, banyak atau sedikit.
Efek di atas tentunya tidak secara tunggal disebabkan oleh komunitas SLiMS saja, namun juga diwarnai oleh berbagai hal lain. Pendidikan perpustakaan, kebijakan, motivasi dari diri pribadi juga turut mewarnai. Selain itu juga dimungkinkan ada efek lain yang belum saya tuliskan.

Nah, sekarang coba direnungkan: "Efek mana yang telah anda rasakan"

Thursday, 11 December 2014

Melokalkan Mendeley

Mendeley memiliki format dasar penulisan daftar pustaka dan kutikan dengan standar bahasa Inggris. Misal istilah "and", "available at", "pp." dan lainnya.

Jika kita ingin mengubahkan dalam bahasa Indonesia, maka kita harus menyalin data lokal en-US dalam bahasa Indonesia.

  1. Silakan buka loadlocale.js yang ada di /opt/mendeleydesktop/share/mendeleydesktop/citeproc-js/src/ (selain Linux silakan menyesuaikan)
  2. Buka file loadlocale.js tersebut. Anda akan menemukan  kode yang diawali dengan en-US. Copi baris tersebut, paste di bawahnya. Ubah en-US hasil copian menjadi is-ID.
  3. Berikutnya, ubah istilah dalam baris id-ID, sesuaikan dengan kaidah dalam bahasa Indonesia. Misalnya et. al. menjadi dkk. serta yang lainnya.
  4. Setelah itu simpan kembali file tersebut.
  5. Untuk dapat menggunakan, silakan buka file CiteprocReact.js (silakan cari sendiri letaknya. Edit dan temukan return locale, ubah nilainya menjadi id-ID.
  6. Uninstall Wordplugin melalui Mendeley Desktop, lalu install lagi (Install ulang).
  7. Coba gunakan
hasil penggunaan id-ID

Wednesday, 10 December 2014

Tentang Mysql yang error

Jika mengalami error mysql tidak bisa jalan (dalam error log) seperti ini:

InnoDB: Error: could not open single-table tablespace file .\mysql\innodb_index_stats.ibd
InnoDB: We do not continue the crash recovery, because the table may become
InnoDB: corrupt if we cannot apply the log records in the InnoDB log to it.
InnoDB: To fix the problem and start mysqld:
InnoDB: 1) If there is a permission problem in the file and mysqld cannot
InnoDB: open the file, you should modify the permissions.
InnoDB: 2) If the table is not needed, or you can restore it from a backup,
InnoDB: then you can remove the .ibd file, and InnoDB will do a normal
InnoDB: crash recovery and ignore that table.
InnoDB: 3) If the file system or the disk is broken, and you cannot remove
InnoDB: the .ibd file, you can set innodb_force_recovery > 0 in my.cnf
InnoDB: and force InnoDB to continue crash recovery here.

Maka, pada file my.ini, bagian [mysqld] tambahkan baris:
innodb_force_recovery = 1  

Wednesday, 26 November 2014

Terimakasih kami (SDC) untuk Komunitas SLiMS Indonesia

Jogja merupakan kota perjuangan yang juga pernah menjadi ibukota Negara Indonesia. Di Jogjalah SCM #1 digelar Desember 2012.

Bogor, atau Buitenzorg yang berarti kota yang nyaman tenteram. Di kota inilah pada Desember 2013 digelar SCM #2.

Berikutnya di Semarang, sebuah kota yang sejarahnya sudah dimulai sejak abad ke 6 yang saat ini menjadi bagian dari Mataram Kuno. Kemudian di"kota"kan oleh Sultan Hadiwijoyo pada 12 Mulud 1465 (2 Mei 1547). Di kota ini SCM #3 digelar pada November 2014.

Saya melihat, dengan peserta yang luar biasa banyak, dan acara yang padat SCM #3 merupakan pesta intelektual pada pegiat SLiMS Indonesia. Sejak hari pertama yang diisi berbagai presentasi ilmiah dan produk komunitas SLiMS Indonesia menjadi suntikan semangat yang tak berbanding.

Terimakasih yang sebesar-besarnya saya sampaikan pada panitia, segenap pendukung, sponsor (3M, Dunia Perpustakaan Grup (http://cv.duniaperpustakaan.com/) dll) dan semua peserta dan presenter SCM #3.
suasana Commeet2014
 Saya menyadari, bagaimana perjuangan panitia lokal yang sejak ditunjuk menjadi penyelenggara telah mulai bergerak. Saya juga sadar bagaimana "galau"nya teman-teman panitia menjelang hari H. Berbagai perjuangan telah dilalui, masalah teknis, peserta dan juga masalah roso yang tak terkatakan. Tak apa, pada saatnya SCM digelar, semua terbayar dengan riuhnya SCM #3 ini.


Pak Wondo yang mengkoordinir, mas Bambang, mas Munir, Mas Erizt, Pak Hartoyo, Mas Yudi, Mas Abdul Rochman, Mas Adin, Deka sang Admin web, Bu Yuven, Bu Endang, Mas Imron, mas Miswan, mas Pramukti dan segenap panitia. Mahasiswa IP UNDIP, terimakasih telah berkenan menjadikan perhelatan ini sebagai sarana berinteraksi dan mencari pengalaman. Semoga menjadi sarana mematangkan diri. Terimakasih semuanya... Kekurangan itu pasti ada, tapi dari kekurangan itu kita bisa belajar..

Komunitas SLiMS dari segenap penjuru Indonesia: Pak Taufiq and the backbone dari Atjeh, pak Suyoto dan segenap pegiat SLiMS Lampung, mas Doni dari Padang, pak Azwar dari Makasar, Pegiat SLiMS Jakarta (mas Danang dkk), SLiMS Sukabumi, SLiMS Bandung (Mas Akang Hary). SLiMS Malang, SLiMS Madiun, SLiMS Bali, SLiMS Magelang, SLiMS Jogja dan semuanya yang tak bisa saya sebutkan satu persatu.

Tak lupa  kepada para pengisi acara + Moderator.
Ibu Prof. Sri Rejeki atas paparannya yang meski sudah sepuh namun masih penuh tenaga. Kami bangga ibu berkenan menjadi bagian dari komunitas ini. Pak Taufiq Abdul Gani, terimakasih atas paparan ide brillian dan gila dari pengembangan SLiMS di UNSYIAH yang sudah melampaui batas-batas keumuman. Semoga ide yang masih ada dalam daftar segera dapat diwujudkan. SLiMS Atjeh membuat kami semakin yakin bahwa dikotomi kompetensi luar Jawa dan Jawa sudah tak relevan lagi. Terimakasih untuk pak Ferry 3M, sungguh paparan yang memperkaya kami tentang RFID.

Terimakasih pula untuk mas Hamim dengan SliMS Desktopnya, mas Heru dengan SMS Gatewaynya. Gemuruh tepuk tangan bangga kami semua untuk kreatifitasnya.

Terimakasih pula pada mas Rotmianto si pencipta e-DDC, mas Ido dan mas Danang dengan ide Vocabulary Controlnya yang tetap berpatokan dengan ilmu perpustakaan.  Terimakasih mas Zae Mahrus, kami semakin yakin bahwa pelosok itu bukan hambatan. Mantap Jaya mas.. Empat jempol untuk semuanya. Mas Ahmad Hidayah, terimakasih atas pembukaan wawasan MEAnya.


SCM #3 ini kita bisa berpesta intelektual tentang SLiMS dan dunia kepustakawanan kita. Kita bisa berbagi berbagai ide, minta tolong dan memberi pertolongan pada orang lain serta berbagai hal lainnya.

Kehangatan yang tercipta dalam SCM #3 ini sungguh-sungguh menyenangkan. Kita berhasil mendapatkan kebersamaan, satu esprit de corps. Berbagai catatan dari masing-masing individu tentunya dapat menjadi penyempurna kegiatan berikutnya. Semuanya, jangan segan untuk memberi kritik dan saran. Usulan konsep, kritik membangun untuk memperbaiki kegiatan tahunan ini silakan sampaikan via commeet@slims.web.id

Saya ucapkan terimakasih untuk semuanya, semoga di SCM #4 kita bisa bertemu lagi.

Hormat saya untuk semua
Purwoko (2nd Lead Dev 9 Mei 2013 s.d. 22 Nov 2014)








Monday, 24 November 2014

Wardiyono: New Lad Dev SLiMS (22-nov 2014 16.20)

foto by Nur Listiyani
Commeet2014 ini di tandai dengan pergantian Lead Dev SLiMS.Setelah Lead Dev pertama (pak Hendro Wicaksono), lalu saya, maka yang ketiga mulai 22 nov 2014 pukul 16.20 resmi mas Wardiyono menjadi New Lead Dev SLiMS.

Pengumuman dilaksanakan pada Commeet2014 hari #1 di sore hari, setelah itu disambung dengan testimoni dari rekan-rekan SDC.
Berbagai testimoni muncul dari rekan-rekan SDC. Mas Yono ini visioner, manajer yang handal dan taat asas ilmu perpustakaan.
Pada kesempatan inipula ditegaskan bahwa SLiMS tetap akan opensource.

Sunday, 23 November 2014

, ,

SLiMS Commeet2014 hari #1

Arie dan Hendro
SLiMSCommeet 2014 hari pertama di Semarang berlangsung sukses. Saya merasakan atmosfir intelektual yang luar biasa. Presentasi yang dipaparkan bisa membawa kita masuk dalam ruang kreatifitas tanpa batas, di sisi lain ada juga presentasi yang membawa kita pada ranah konsep yang memperkaya pengetahuan kita.
Pertama tentang interoperabilitas yang merupakan makhluk tua tapi cukup pelik mewujudkannya. Presentasi ini dipaparkan mas Bro Arie Nugraha dan Hendro Wicaksono. Disambung dengan presentasi dari Prof.Sri Rejeki tentang aspek hukum hak cipta. Presentasi Prof. Sri membawa kita pada suasana kuliah atau semacam orasi budaya.
pak Ferry 3M
Pak Taufiq UNSYIAH
Berikutnya disambung dengan presentasi siang tentang SLiMS dan RFID oleh Wardiyono, dilanjutkan presentasi dari 3M tentang RFID yang dimilikinya. Implementasi SLiMS dan RFID di Unsyiah dipaparkan oleh Dr. Taufiq Abdul Gani. Banyak ide "gila" yang dijalankan Pak Taufiq ini di perpustakaan UNSYIAH. Kemampuan teknologi yang dimiliki sekaligus pengalaman pernah mengembangkan UILIS yang menjadi sistem otomasi di UNSYIAH digunakan untuk mengembangkan SLiMS. Di Unsyiah ini slims digunakan untuk sistem otomasi, ETD yang terintegrasi dengan SIA (Akademik), pengembangan SLiMS yang mempergunakan Google sebagai mesin pencarian, integrasi dengan RFID. Ada beberapa ide yang masih ada dalam daftar pengembangan di UNSYIAH ini.


mas Bro Arie presentasi RDA
 Arie Nugraha kembali tampil. Kali ini menyampaikan RDA di SLiMS. Makhluk RDA yang bagi sebagian orang masih baru mampu dipresentasikannya dengan gamblang. Mendengar presentasi RDA oleh mas Bro Arie ini, ruangan Commeet seolah kedatangan dosen tamu dari JIP UI yang menyampaikan kuliah umum di Semarang.
Mas Hamim dan Mas Heru
 Presentasi berikutnya adalah prsentasi SLiMS Desktop dan SMS Gateway keduanya berurutan disampaikan oleh Muh Hamim dari STAIN Kediri dan HEru Subekti dari Trenggalek.
SLiMS Desktop merupakan aplikasi yang mengolah databse SLiMS untuk proses sirkulasi yang dapat dilakukan mandiri oleh pemustaka dan pencetakan kartu anggota. Tepuk tangan meriah menandai presentasi ini. Berikutnya yang juga mendapat tepuk tangan meriah adalah presentasi dari Heru Subekti. Dengan gaya presentasinya yang khas namun jelas mas Heru menunjukkan cara kerja inovasi yang dibuatnya. Saat SMS gateway berjalan mulus, tepuk tanganpun pecah di ruangan commeet2014 ini.

Friday, 14 November 2014

, , ,

CrossMark®, apa fungsinya?

Ketika membuka sebuah dokumen digital, pernahkah anda menemukan logo seperti di samping?
Ya, crossmark, masih saudaraan dengan CrossRef :).
Ketika saya lihat di webnya (http://www.crossref.org/crossmark/). CrossMark (CM) berguna untuk melihat riwayat sebuah dokumen. Dokumen (artikel jurnal misalnya) memiliki kemungkinan revisi karena salah ketik, koreksi dan lainnya.
Nah, pembaca artikel perlu mendapatkan kepastian bahwa apa yang dia peroleh saat itu adalah yang paling baru. Nah, crossmark ini membantu dalam melacak kebaruan sebuah dokumen. Caranya bagaimana? cukup klik saja logo crossmark pada dokumen digital yang dibuka baik dalam bentuk html atau .pdf. Maka akan muncul salah satu dari dua kemungkinan seperti dibawah ini:
Menandakan artikel ditarik oleh penerbit, dengan berbagai alasan

Menandakan ada update dari artikel, misalnya penambahan pengarang atau perbaikan tulisan

Menandakan artikel/dokumen update


Bagi para pustakawan, CM dapat membantu dalam memberikan informasi yang paling baru kepada pemustaka.
Untuk mengetahui lebih lanjut tentang CM, silakan lihat video di bawah ini.


Beberapa contoh artikel yang berisi CrossMark:
                                                               i.      http://psychoceramics.labs.crossref.org/10.5555-12345678.html (ugm.id/46)
                                                             ii.      http://psychoceramics.labs.crossref.org/10.5555-12345679.html (ugm.id/47)
                                                            iii.      http://scripts.iucr.org/cgi-bin/paper?S0907444906030915 (ugm.id/48)

Thursday, 13 November 2014

Mendeley Pros vs Zotero Pros

Dari diskusi di Grup Mendeley Advisor, saya mendapatkan kiriman komentar dari Wajdi Karim seperti pada gambar di bawah ini:
Mendeley Pros vs Zotero Pros
Zotero dan Mendeley merupakan dua aplikasi manajemen data riset yang cukup populer. Pertanyaannya adalah: mana yang harus digunakan?
Melihat postingan di atas ternyata keduanya memiliki kelebihan masing-masing selain fitur utama.
Dibanding Zotero, Mendeley bagus dalam pengelolaan dokumen .pdf, interface yang menarik, memiliki ruang simpan bebas biaya 2 GB, banyak resources yang bisa diakses, memudahkan berbagi dokumen serta ada fitur dan adanya fitur penyingkatan nama jurnal. 
Sementara Zotero memiliki kelebihan dibanding Mendeley pada: pengelolaan laman web, pemotretan laman web dan lebih baik dalam pengelolaan file non .pdf. Selain itu juga mampu mengambil metadata dari buku melalui ISBN.

Lalu pilih mana?
Gunakan keduanya, dan jalankan fitur Zotero integration pada Mendeley. Gunakan Mendeley untuk pengelolaan sitasi dan daftar pustaka. Selesai.

Wednesday, 12 November 2014

Bocoran-bocoran Fitur RFID SLiMS

Peminjaman mandiri
Hardware
Tampilan di samping merupakan tampilan layar proses transaksi peminjaman menggunakan RFID yang terintegrasi dengan SLiMS. Gambar di bawahnya adalah hardware yang digunakan untuk memasang RFID yang terhubung dengan SLiMS.

Citation Style Language (CSL)

CSL merupakan bahasa gaya sitasi yang digunakan oleh berbagai software manajemen sitasi. Mulai dari Zotero, Mendeley, EndNote, ReadCube dan lainnya. Informasi lengkap ada di klik

CLS tersedia bebas, dan dapat diedit sesuai kebutuhan, tentunya dengan membutuhkan kemampuan bahasa programnya. CSL menggunakan bahasa xml. CSL mengklaim telah mengelola 7000 gaya sitasi. Gaya sitasi tersebut dapat diakses source codenya di https://github.com/citation-style-language/styles dengan lisensi BY-SA (http://creativecommons.org/licenses/by-sa/3.0/)

CSL dapat diedit dengan berbagai editot:
Finally, CSL styles can also be edited in any text or XML editor, such as TextWrangler (OS X), Notepad++ (Windows),  jEdit (cross-platform), GNU Emacs (cross-platform; with XML support through nXML mode), or <oXygen/> XML Editor (cross-platform; commercial).
Menarik bukan?
Bagi anda yang menginginkan style tertentu, andapun dapat membuat sendiri atau pesan agar dibuatkan. Tentunya anda harus membayar untuk jasa ini. Berapa biayanya? berkisar antara $100-300.


Mendeley Private Group: apa fungsinya?

Mendeley memberikan fitur grup. Ada 3 jenis grup: private, close dan open.
Private merupakan grup rahasia tingkat tinggi, default hanya maksimal beranggotakan 3 orang. Bagi mendeley advisor, bisa 10 orang per grup.

Nah, apa fitur dalam Mendeley Grup ini?
Selain mengunggah file dan berdiskusi dalam grup, khusus mendeley Private Grup memungkinkan anggota untuk mengolah sebuah dokumen secara bersama-sama.
Misalnya: ada dokumen .pdf (artikel) yang diminta oleh dosen untuk direview berkelompok. Maka dalam dokumen tersebut dapat dilakukan diskusi dalam bentuk catatan secara bersama. Catatan serta highligh dapat diidentifikasi berdasar siapa yang melakukannnya. (lihat gambar)
Hihglight pada dokumen yang berbeda warnanya

Note, yang disertai identitas penulis notenya
Diskusi dalam grup
Bagi teman-teman yang terbiasa mengerjakan tugas berkelompok, dapat menggunakan fitur Mendeley private grup ini sebagai sarana mempercepat dan mendokumentasikan diskusi.

Monggo di remet-remet agar mudah ditelan..

Monday, 10 November 2014

, ,

Mendeley Update: Mendeley Desktop 1.12.3

Mendeley Update Note
This release improves the performance of the Word plugins, especially when adding new citations or adjusting citations in large documents. It also adds support for importing articles in MEDLINE format, for easier bulk import from PubMed.

Please note that Mac Word 2008 is no longer supported as of this release. The new Word plugin offers improved performance and stability but requires Word 2011 on Mac. For Windows users, Word 2007 and later is supported, including Office 365.

Improvements
  1. Inserting or updating a single citation in a document with many citations is much faster in many cases.
  2. Refreshing citations in large Word documents is now much faster. Word now also reports the progress of the refresh in the status bar.
  3. The citation style for new Word and LibreOffice documents now defaults to the currently selected citation style in Mendeley Desktop.
  4. Added an option in General Preferences to choose whether documents are automatically marked as read when opened.
  5. Added support for importing articles in MEDLINE format, to enable better bulk importing from PubMed.
Bugs Fixed
  1. Fixed an issue that could result in citations being lost when refreshing multiple Word documents simultaneously.
  2. (Mac Word) Fixed an error when inserting a citation in a table with text wrapping enabled.
  3. Fixed an issue where note annotations were not exported correctly as standard PDF annotations when using File → Export PDF with Annotations...
  4. Known causes of crashes while inserting citations have been fixed, and error handling has been added so that any unexpected error should display an error message instead of crashing Mendeley Desktop.
  5. The "Plugin Installed" dialog was displayed on OS X after updating Mendeley Desktop. This dialog is now only displayed after the user manually initiates an install or update.
  6. Styles with no bibliography (e.g. Bluebook Law Review) now use the in-line citation instead in "View as Citations" mode.
Supported Platforms

The supported versions of Microsoft Word, Mac OS X and Linux changed in Mendeley Desktop 1.12.
  1. The Microsoft Word plugin for Windows requires Word 2007 or later. Office 365 is supported.
  2. The Microsoft Word plugin for Mac requires Word 2011.
  3. Mendeley Desktop for Mac requires OS X 10.6 or newer and a 64bit Mac (this includes all systems built in late-2006 or later).
  4. Mendeley Desktop for Linux requires Ubuntu 12.04 or an equivalently new flavor of Debian, Red Hat etc.
Feedback and Support
  1. If you have suggestions for improvements please let us know by visiting the feedback forum.
  2. If you encounter any problems using Mendeley or have questions to ask please contact our support team.
  3. For news and updates about Mendeley see our blog.

Wednesday, 5 November 2014

, ,

NgeMendeley dan NgeZotero bersama calon Doktor.


bersama para calon doktor.
  foto oleh Nugroho DC (nugrohodc@ugm.ac.id)
Beruntung saya mendapatkan kesempatan untuk mengampu manajemen data riset di FTP UGM. Kali ini saya juga menyampaikan tentang Zotero dan Mendeley.
Pesertanya sebagian besar mahasiswa S3, dan sepuh-sepuh :) Tapi semangatnya mantap gan..

Gak yahu ya, kok saya hapal dengan yang namanya bu Tatik. Jadi ingat sama ibu saya yang sudah tiada :(


Okelah, jadi pesertanya banyak. Kayake 40an lebih dan saya dapat waktu 1 jam. Nah, singkat cerita, dengan jurus ceramah dan sedikit gaya akhirnya mereka mau lanjut lebih dari satu jam. Kan biasanya orang diceramahi itu bosan, ini malah minta nambah.
Okelah...
Mengenalkan Zotero dan Mendeley,  bagi yang belum tahu sama sekali keampuhannya, akan terkesima pada sesi generate daftar pustaka dan input file digital. Selain itu juga insert data via DOI, ISBN dan PMID. Kali ini hanya dua senjata ampuh yang saya mainkan, yaitu generate daf-pus dan insert file .pdf ke aplikasi. Ternyata sudah membuat mereka penasaran.
Saya melihat, sepertinya memang banyak mahasiswa yang masih tradisional dalam mengelola data risetnya. Bayangkan, ketika saya tanya mereka kebanyakan merename  nama file yang diunduh mengganti dengan nama/judul artikel. Ini dilakukan untuk mempermudah pencarian.
"Lah, kalau punya 500 artikel... mosok kuliah habis waktu buat merename file. Bacanya kapan....". Tak disangka, saya bilang begitu pecahlah tawa mereka. Ternyata saya bakat standup comedi hehe.

Acara selesai pukul 11.45 yang dimulai dari pukul 10.00, saya bagikan merchandise Mendeley, saya dapat nasi kotak lalu saya pulang. Eh, ada lagi ding... ternyata banyak ibu-ibu yang minta nomor HP saya.. buat janjian katanya. "Maaf ya bu, saya sudah menikah, jangan jodohkan dengan anak ibu".. wekkk.

Monday, 3 November 2014

,

Ingin mengelola jurnal dengan OJS namun tak punya hosting?

Orang berbagi itu memang tak ada buruknya. Portalgaruda yang digawangi oleh komunitas dengan dukungan IAES ini menyediakan hosting untuk OJS sebagai pengelola jurnal. Jadi jika anda memiliki jurnal, ingin dibuat online agar jangkauan pembacanya luas, tetap taat asas metadata, maka anda bisa memanfaatkan tawaran PG.

Url informasi ada di http://portalgaruda.org/journals/index.php/index. Tertulis "Situs ini melayani sistem online jurnal-jurnal di Indonesia secara gratis. Kepada Bapak/Ibu yang mengelola jurnal dan ingin meng-online-kan pada PORTALGARUDA.ORG silakan ajukan permohonan ke email: portalgaruda@gmail.com"

Alamat jurnal tentunya akan mengikuti nama url portalgaruda, misalnya Bulletin of Electrical Engineerings and Informatics akan memiliki url http://portalgaruda.org/journals/index.php/EEI. Sebenarnya dapat diakali dengan membeli url sesuai institusi dan diredirect ke alamat yang ada di PG, namun memang tak akan secantik jika memiliki url sendiri, baru kemudian didaftarkan untuk diindex oleh PG.

Monggo yang tertarik bisa menghubungi email di atas.

, ,

PortalGaruda: Indonesian Publication Index


logo portal garuda
Portal Garuda dengan alamat http://portalgaruda.org menyatakan diri sebagai pengindex publikasi di Indonesia.

Saya mengenal PG ini ketika diundang masuk dalam milis perjurnalan Indonesia. Muncul nama-nama yang kerap posting di milis ini, dan ternyata kesemuanya mempunyai minat dalam dunia jurnal. Hingga akhirnya saya menemukan PortalGaruda.Org yang saya sinyalir sebagai bentuk produk yang dikelola bersama oleh berbagai pegiat jurnal.

Meski namanya mirip, namun sepertinya portalgaruda berbeda dengan garudanya Dikti yang sempat populer beberapa waktu lalu. Portal garuda dikelola oleh komunitas yang didukung oleh Advanced Engineering and Science Indonesia Section (IAES) Indonesia Section (http://iaes.or.id/).

Pada saat saya menulis ini, PG telah berhasil mengindex 2,451 jurnal dari 255 penerbit yang terdiri dari ribuan artikel. PG mempunyai fitur pencarian artikel yang difilter dengan pilihan fulltext atau semua, browse by publisher, statistik jurnal paling banyak artikelnya, statistik berdasar penerbit dan fitur lainnya.

Jurnal yang diindex rata-rata menggunakan OJS sebagai mesin pengelolaannya. Dengan protokol pertukaran data yang standard (OAI), maka PG mudah dalam update dan pengambilan data dari berbagai jurnal ini.

Meskipun output dalam bentuk RIS atau Bibtex juga disediakan oleh PG, namun   jurnal yang diindex terutama yang text penuh  (pdf) tidak memiliki metadata yang lengkap, sehingga ketika dikelola dengan software manajemen data riset (Mendeley atau Zotero) metadata kosong. Untuk tampilan metadata pada laman pencarian ternyata juga tidak ramah dengan Mendeley dan Zotero.

PG sangat membantu berbagai pihak dalam menemukan informasi yang diinginkan, mempercepat komunikasi ilmiah antar peneliti, mempercepat penyebaran informasi bagi semua pihak yang membutuhkan, membantu pengecekan duplikasi penelitian atau mencegak duplikasi tulisan/penelitian, bagi pustakawan dapat digunakan untuk membantu pelayanan pemustaka. 

Saya tidak menemukan syarat jurnal untuk bisa diindex oleh PG. Namun untuk penambahan jurnal yang diindex, PG menyediakan kontak di portalgaruda@gmail.com.

Sepertinya akan menarik jika ke depan PG dapat menempatkan diri dengan beberapa layanan seperti di SCOPUS atau ISI WoS. Misalnya peta kerjasama penelitian di Indonesia, peta pertumbuhan ilmu pengetahuan, peta produktifitas peneliti, peta kebaharuan penelitian dan lain-lain yang berbasis artikel yang ada di PG.

Monggo dikunyah-kunyah.
,

Mendeley Advisor, apa tugas dan keuntungannya?


Kawan sekalian, tentang Mendeley saya pernah menuliskan di sini. Nah, sekarang saya salinkan dari web Mendeley beberapa hal terkait Mendeley Advisor. Menjadi MA sama dengan menjadi wakil Mendeley untuk melakukan sosialisasi Mendeley. Untuk tugas itu, Mendeley memberi penghargaan berupa fasilitas terkait Mendeley.

Berikut beberapa hal yang menjadi tugas MA:
  • Invite your friends and colleagues to join your Mendeley network
  • Organize and lead Mendeley demos and presentations
  • Ensure that Mendeley is represented on your Library or Society website
  • Add a link to your Advisor Profile in your e-mail signature
  • Help us learn about the particular needs of your University or Institution
  • Spread the word locally, using posters and flyers, and online via blogs and discussion
  • Mobilize your campus or local user communities
  • Brainstorm new, fun ways to get involved!
Keuntungan/fasilitas MA:
  • Get Mendeley's premium features free of charge
  • Connect with other passionate Advisors from around the globe, and share experiences and suggestions
  • Get to know our super-cool team
  • Be the first to learn about what’s going on at Mendeley
  • Get VIP access to new features before they’re public
  • Rely on other Advisors for support
  • Have pizza and drinks on us when you give a demo or talk at your institution
  • Get loads of free Mendeley merchandise (T-shirts, pens, stickers, etc)
  • Last but not least: A slick advisor badge on your Mendeley profile (if you like)
Bagi teman-teman pustakawan, mempelajari Mendeley sangat bermanfaat untuk menambah variasi layanan perpustakaannya, terutama pada perpustakaan perguruan tinggi. Menjadi MA tidak berarti menutup kemungkinan sosialisasi software manajemen data riset lain (selain Mendeley). Kita tetap bisa mesosialisasikan Mendeley bersama Zotero atau aplikasi lainnya.

Saturday, 1 November 2014

, ,

Publish or Perish software

Dalam dunia jurnal, dikenal berbagai istilah, misalnya: impact factor, h-index, g-index dan lainnya. Untuk mengetahui nilai tersebut pada sebuah jurnal dapat diketahui melalui beberapa alat. Misalnya ISI WoS, JournalMetric, ScimagoJR atau juga melalui software. . Salah satu software tersebut adalah Publish or Perish. PoP dapat diinstall pada sistem operasi Windows, OSX ataupun Linux.
PoP, sebagaimana dalam webnya merupakan "software program that retrieves and analyzes academic citations. It uses Google Scholar and (since release 4.1) Microsoft Academic Search to obtain the raw citations, then analyzes these and presents the following metrics"....

Following metrics yang dimaksud adalah:
  • Total number of papers and total number of citations
  • Average citations per paper, citations per author, papers per author, and citations per year
  • Hirsch's h-index and related parameters
  • Egghe's g-index
  • The contemporary h-index
  • Three variations of individual h-indices
  • The average annual increase in the individual h-index
  • The age-weighted citation rate
  • An analysis of the number of authors per paper
tampilan PoP ketika mencari jurnal title "library"

Data yang ditampilkan PoP diambil dari GoogleScholar atau MAS. Ketika pencarian dilakukan, dan ditemukan maka kita cukup klik judul hasil pencarian (double click) selanjutkan PoP akan mengarahkan pada sumber yang diindex oleh GoogleScholar atau MAS. Hal ini bisa dipahami juga bahwa PoP bisa sebagai alat pencarian berbasis desktop pada GS dan MAS. PoP juga memberikan panduan jika akan melakukan sitiran dari PoP, silakan klik. Dokumentasi dapat dilihat di klik.

 Khususnya bagi pustakawan, monggo.. semoga bermanfaat

Sunday, 26 October 2014

,

Video Mendeley Advisor yang tayang perdana di MDOD 2014

Beruntung saya mendapat kiriman email untuk membuat rekaman tentang Mendeley sebagai Mendeley Advisor. Kiriman email tersebut disertai dengan pemberitahuan bahwa akan ada kiriman kaos, beachball, kaca mata, stiker,. tshirt sebagai modal untuk membuat video.
Akhirnya saya mengirimkan video tersebut. Video saya ambil di kawasan Sambisari Kalasan Sleman.

Setelah dikompilasi, maka muncullah video tersebut di Youtube. Silakan lihat video di atas. Saya muncul di detik ke 3:25 :)

Mendeley merupakan aplikasi manajemen data riset, yang saya gunakan sebagai bagian dari layanan perpustakaan yang saya kelola.




Saturday, 25 October 2014

, , , , ,

Hal yang menyenangkan di SLiMSCommeet2014

SLiMSCommeet2014 adalah Commeet ke3 dalam skala nasional. Siapapun bisa mendaftar, baik pustakawan sekolah, pustakawan akademi, pustakawan perpusda dan semacamnya. Dosen, peneliti, pegiat literasi, pengelola perpustakaan pribadi, politisi, menteri, profesor, guru juga boleh datang..
Commeet tahun ini akan diselenggarakan di Semarang. Jadi, bagi teman-teman yang pengen juga menikmati suasana Semarang, bisa sekalian datang.
Hal menyenangkan yang bakal terjadi di SLiMSCommeet2014

  • Ikut seminar nasional.
  • Ketemu komunitas SLiMS Indonesia. Kamu bakal bisa ketemu para pegiat SLiMS dari berbagai daerah. Tidak menutup kemungkinan, yang selama ini tak muncul di komunitas juga datang. Jadi, jika selama ini cuma berjumpa di milis, FB, forum dan semacamnya, pada acara ini bisa ketemu muka.
  • Belajar bareng. Merupakan ritual rutin yang dilakukan di Commeet #1 dan #2. Ada beberapa kelas pada acara ini, mulai dari pemula, menengah sampai mahir
  • Informasi pengembangan SLiMS oleh Komunitas. Nah, ini juga menarik. Sebagaimana kamu tahu, banyak karya pegiat SLiMS yang muncul baik berupa fitur, perbaikan atau juga fungsi hardware. Pada acara ini kamu juga bisa bertanya dan berdiskusi tentang berbagai perkembangan dan perjuangan mereka untuk bisa mengembangkan SLiMS. Akan ada presentasi produk/pengembangan oleh komunitas.
  • Presentasi RFID berbasis SLiMS. Wuih, RFID. Apaan tu? RFID itu semacam alat untuk identifikasi. Dalam perpustakaan bisa digunakan untuk identifikasi item buku. Semacam barcode. Nah, apa kelebihan RFID dibanding barcode dan bagaimana sih cara kerja dan implementasi RFID di SLiMS bisa kami ketahui dalam acara ini. Siapa tahu perpustakaanmu ingin menerapkan RFID untuk SLiMS. Bisa tahu juga bujet untuk implementasi RFID ini
  • RDA di SLiMS. RDA? makanan apa yak? kamu bisa baca informasi awal tentang RDA di https://oclc.org/rda/about.en.html. Lalu bagaimana penerapannya di SLiMS? datang saja di Commeet2014 :). Oia, bisa juga lho, informasi penerapan ini sebagai pandangan penerapan di sistem informasi perpusmu, meskipun bukan SLiMS.
  • SLiMS juga ramah dengan ZOTERO sebagai manajemen data riset. Kita bisa pelajari juga di acara ini.

Jadi, ayo daftarkan dirimu pada acara SLiMS Commeet2014. Informasi selengkapnya di http://slimscommeet.web.id . Informasi pendaftaran ada di http://slimscommeet.web.id/index.php/registrasi

Monday, 20 October 2014

Sinkronisasi SLiMS dengan PAS (data member

Berikut email dari mas Maryanto (Admin IT di SMU MUH 1 Jogja) terkait aplikasi PAS dan SLiMS:
------------
Mas Pur, ini file yang saya gunakan untuk import siswa dari PAS-SMA ke SLIMS,
dua file untuk koneksi yang tak simpen di folder Connections dan satu buah file untuk import siswa,
karena keterbatasan saya, koneksi ke database SLIMS juga belum memakai sysconfig.inc.php nya SLIMS .... :)
padahal pinginnya bikin yang terintegrasi bener dengan SLIMS ............................ :)


setelah file itu di panggil akan ada proses membaca data siswa di database PAS-SMA untuk table v_siswa_no_induk dan akan di cek apakah di member SLIMS sudah ada atau belum, kalau belum ada maka akan di tambahkan ke table member -nya SLIMS  ... jadi ketika ada perubahan data siswa di PAS-SMA maka bagian pustakawan tinggal panggil file tsb untuk melakukan pengambilan data dari PAS-SMA.

Semoga temen - temen di SLIMS bisa segera membuat fitur ini sebagai add-on-nya SLIMS ...  ..... :)
jadi SMA yang sudah menggunakan PAS-SMA dan akan menggunakan SLIMS tinggal panggil ini file sudah seluruh siswa di PAS-SMA otomatis sudah masuk di SLIMS ... :)


Terimakasih.

---------
file terlampir: klik

Monday, 29 September 2014

,

SLiMS Jogja "ngedrupal" bareng Pustakawan Kemdikbud

proses belajar
Minggu (28/9) pegiat SLiMS Jogja (jogjalib.net) berkesempatan belajar Drupal di Perpustakaan UGM. Di ruang yang konon merupakan American Corner itu, acara "ngedrupal" ini  diampu oleh Hendro Wicaksono, yang merupakan pustakawan Kemdiknas sekaligus pencetus SLiMS dan Igloo. Peserta kegiatan berasal dari crew JLN, pustakawan UGM, pustakawan balai bahasa, pustakawan ISI, pustakawan sekolah, mahasiswa S2 IPI UIN. Sebelum acara dimulai, diawali dengan sambuatan Koordinator SLiMS Jogja yang sekaligus mahasiswa S2 Ilmu Perpustakaan UIN SKJ, Heri Abi Burachman Hakim. Ucapan terimakasih tidak lupa diucapkan kepada Perpustakaan UGM yang berkenan memberi ruang untuk belajar sebagai bentuk dukungan pada komunitas pustakawan.

Materi "ngedrupal" ini adalah instalasi drupal, pembuatan tabel menggunakan drupal, menampilkan hasil isian, membuat paging, membuat fitur searching. Semua dilakukan based on drupal.

Menurut Hendro, Drupal bukan sekedar CMS namun CMF atau Conten Management Framework. "Itulah hebatnya drupal.." kata-kata ini sering muncul ketika membahas berbagai fitur menarik di drupal. 
foto bersama Kabid TI Perpus UGM setelah "ngedrupal"
Drupal mampu menangai pembuatan aplikasi dan ditempatkan sebagai framework.

Peserta antusias, sembari belajar mereka berseloroh "sekarang di perpustakaan apa yang bisa kita lakukan dengan drupal?". Agaknya ide-ide penerapan drupal di perpustakaan masing-masing mulai muncul. Pak Arif Surachman, Kabid IT Perpustakaan UGM yang menyediakan tempat juga berkesempatan mengikuti acara ini. Beberapa diskusi terkait penggunaan drupal juga dilontarkan oleh beliau selama acara. Tak disangka ternyata beliau telah menggunakan Drupal pada tahun 2005, meski sekarang intensitasnya menurun dan beralih ke aplikasi lain. Tampaknya gairah menjadi system librarian cukup besar pada diri peserta.

Drupal, juga dibahas dan diterbitkan buku oleh ALA sebagai bagian dari perangkat pengembangan web perpustakaan, klik link.

Acara yang dimulai 09.00 pagi ini selesai pada 12.30.

Sunday, 21 September 2014

, ,

Mengenal Pembicara Commeet2014 dan karyanya: Heru Subekti

heru dan karyanya
Heru Subekti, biasa dipanggil dengan Mas Heru. Orangnya pendiam, tak banyak bicara. Namun inovasinya luar biasa.
Dia berasal dari Trenggalek, daerah yang ada di bilangan Jawa Timur.
Mungkin beliau mewarisi semangat perjuangan Menak Sopal, yang merupakan bupati Trenggalek pada masa dahulu yang dianggap berjasa pada kaum petani. Heru, juga gigih sebagaimana Menak Sopal. Karya Heru terkait SLiMs banyak berseliweran di komunitas.
Tampak gambar disamping adalah visitor counter untuk semua produk slims yang berhubungan dengan hardware doorlock. Selain itu, Heru juga masih menyimpan karya SMS Gatewaynya.
Mari, kita bertemu dengannya dan kita nikmati karyanya terkait SLiMS pada SLiMSCommeet2014.

Klik pendaftaran  SLiMSCommeet2014 @semarang.
, , ,

Mengenal Pembicara Commeet2014 dan karyanya: Muhammad Hamim

Hamim dan Inovasinya
Muhammad Hamim, beliau adalah pengelola perpustakaan STAIN Kediri. Gambar di samping adalah tangkapan layar postingan beliau di grup SLiMS. Jika ditelisik, maka kita dapat mengetahui beberapa inovasi beliau terkait perpustakaan, khususnya berkaitan dengan SLiMS.

Mas Hamim, begitu panggilan akrabnya menerapkan SliMS3-stable 15 atau sering disebut dengan Matoa. SLiMS ini diintegrasikan dengan lockdoor entry gate.

Hamim, mengembangkan SliMS desktop dan model layanan peminjaman mandiri. Tentunya kompatibel dengan semua versi SLiMS. Menarik bukan? Sistem keamanan berbasis RFID juga tak ketinggalan.

Kemampuan beliau terkait IT, baik soft maupun hardware mengantarkan pada berbagai inovasi. Dan
slims desktop mandiri
tentunya beliau tak keberatan berbagi ide dengan siapapun juga. Bagaimana dia mendapat ide? bagaimana dia mengembangkan? siapa saja yang diajak bekerjasama? berapa biayanya? dan siapa tahu anda bisa mencontek dan menerapkan di perpusakaan anda?

Jangan ketinggalan, silakan bergabung di SLiMSCommeet2014 untuk bisa berdiskusi tentang berbagai karyanya.

Klik SLiMSCommeet2014.

Thursday, 18 September 2014

Etika Pegiat SLiMS Indonesia

Berikut Etika Pegiat SliMS Indonesia
  1. Pegiat SliMS, merupakan bagian dari komunitas perpustakaan secara luas.
  2. Pegiat SLiMS  harus berusaha berkontribusi pada pengembangan perpustakaan, khususnya implementasi TI baik secara probono (dalam bentuk belajar bersama pada komunitas, dan lain-lain) maupun profesional.
  3. Pegiat SLiMS  tidak boleh mendeskriditkan atau menjelek-jelekkan produk sistem informasi lain jenis/lisensi apapun.
  4. Pegiat SLiMS, dalam mengupas kekurangan dan kelebihan Sistem Informasi Perpustakaan harus dalam koridor diskusi ilmiah, bukan sekedar fanatisme semata.
  5. Pegiat SliMS, harus berusaha untuk belajar mandiri dan berbagi ilmu pengetahuan untuk komunitas yang lebih luas.
  6. Pegiat SLiMS, harus berusaha memberi solusi bukan sekedar basa-basi.
,

SLiMS: Daftar online dengan verifikasi

Kreatifitas Komunitas SLiMS semakin menjadi. Kali ini kreatifitas yang dikerjakan oleh Heru Subekti (salah satu pembicara dalam commeet2014). Heru mengembangkan pendaftaran online dengan verifikasi. SIlakan lihat di http://kidungwengi.id1945.com/index.php?p=reg_member.
Tangkapan layarnya sebagai berikut:
form pendaftaran

email aktivasi






Monggo diuprek-uprek

Monday, 1 September 2014

,

Tips mengonlinekan data fulltext di SLiMS

  1. File pdf anda silakan di convert ke .swf. Misalnya menggunakan klik
  2. Ubah arah unggah file, yang sebelumnya ke repository, ubah ke lokasi di luar public_html atau diluar htdocs. Caranya dengan mengedit konfigurasi sysconfig.inc.php (gambar 1)

    • define('REPO_BASE_DIR', SENAYAN_BASE_DIR.REPO_DIR.DIRECTORY_SEPARATOR);
      ubah menjadi, misalnya
      define('REPO_BASE_DIR', '/home/tamu/');
    • Semoga dengan cara ini, file akan lebih aman
  3. Naikkan kapasitas unggah dokumen melalui editing pada php.ini
  4. Unggah file .swf hasil konversi, sebelumnya cek bahwa file swf diijinkan diunggah (konfigurasi ada dalam sysconfig (gambar 2)
  5. Maka ketika dilihat user, hasilnya adalah tampilan file .swf (bukan hasil konversi pdf)
  6. Akan lebih aman jika akses dibatasi menggunakan login
alamat penyimpanan

penambahan .swf

tampilan swf viewer
,

SLiMS dibangun agar anda BODOH


SLiMS itu lahir dari perjuangan. Kata mas Arif Syamsudin, SLiMS adalah BSR atau bagian dari Barisan Software Rakyat. Kata saya, SLiMS itu library system for library freedom. Kata mas Arie, SLiMS itu library automation with style. Pak Hendro Wicaksono mengatakan, jika diringkas SLiMS itu mengembalikan hak rakyat untuk rakyat, karena pada awalnya SLiMS dibangun dengan uang RAKYAT.
Saya masuk di pengembang SLiMS belakangan, namun saya melihat ada semangat yang tinggi ketika SLiMS dibangun dengan berbasis php dan MySql. Dua hal populer di dunia opensource, banyak dikuasai, mudah dipahami dan dapat diperoleh secara mudah.
SLiMS dibangun agar anda BODOH, BODOH JIKA beralasan bahwa software perpustakaan itu MAHAL
SLiMS dibangun agar anda BODOH, BODOH JIKA beralasan bahwa software perpustakaan itu sulit
SLiMS dibangun agar anda BODOH, merasa BODOH karena banyak orang yang tidak seberuntung anda, namun bisa melakukan berrbagai hal dengan SLiMS
SLiMS dibangun agar anda BODOH, merasa BODOH karena kode sumber SLiMS itu TERBUKA, mengapa tidak mencoba?
SLiMS dibangun agar anda BODOH, merasa BODOH agar kita semua selalu berusaha belajar.
SLiMS bukanlah satu-satunya, namun SLiMS ingin turut mewarnai perkembangan perpustakaan dan perkembangan kemampuan para pustakawannya...

MARI KITA BERJUMPA DI ACARA SLIMSCOMMEET2014 @SEMARANG http://slimscommeet.web.id

Sunday, 31 August 2014

,

Jargon terkait perpustakaan yang pernah saya buat

  1. Perpustakaan Teknik Geologi UGM: there is no library like this
    •  Jargon ini dilatarbelakangi oleh perasaan bahwa perpustakaan teknik geologi ugm itu unik, dan tak ada perpustakaan (bidang geologi) yang seunik ini.
  2. Perpustakaan FT UGM: brings you to the learning community
    • Jargon ini  untuk menegaskan perpustakaan sebagai tempat berkomunitas dan berbagi ide
  3. Komunitas SliMS Jogjakarta: togetherness, openness and sharing
    • Jargon ini  untuk meneguhkan kebersamaan, keterbukaan dan semangat berbagi anggota komunitasnya
  4. Perpustakaan AKMIL Magelang: meneguhkan intelektual taruna
    • Jargon ini menegaskan bahwa perpustakaan dapat menjadi tempat yang meneguhkan kemampuan intelektual taruna. Jargon ini muncul dengan tiba-tiba saja, ketika dimintai bantuan untuk membuat leaflet perpustakaan. Ketika saya tulis jargon tersebut, ternyata diterima untuk diteruskan untuk dicetak dalam lealfet dan xbanner.
  5. SLiMS: library system for library freedom
    • SLiMS merupakan sebuah aplikasi sistem informasi yang diharapkan menjadikan kemerdekaan bagi perpustakaan dan pustakawannya dalam mengelola perpustakaan. Sesungguhnya jargon ini   bukan jargon resmi SLiMS. Jargon SLiMS yang paling lama adalah library automation with style.

Sunday, 24 August 2014

,

SDC jalan-jalan ke Gunungkidul

Sabtu, (23/8/14), teman-teman SDC berkesampatan jalan-jalan di Gunungkidul. Wardiyono, Hendro Wicaksono+istri, Eddy Subratha, Heri Abiburachman, dan saya. Perjalanan dimulai dari tempat bermalam yang ada dibilangan Berbah Sleman. Rencana tujuan adalah Goa Pindul, Rumah saya (Nglipar Kidul) dan Puncak Nglanggeran.
Karena terbatasnya waktu, akhirnya kami hanya mengunjungi Goa Pindul + rumah saya. Di Pindul kami melakukan susur goa dengan duduk di atas ban besar. Sementara sesampainya di rumah saya, kami menyempatkan minum "bir jawa" alias "degan" alias kelapa muda gading. Sayangnya tak bisa menikmati degan kepala hijau, karena keterbatasn kemampuan memanjat :)
Keterbatasan waktu juga mengharuskan acara ke puncak Nglanggeran harus ditunda.

Friday, 22 August 2014

,

Gallery Web di UGM tempoe doeloe

Di bawah ini beberapa tampilan web lama di lingkungan UGM. Maaf belum sempat menulis tanggal capture. Gambar diambil dari http://web.archive.org
web perpustakaan FT UGM ketika dibuat pertama kali

web FT UGM pertama

web PPTIK (Sekarang PSDI)

web UGM tahun 1998

web ugm

web ugm

web perpus UGM
web UGM