Tuesday, 29 December 2009

, , , ,

Pentingnya Paradigma Socio-technical Systems

Pentingnya Paradigma STS

Singkatnya, teori sosioteknis adalah relevan, karena fokusnya pada keseimbangan dan kesetimbangan dari keseluruhan organisasi, orang, mesin dan konteks.
Ada beberapa pertanyaan yang mendorong majunya literatur Socio-technic. Pertanyaan pertama adalah "kenapa sistem gagal?" secara umum, "kenapa meskipun teknologi dibangun/disain dengan bagus dapat berakhir dengan produksi/hasil yang kurang dari batas efisien, yang tidak memenuhi keinginan stakeholder. Ini berpusat pada bagaimana mengelola faktor yang tidak terprediksi dari lingkungan sosial. Pertanyaan kedua, "bagaimana meningkatkan organisasi melalui pemberian perhatian dan optimasi sejajar pada sosial sistems. Ini terekspresi pada kutipan mendasar oleh Baxter dan Sommerville:

"Kegagalan dari sistem komplek yang luas untuk memenuhi batas waktu capaian, biaya dan keinginan stakeholder tidak karena kegagalan teknologi. Namun, projek ini gagal karena mereka tidak menghargai kompleksitas sosial dan organisasional dalam lingkungan dimana sistem itu di terapkan. Konsekuensinya adalah persyaratan yang tidak seimbang, miskinnya disain system dan interface user yang inefisien dan inefektif."

Oleh karena itu, pengakuan kepada konteks sosial, dan kontek latarbelakang organisasional harus di kedepankan dalam rekayasa system dan software. Sebagai tambahan, paradigma STS menawarkan manajemen-diri (self-management) dalam tim organisasi, menggiring pada praktek kerja yang demokratis serta pengambilan keputusan yang tidak terpusat. Hal ini memungkinkan organisasi untuk menyesuaikan perubahan konteks dan varian, dan diakhiri dengan sistem yang lebih "terbuka", yang memelihara keadaan yang kokoh/mantab (mencapai tujuan produksi, dll), tanpa mengkompromikan kualitas output atau kualitas keberlangsungan kerja.

Perspektif Socio-technical
Area dari STS, dari perspektif IT didudukkan pada kelompok "software intensive systems", dimana "berisi interaksi kompleks antara komponen software, alat dan komponen sosial (orang atau kelompok orang), tidak sebagai pengguna software tapi sebagai pemain yang digunakan dalam sistem pada umumnya". Dalam literatur definisi dari STS terpusat secara jelas pada eksistensi subsistem inti pada sosial dan teknical. Hubungan antara dua subsistem ini berputar dan berdasar pada dorongan saling memberi manfaat diantara keduanya. Manusia/sistem sosial rasional membutuhkan sistem teknik untuk melakukan kegiatannya, dan sistem teknis bergantung pada sosial sistem untuk penggunaan sehari-hari, validasi, kontrol dan kegiatan lain yang membutuhkan aktor rasional atau bahkan aktor yang berpengetahuan.

Interaksi diantara sistem yang berbeda ini, dan konteks interaksinya mempunyai akibat pada kemampuan orgnisasi untuk mencapai tujuan stakeholder.

Terutama sekali, paling tidak ada empat pandangan berbeda dalam literatur mengenai STS, yaitu social scientist, technology engineer, organizational scientis and designer, dan complex systems engineer. Disiplin ini menunjukkan penelitian interdisilin yang diarahkan pada area social science, organizational science, engineering dan complex systems. Literatir social sciences sering menganggap STS sebagai serangkaian alat untuk meningkatkan kualitas keberlangsungan kerja manusia dalam organsasi.


Perspektif yang berlawanan dengan teknologi berfokus terutama pada membangun kualitas sistem teknologi yang mempunyai jaminan kualitas (berdasar kepraktisan umum). Sudut pandang ilmuan organisasional lebih terpusat, bertujuan untuk mengelola tujuan riil stakeholdel (efisiensi, keuntungan) melalui disain dari konsep organisasi yang sesuai, termasuk barangkali struktur/hirarki manajemen dari sistem sosial, serta memperoleh dukungan teknologi terbaik, dan menyewa orang-orang terbaik. Keempat adalah teknik sistem yang kompleks, dimana mengeksplorasi interaksi da ontek dalam rangka menyusun tiap komponen secara lokal, sebagai langkah untuk menemukan tujuan organisasi secara umum. Pandangan ini juga utama, dan punya banyak masalah, bertujuan pada pembuatan sistem teknologi yang adaptif yang mendukung dan mengantisipasi pembuatan keputusan oleh manusia, tugas-kerja, dan kriteria komunikasi sebagai sistem komputasi yang otonom. Pendekatan ini berada diantara yang terbaru dan menjadi availabel, menyandarkan pada keandalan teknologi, dan jaringan sensor komuter yang ada dimana-mana.

Artikel Terkait

Wednesday, 23 December 2009

, , , ,

Socio-Technical Systems in ICT: A Comprehensive Survey

(terjemahan bebas, sebebas-bebasnya dari artikel Alexis Morris) :)
kalau ada yg berkenan mengedit, bisa tulis di komentar.


Pada setiap organisasi, baik berisi manusia, mesin maupun fenomena alami, prinsip-prinsip sistem yang komplek akan berjalan. Komponen pada sistem itu bisa aktor yang rasional, semi rasional, atau tidak rasional, dimana semuanya berimplikasi pada lingkungan juga pada keseluruhan organisasi.

Pada tulisan ini, cakupan STS (Socio-technical systems) yang luas akan di survei dan dipaparkan bedasar empat perspektif kunci yang ditemukan dalam literatur. Prinsip ini bertujuan untuk menunjukkan sulitnya STS bekerja, serta untuk mendiskusikan teori, analisis, disain, dan teknik dari tiap sistem. Bagian kedua membahas konsep secara lebih ditail, mendeskripsikan definisi, karakteristik, prinsip dan pentingnya paradigma. Bagian 3 mendeskripsikan perbedaan dalam berbagai perspektif dalam hubungannnya dengan STS. Bagian 4 mendiskusikan pendekatan literatur pada perspektif yang disebutkan sebelumnya. Baguan lima menyajikan diskusi dan kesimpulan dari paper ini.

STS
: Socio-Technical Systems
Definisi: definisi singkat untuk STS sulit untuk ditemukan yang paling tepat dalam literatur. Majchzrak dan Borys mencatat bahwa konsep ini berdasar pada teori sistem terbuka, namun dalam suatu waktu juga 'sebuah filosofi dan metodologi, paradigma yang terdiri dari skema konseptual, disain proses, serangkaian nilai tentang kerja, kondisi kontekstual, dan tradisi sejarah berdasar psikologi, sosiologi dan penelitian tempat kerja". Griffit dan Dougherty, dalam diskusinya tentang peran sistem ini pada management teknologi dan engineering, mendifinisikan perspektif STS sebagai " organisasi yang dibangun oleh manusia (sistem sosial) menggunakan alat, teknik dan pengetahuan (technical sistems) untuk menghasilkan barang atau layanan yang bernilai untuk customers (yang menjadi bagian dari lingkungan eksternal organisasi)". Definisi yang lebih linear dengan ranah ICT adalah yang diungkapkan oleh Baxter dan Sommerville. STS adalah "sistem yang berisi interaksi kompleks antara manusia, mesin dan aspek lingkungan dari sistem yang berjalan".

Karakteristik dan Prinsip STS

Kebetulan ada banyak istilah yang mirip pada literatur yang menjelaskan sistem sejenis yang kurang lebihnya adalah socio-technic, sebagaimana dijelaskan diatas. Diantaranya adalah: techno-social systems, cyber-physical systems, ensemble engineering, software intensive systems, holarchies, actor-network theory, agent-oriented mechanism design, autonomic computing, dan societal computing. Baxter dan Sommerville telah menyajikan survei yang lebih komprehensive pada STS dari perspektif ICT, dan menghasilkan beberapa karakteristik kunci dari sistem tersebut dan prinsip dasar untuk disain sosio-teknologi. Mereka juga memotivasi adanya kebutuhan untuk menggabung lebih dalam lima komunitas kunci dalam satu kesatuan tunggal disiplin Socio-Technocal Systems Engineering (STSE).

Komunitas kunci pada penelitian Socio-technical
Ada banyak aspek dalam penelitian STS, tapi diantaranya merupakan kunci untuk mempercepat perkembangannya. Kunci-kunci tersebut adalah:

    1. - disain kerja dan tempat kerja
    2. - sistem informasi
      - Computer-supported cooperative Work (CSCW)
      - cognitive systems engineering
      - Interaksi manusia-komputer
      - Ubiquitous (dimana-mana) Computing.



Karakteristik kunci dari sistem sosio-teknik
Bagian ini memberi catatan bagaimana membedakan STS, berdasarkan karakteristik umum

    • - Mempunyai bagian yang saling bergantung
    • - Dapat menyesuaikan pada perubahan dalam lingkungan untuk mengejar tujuan
      - Mempunyai lingkungan internal sama sebagaimana lingkungan sebenarnya (real world)
      - Terpisah, tetapi saling bergantung, baik subsistem sosial maupun teknis
      - Berjalan pada lingkungan dimana ada pilihan/pembuatan keputusan
      - Adanya perpaduan optimisme, dari systems berdasar optimisme tiap subsistems


Lebih lanjut, Trist mendeskripsikan karakteristik STS berikut sebagai paradigma, menunjukkan bagaimana pendekatan penelitian STS berbeda dari faktor teknologi sebagai penentu.



Paradigma lama
Pentingnya teknologi
manusia merupakan perpanjangan mesin
manusia sebgai suku cadang habis pakai
rincian tugas maksimal, ketrampilan terbatas
kontrol eksternal (supervisor, staf khusus)
bagan organisasi tinggi, gaya otokrasi
kompetisi, gamesmanship
hanya kepentingan organisasi
pengasingan (alienation)
kemauan ambil risiko rendah



paradigma baru
gabungan
manusia saling mengisi dengan mesin
manusia sumberdaya yang dapat ditingkatkan
kelompok tugas optimal, ketrampilan beragam
internal kontrol (self regulating subsystems)
bagan organisasi datar, gaya partisipatif
kolaborasi, kolegial
ada kepentingan/tujuan masyarakat dan anggota
commitment
penuh inovasi




Prinsip kunci STS

beberpa prinsip disain STS lebih lanjut ada dalam banyak literatur, tapi yang paling populer adalah yang diungkapkan Chern. Pendekatan lain dari disain STS dalam paper yang sama (Chern), memuat analisis kerja kognitif, disain kontekstual, rekayasa sistem kognitif, diantaranya. Point pentingnya adalah prinsip disain STS dipelajari dengan baik, tapi gagak diadopsi dalam ranah praktis dengan berbagai alasan, yang mana dapat dikoreksi melalui penggabungan area tersebut sebelumnya. Cern mencatat bahwa sosial sistem mempunyai empat fungsi subsistem yang harus ada dalam sistem yang sukses/berhasil, dan oleh karena itu harus di teliti oleh desainer. Yaitu harus:
- mencapai tujuan organisasi
- menyesuaikan diri dengan lingkungan
- menyatukan aktifitas manusia dan menjadi solusi masalah
- fill occupational roles via recruitment and sosialization

bersambung...

Thursday, 10 December 2009

, , , , , , ,

FB, Prita, KPK dan Opensource: Gotong royong era digital.

Gotong royong. Tahukah anda apa itu gotong royong? Gotong: merupakan bahasa jawa yang artinya membawa sesuatu bersama sama. Misalnya nggotong kayu (Menggotong kayu).

Gotong royong, sejauh yang saya pahami (saya tidak membuka kamus bahasa Indonesia atau kamus bahasa Jawa) adalah kegiatan melakukan sesuatu bersama-sama -untuk hal positif- tanpa mengharap imbalan materi. Dilakukan untuk membantu yang memerlukan bantuan, atau membantu orang yang kesusahan. Misalnya gotong royong mendirikan rumah, gotong royong mencangkun disawah dan seterusnya.

Seorang kawan, sewaktu kuliah pernah presentasi bahwa budaya gotong royong ini telah terkikis, belum hilang sepenuhnya. Katanya ini karena dampak globalisasi, karena manusia lebih cenderung hidup individualis, sibuk dengan kegiatan pekerjaan yang berorientasi pada materi semata ditempat kerja. Sehingga lupa bahwa dia hidup di wilayah sosial kemasyarakaatan.

Apakah demikian?
Sebagai seorang awam saya melihat bahwa seiring dengan tumbuh suburnya teknologi, modernisasi, globalisasi dan yang semacamnya, gotong royong tradisional memang tergeser. Namun muncul model gotong royong baru.

Facebook, yang banyak orang menyebutnya sebagai jejaring sosial ternyata menyuguhkan fenomena tersendiri. Setidaknya ini ditunjukkan dengan berhasilnya FB menggalang solidaritas tanpa pamrih material atas kasus Bibit dan Chandra (KPK). Gerakan 1 juta FB-kers yang mendukung mereka berdua ternata punya andil pula dalam mewarnai gerakan sosial di Indonesia.

Meskipun sempat redup, karena kalah pemberitaan dengan kasus Bibit dan Chandra, sebelumnya ada group FB mendukung Prita, seorang ibu rumah tangga yang didakwa melakukan pencemaran nama baik RS OMNI. Pasalnya Bu Prita ini menuliskan keluhannya dan dikirimkan ke beberapa kawannya.

Anggota group pendukung Prita memang tidak sebanyak pendukung Bibit dan Chandra, namun terbukti gerakan ini juga punya taring. Setelah ada vonis harus membayar 204-juta, berbagai elemen masyarakat menggalang Koin untuk Prita. Tentunya untuk membantu bu Prita membayar denda. Prita dianggap sebagai simbul rakyat yang kalah, ketika harus mengeluarkan pendapat atas sebuah layanan justru dituduh melakukan pencemaran nama baik.

Pengumpulan koin ini, dilakukan oleh berbagai elemen, mulai dari komunitas milis, Facebookers, ibu rumah tangga, anak-anak, bahkan ada sekelompok anak TK yang keliling meneriakkah "Hidup Ibu Prita".

Entah karena fenomena ini atau bukan, kabarnya OMNI bermaksud mencabut gugatan perdata.

Saya sendiri berfikir, bahwa kalau yang bersimpati sudah lintas umur, etnis dan tempat tentunya ini akan berdampak buruk bagi RS OMNI. Kenapa? coba kita bayangkan kalau anak-anak sudah dikenalkan untuk menggalang Koin Untuk Prita, karena di denda atas email keluhan layanan RS OMNI. Tentunya dalam benak anak-anak TK yang berkeliling mencari koin ini akan tahu dan terpatri, bahwa RS OMNI lah yang menjadikan bu Prita harus membayar denda. Padahal siapa sih sasaran Rumah Sakit? manusia kan? rakyat Indonesia ini. Dan kalau yang TK saja sudah tahu, maka berapa generasi yang akan menjauhi RS ini.

Tentunya ini tidak akan berdampak baik pada kelangsungan RS yang bersangkutan di masa datang.

Opensource, yang merupakan model pengembangan perangkat lunak juga bisa dimasukkan dalam gotong royong. Berbagai individu dan komunitas bersama-sama mengembangkan sebuah perangkat lunak, padahal di lepas di pasaran secara bebas. Baik bebas mendapatkan maupun [ada yang] bebas secara finansial.

Sepertinya demikian.
, ,

Plesiran

Poltak, si pustakawan gaul kali ini baru saja bertemu dengan kawan-kawannya. Bukan Harjo atau Karyo, tapi kawan di bagian lain di institusinya namun masih seorang pustakawan.

Kali ini Poltak ngangsu kawruh pada kawan-kawannya yang baru saja melanglang buana ke negeri seberang. Ke negeri tetangga, negeri singa kata mereka. Untuk apa? ternyata kawan-kawannya ini baru saja mengunjungi tempat yang di negeri sebrang itupun juga disebut perpustakaan. Tentunya dengan bahasa asalnya, "library" kurang lebihnya seperti itu.

"Sayangnya kita ke sana pas waktu ujian" begitu kata kawan Poltak. "Sehingga pas kesana para pustakawan sedang sibuk melayani mahasiswa, dan mahasiswanyapun sedang pada belajar, maka kita tidak bisa leluasa karena takut mengganggu proses belajar mahasiswa" lanjutnya.

"Sistem otomasi disana itu seragam, sehingga kita dapat dengan mudah meminjam dan mengembalikan pinjaman buku dimanapun lokasi perpustakaan kita. Kurirlah yang nanti akan mengantarkan ke perpustakaan asal koleksi itu" dengan nada sumringah dan sambil membayangkan nikmatnya perpustakaan dinegeri tetangga, kawan Poltak yang dari pulau sebrang menyambung.

Ada hal yang di luar dugaan. Ternyata dinegeri sebrang itupun, masih ada perpustakaan yang belum menerima kondisi bebas makan dan minum di perpustakaan. Ya.. sepertinya Poltak membayangkan bahwa dari yang dia pelajari, di perpustakaan sebrang itu "bebas" dan full teknologi. Full teknologi? ah masak iya. Wong katanya yang namanya bookdrop itu disana masih ada yang manual kok. Teknologinya bookdrop, tapi yang menjalankan tetap manusia. ya.. manusianya alias pustakawan ada dalam kotak untuk menyortir buku-buku yang dikembalikan mahasiswa. Tidak otomatis nyortir sendiri kok.

Poltak kaget dan berfikir, bahwa sebenarnya yang mesti kita adopsi tidak melulu teknologinya, tapi konsep teknologinya. Kalau punya uang ya beli mesinnya, tapi kalau tidak punya uang? ya konsepnya kita sadap, yang menjalankan ya manusia.

"Wah mesti kita sadap dan plagiat nih" begitu sambut Poltak setelah mendengarkan uraian kawannya. Agaknya Poltak ini sering mendengarkan berita tentang sadap-menyadapnya KPK.

"Tapi ada yang luar biasa lho di sana itu" kawannya menyela. Apa?

Ternyata di negeri sebrang itu, untuk menjadi pustakawan bukan hal mudah. Setelah mengajukan anggaran untuk penambahan staff, perpustakaan punya hak untuk menyeleksi para pelamar. Bukan hanya dari dalam negerinya saja, tapi lintas negara. Bahkan ada yang dari negeri Poltak, negeri Indonesia yang menjadi pustakawan di seberang. Tentunya bahasa inggris dan profesionalitas mestilah dikedepankan.

"Alamak, gajinya pasti besar. tapi bahasa Inggrisku jelek kali" sahut Poltak.

Terimakasih pada kawan-kawan MIP yang pulang dari studi banding di Singapura.

Friday, 4 December 2009

, , , , , , ,

Workshop Nasional SENAYAN Library Management System!!!

SENAYAN DEVELOPER COMMUNITY (SDC) kembali akan ngadain Workshop Nasional SENAYAN Library Management System (SLiMS), yang tepatnya akan dilaksanakan di Hotel Paragon Jakarta (daerah Menteng, Jakarta Pusat), pada tanggal 14 – 17 Desember 2009. Pastinya karena Workshop ini diadakan selama 4 hari 3 malam full, jadi materi yang diberikan juga akan sangat banyak dan men-detail.

Workshop ini ditujukan kepada para pustakawan atau perorangan yang ingin memanfaatkan SLiMS untuk mengelola koleksi ditempat kerja. Materi workshop dirancang untuk membantu para peserta agar dapat segera mengaplikasikan SLiMS di tempat masing-masing. Dibagi dalam 10 (Sepuluh) modul dasar ditambah materi kustomisasi dan konversi data, pengetahuan dasar perpustakaan akan sangat membantu peserta memahami materi dan panduan yang di sampaikan. Dalam pelatihan, peserta akan menggunakan versi terbaru SLiMS – atau juga dikenal dengan SENAYAN 3 stable 12.

Untuk brosur pendaftaran serta surat undangan bisa di-unduh (download) di Workshop SLIMS.

Untuk anda yang ingin belajar menggunakan SENAYAN, ngoprek, nginstall SENAYAN di GNU/Linux macem Ubuntu, Fedora atau OpenSUSE, pengen belajar cara konversi data dari database ISIS, Athenaeum atau database lainnya, jangan lewatin Workshop SLiMS ini. Trainer-nya juga langsung para Developer ASELI SLiMS!!!.

(dari Arie Nugraha)

Wednesday, 25 November 2009

, , , ,

Release Senayan3-Stable12

Senayan is an open source Library Management System. It is build on Open source technology like PHP and MySQL. Senayan provides many features such as Bibliography database, Circulation, Membership and many more that will help "automating" library tasks. This project is proudly sponsored by Pusat Informasi dan Humas Depdiknas and licensed under GPL v3.

And now, Senayan3-Stable12 is released. The new features is:

- Added : Member login in OPAC
Next, member login usefull to develop web 2.0. So the member can write command to the collections.
- Added : File download limitation based on Member type
- Added : new public template (igos & terrafirma)
- Added : new admin template (igos)

You can download the source here
The last documentation is available in here

Wednesday, 21 October 2009

Saturday, 10 October 2009

, ,

Sinergisitas pustakawan-mahasiswa-dosen/pegawai: prepare and serve

tulisan ini adalah bagian dari tugas matakuliah PR & Promosi Perpustakaan


Libraries are not made; they grow. - Augustine Birrell


Saya tidak tahu persis kapan perpustakaan Teknik Geologi UGM berdiri. Sepengetahuan saya, perpustakaan jurusan ini ada sebagai peleburan dari perpustakaan-perpustakaan kecil yang sebelumnya ada di laboratorium-laboratorium jurusan. Karena koleksi semakin banyak dan ruangan juga digunakan untuk praktikum, maka muncul perpustakaan jurusan. Letak perpustakaan ini juga berpindah, mengikuti berpindahnya gedung jurusan. Mulai dari Jetis, Skip, Jl. Flora hingga akhirnya ada di Jl. Grafika.

Pengelolanya merupakan pegawai administrasi yang ditempatkan di perpustakaan. Hingga kemudian saya masuk, merupakan karyawan pertama dengan ijazah ilmu perpustakaan. Namun demikian, yang saya ketahui karena lamanya mereka bekerja di perpustakaan, tingkat pengetahuan mereka pada koleksi tinggi, tidak sebatas judul-judul buku namun juga beberapa pokok isi buku yang bersangkutan, terutama buku-buku babon.

Karena merupakan gabungan dari koleksi-koleksi laboratorium, tingkat kunjungan mahasiswa dan dosen relatif tinggi.

Awal-awal bekerja


No furniture so charming as books. - Sydney Smith

Pada awal-awal bekerja di perpustakaan teknik Geologi UGM, ada kelebihan dan kekurangan yang saya rasakan. Ruangan yang sempit, sistem teknologi yang masih tertinggal, sirkulasi udara ruang perpustakaan yang tidak optimal, dan juga belum terkelolanya koleksi digital. Namun demikian saya merasa bahwa pihak manajemen terbuka luas pada ide-ide baru untuk pengembangan perpustakaan.

Sebagai gambaran, perpustakaan teknik Geologi UGM pada awal saya bekerja ada di sudut dalam gedung jurusan. Karena letakknya di dalam ini, maka sirkulasi ruangan mengandalkan AC, tentunya menjadi tidak sehat karena pada kesehariannya ruangan ini dipenuhi oleh banyak mahasiswa. Pangkalan data yang kami gunakan adalah SIPISIS, dimana diketahui merupakan sebuah perangkat otomasi yang masih berbasis DOS.

Koleksi-koleksi digital mulai ada, baik skripsi, tesis, referat maupun artikel-artikel sumbangan dosen. Semakin banyaknya koleksi digital ini menjadi semakin sulit temu kembalinya, karena hanya disimpan dalam hardisk dan dibuka lagi jika ada mahasiswa mencari. Jika mahasiswa hanya menanyakan sebuah subyek artikel tanpa tahu artikel itu ada pada jurnal apa, maka kami akan mengalami kesulitan.

Menentukan sikap

Your library is your portrait. - Holbrook Jackson


Melihat kenyataan yang ada, kami memberanikan diri untuk mengajukan proposal pengembangan perpustakaan. Salah satunya berisi usulan untuk memindah ruang perpustakaan ke tempat sisi luar gedung. Pilihan ini dilakukan dengan alasan bahwa disisi luar gedung akan lebih sehat karena ventilasi udara lebih terjamin. Selain itu juga akan mengurangi ketergantungan pada tenaga listrik, cahaya matahari tentunya akan masuk dan menerangi perpustakaan. Hal ini sangat terasa ketika energi listrik mati

Usulan pindah ruang ini ternyata disetujui, tepatnya pada bulan Februari 2007 perpustakaan teknik geologi pindah ke ruang baru (Ruang 1.1) yang terletak di sisi barat gedung jurusan Teknik Geologi UGM.

Pada perpustakaan ini, saya bekerja 2 orang. Awalnya ada 3 orang, namun 1 orang kemudian dipindah di bagian akademik. Rekan kerja saya telah bekerja lebih dari 10 tahun di perpustakaan. Dalam kegiatan keseharian kawan saya lebih ke pelayanan sirkulasi dan klasifikasi, sementara saya lebih banyak berurusan dengan komputasi dan pengolahan.

Beberapa capaian

Librarians are subversive. You think they're just sitting there at the desk, all quiet and everything. They're like plotting the revolution. --Michael Moore


Ada beberapa capaian pelayanan perpustakaan dalam 2 tahun terakhir:

1. Pindah ruang

Sebagaimana saya ceritakan diatas, berhasilnya perpustakaan pindah ruang merupakan sebuah prestasi sendiri bagi kami. Kami merasa bahwa perpustakaan merupakan unit yang diperhatikan. Tentunya ini merupakan sebuah kepercayaan yang mesti dijaga.

2. Adanya katalog online

Perkembangan teknologi memacu kami untuk berinovasi. Dengan belajar terus, akhirnya saya berhasil membuat katalog kami dapat online di internet pada alamat http://geologi.ugm.ac.id/lib. Sebelumnya, kami menggunakan model “salin katalog”. Model ini kami tawarkan pada mahasiswa yang ingin mengcopi katalog perpustakaan dan mencari koleksi yang ada dirumah. Semacam portable catalog.

Perangkat yang saya gunakan berbasis opensource. Sehingga tidak terasa membebani anggaran perpustakaan.

3. Terbaharuinya sistem otomasi perpustakaan

Melihat SIPISIS sebagai sistem otomasi sudah tidak memadai, maka kami memutuskan untuk mengganti dengan yang lebih baik. Akhirnya terpilihlan Senayan sebagai gantinya, sejak bulan Maret 2009.

4. Adanya repositori koleksi kuliah

Di perpustakaan, kami juga menyediakan komputer sebagai tempat menyimpan materi-materi kuliah yang didapat dari dosen, ataupun file-file yang berhubungan dengan kegiatan perkuliahan lainnya. Dengan komputer ini mahasiswa dapat saling menukar koleksi.

5. Mulai dirintisnya koleksi dan layanan untuk karyawan.

Saat ini kami telah memulai menyediakan koleksi-koleksi yang dapat dikonsumsi oleh karyawan. Misalnya dengan melanggan majalah-majalah umum (National Geographic), surat kabar (mulai pada pertengahan 2007), membeli buku-buku umum, melayani karyawan yang ingin menelusur informasi di internet dan lainnya.

6. Adanya pelayanan internet dan WiFi area di perpustakaan.
7. Adanya sarana blog (http://lib.geologi.ugm.ac.id) dan Grup di Facebook untuk penyebaran informasi perpustakaan.
8. Pelayanan pemesanan, perpanjangan peminjaman menggunakan email/SMS.
9. Tambahan koleksi baru (buku/jurnal) dari berbagai hibah.
10. Koleksi digital (jurnal, buku) bertambah hingga 30GB. Ini kami dapatkan dari mahasiswa, dosen dan pembelian.

Pertambahan koleksi digital dan buku, jurnal tercetak ini sangat menambah kekuatan koleksi perpustakaan.

Memantabkan sinergisitas

I have always imagined that Paradise will be a kind of library. --Jorge Luis Borges

Pada dasarnya masih ada banyak hal yang belum tercapai. Ke depan kami berharap perpustakaan Teknik geologi ugm dapat lebih bermanfaat lagi tidak hanya pada mahasiswa dan dosen berkaitan dengan perkuliahan, tapi juga bagi para karyawan. Bukankan perpustakaan ini memang untuk semua anggota jurusan teknik geologi ugm?

Secara terperinci, capaian-capaian yang masih ingin kami raih adalah:

1. Pelayanan perpustakaan juga mencakup karyawan

2. Adanya pengelolaan local contents yang mumpuni

3. Terkelolanya koleksi digital dengan baik

4. Terkelolanya koleksi jurnal dengan baik

5. Terdayagunakannya teknologi informasi secara lebih optimal untuk pelayanan perpustakaan.

6. Pendidikan pemakai

7. Database tugas akhir mahasiswa dilengkapi dengan abstrak

8. Adanya evaluasi terukur secara berakala

9. Ikut berkontribusi pada pengembangan keilmuan, baik dengan melakukan penelitian sederhana, sebagai tempat penelitian, atau berkolaborasi dengan mahasiswa ilmu perpustakaan.

Selain hal tersebut diatas, untuk mewujudkan prepare and serve kami berupaya menjadi jembatan antara dosen dan mahasiswa, mahasiswa dan mahasiswa dan juga dosen/mahasiswa dengan karyawan. Berbagai macam bentuknya, mulai dari melayani mahasiswa yang bertanya NIP dosen, nomor HP karyawan, menitipkan file, email dosen, menitipkan buku untuk mahasiswa lain. Kemudian karyawan yang bertanya nomor HP mahasiswa, karyawan yang minta dibantu mencari informasi di internel serta hal lainnya.

Kami ingin, motto prepare and serve menjadikan pemicu untuk dapat berkarya lebih baik lagi. Sampai saat ini, meskipun telah ada kemajuan-kemajuan, kami tidaklah boleh berhenti. Perencanaan strategis masih harus kami lakukan untuk dapat mencapai kembali capaian optimal.

Tentunya, dukungan anda akan menjadikan pemicu itu lebih besar lagi. Menempatkan diri menjadi bagian perpustakaan, adalah awal dari membuka kehidupan kita, sebagaimana Rita Mae Brown katakan "When I Got My Library Card, that's when my life began"

Thursday, 8 October 2009

,

Sinergisitas pustakawan-mahasiswa-dosen/pegawai: prepare and serve

tulisan ini adalah bagian dari tugas matakuliah PR & Promosi Perpustakaan



Libraries are not made; they grow. - Augustine Birrell

Saya tidak tahu persis kapan perpustakaan Teknik Geologi UGM berdiri. Sepengetahuan saya, perpustakaan jurusan ini ada sebagai peleburan dari perpustakaan-perpustakaan kecil yang sebelumnya ada di laboratorium-laboratorium jurusan. Karena koleksi semakin banyak dan ruangan juga digunakan untuk praktikum, maka muncul perpustakaan jurusan. Letak perpustakaan ini juga berpindah, mengikuti berpindahnya gedung jurusan. Mulai dari Jetis, Skip, Jl. Flora hingga akhirnya ada di Jl. Grafika.

Pengelolanya merupakan pegawai administrasi yang ditempatkan di perpustakaan. Hingga kemudian saya masuk, merupakan karyawan pertama dengan ijazah ilmu perpustakaan. Namun demikian, yang saya ketahui karena lamanya mereka bekerja di perpustakaan, tingkat pengetahuan mereka pada koleksi tinggi, tidak sebatas judul-judul buku namun juga beberapa pokok isi buku yang bersangkutan, terutama buku-buku babon.

Karena merupakan gabungan dari koleksi-koleksi laboratorium, tingkat kunjungan mahasiswa dan dosen relatif tinggi.

Awal-awal bekerja

No furniture so charming as books. - Sydney Smith

Pada awal-awal bekerja di perpustakaan teknik Geologi UGM, ada kelebihan dan kekurangan yang saya rasakan. Ruangan yang sempit, sistem teknologi yang masih tertinggal, sirkulasi udara ruang perpustakaan yang tidak optimal, dan juga belum terkelolanya koleksi digital. Namun demikian saya merasa bahwa pihak manajemen terbuka luas pada ide-ide baru untuk pengembangan perpustakaan.

Sebagai gambaran, perpustakaan teknik Geologi UGM pada awal saya bekerja ada di sudut dalam gedung jurusan. Karena letakknya di dalam ini, maka sirkulasi ruangan mengandalkan AC, tentunya menjadi tidak sehat karena pada kesehariannya ruangan ini dipenuhi oleh banyak mahasiswa. Pangkalan data yang kami gunakan adalah SIPISIS, dimana diketahui merupakan sebuah perangkat otomasi yang masih berbasis DOS.

Koleksi-koleksi digital mulai ada, baik skripsi, tesis, referat maupun artikel-artikel sumbangan dosen. Semakin banyaknya koleksi digital ini menjadi semakin sulit temu kembalinya, karena hanya disimpan dalam hardisk dan dibuka lagi jika ada mahasiswa mencari. Jika mahasiswa hanya menanyakan sebuah subyek artikel tanpa tahu artikel itu ada pada jurnal apa, maka kami akan mengalami kesulitan.

Menentukan sikap

Your library is your portrait. - Holbrook Jackson

Melihat kenyataan yang ada, kami memberanikan diri untuk mengajukan proposal pengembangan perpustakaan. Salah satunya berisi usulan untuk memindah ruang perpustakaan ke tempat sisi luar gedung. Pilihan ini dilakukan dengan alasan bahwa disisi luar gedung akan lebih sehat karena ventilasi udara lebih terjamin. Selain itu juga akan mengurangi ketergantungan pada tenaga listrik, cahaya matahari tentunya akan masuk dan menerangi perpustakaan. Hal ini sangat terasa ketika energi listrik mati

Usulan pindah ruang ini ternyata disetujui, tepatnya pada bulan Februari 2007 perpustakaan teknik geologi pindah ke ruang baru (Ruang 1.1) yang terletak di sisi barat gedung jurusan Teknik Geologi UGM.

Pada perpustakaan ini, saya bekerja 2 orang. Awalnya ada 3 orang, namun 1 orang kemudian dipindah di bagian akademik. Rekan kerja saya telah bekerja lebih dari 10 tahun di perpustakaan. Dalam kegiatan keseharian kawan saya lebih ke pelayanan sirkulasi dan klasifikasi, sementara saya lebih banyak berurusan dengan komputasi dan pengolahan.

Beberapa capaian

Librarians are subversive. You think they're just sitting there at the desk, all quiet and everything. They're like plotting the revolution. --Michael Moore

Ada beberapa capaian pelayanan perpustakaan dalam 2 tahun terakhir:

  1. Pindah ruang

Sebagaimana saya ceritakan diatas, berhasilnya perpustakaan pindah ruang merupakan sebuah prestasi sendiri bagi kami. Kami merasa bahwa perpustakaan merupakan unit yang diperhatikan. Tentunya ini merupakan sebuah kepercayaan yang mesti dijaga.

  1. Adanya katalog online

Perkembangan teknologi memacu kami untuk berinovasi. Dengan belajar terus, akhirnya saya berhasil membuat katalog kami dapat online di internet pada alamat http://geologi.ugm.ac.id/lib. Sebelumnya, kami menggunakan model “salin katalog”. Model ini kami tawarkan pada mahasiswa yang ingin mengcopi katalog perpustakaan dan mencari koleksi yang ada dirumah. Semacam portable catalog.

Perangkat yang saya gunakan berbasis opensource. Sehingga tidak terasa membebani anggaran perpustakaan.

  1. Terbaharuinya sistem otomasi perpustakaan

Melihat SIPISIS sebagai sistem otomasi sudah tidak memadai, maka kami memutuskan untuk mengganti dengan yang lebih baik. Akhirnya terpilihlan Senayan sebagai gantinya, sejak bulan Maret 2009.

  1. Adanya repositori koleksi kuliah

Di perpustakaan, kami juga menyediakan komputer sebagai tempat menyimpan materi-materi kuliah yang didapat dari dosen, ataupun file-file yang berhubungan dengan kegiatan perkuliahan lainnya. Dengan komputer ini mahasiswa dapat saling menukar koleksi.

  1. Mulai dirintisnya koleksi dan layanan untuk karyawan.

Saat ini kami telah memulai menyediakan koleksi-koleksi yang dapat dikonsumsi oleh karyawan. Misalnya dengan melanggan majalah-majalah umum (National Geographic), surat kabar (mulai pada pertengahan 2007), membeli buku-buku umum, melayani karyawan yang ingin menelusur informasi di internet dan lainnya.

  1. Adanya pelayanan internet dan WiFi area di perpustakaan.
  2. Adanya sarana blog (http://lib.geologi.ugm.ac.id) dan Grup di Facebook untuk penyebaran informasi perpustakaan.
  3. Pelayanan pemesanan, perpanjangan peminjaman menggunakan email/SMS.
  4. Tambahan koleksi baru (buku/jurnal) dari berbagai hibah.
  5. Koleksi digital (jurnal, buku) bertambah hingga 30GB. Ini kami dapatkan dari mahasiswa, dosen dan pembelian.
Pertambahan koleksi digital dan buku, jurnal tercetak ini sangat menambah kekuatan koleksi perpustakaan.

Memantabkan sinergisitas

I have always imagined that Paradise will be a kind of library. --Jorge Luis Borges

Pada dasarnya masih ada banyak hal yang belum tercapai. Ke depan kami berharap perpustakaan Teknik geologi ugm dapat lebih bermanfaat lagi tidak hanya pada mahasiswa dan dosen berkaitan dengan perkuliahan, tapi juga bagi para karyawan. Bukankan perpustakaan ini memang untuk semua anggota jurusan teknik geologi ugm?

Secara terperinci, capaian-capaian yang masih ingin kami raih adalah:

1. Pelayanan perpustakaan juga mencakup karyawan

2. Adanya pengelolaan local contents yang mumpuni

3. Terkelolanya koleksi digital dengan baik

4. Terkelolanya koleksi jurnal dengan baik

5. Terdayagunakannya teknologi informasi secara lebih optimal untuk pelayanan perpustakaan.

6. Pendidikan pemakai

7. Database tugas akhir mahasiswa dilengkapi dengan abstrak

8. Adanya evaluasi terukur secara berakala

9. Ikut berkontribusi pada pengembangan keilmuan, baik dengan melakukan penelitian sederhana, sebagai tempat penelitian, atau berkolaborasi dengan mahasiswa ilmu perpustakaan.

Selain hal tersebut diatas, untuk mewujudkan prepare and serve kami berupaya menjadi jembatan antara dosen dan mahasiswa, mahasiswa dan mahasiswa dan juga dosen/mahasiswa dengan karyawan. Berbagai macam bentuknya, mulai dari melayani mahasiswa yang bertanya NIP dosen, nomor HP karyawan, menitipkan file, email dosen, menitipkan buku untuk mahasiswa lain. Kemudian karyawan yang bertanya nomor HP mahasiswa, karyawan yang minta dibantu mencari informasi di internel serta hal lainnya.

Kami ingin, motto prepare and serve menjadikan pemicu untuk dapat berkarya lebih baik lagi. Sampai saat ini, meskipun telah ada kemajuan-kemajuan, kami tidaklah boleh berhenti. Perencanaan strategis masih harus kami lakukan untuk dapat mencapai kembali capaian optimal.

Tentunya, dukungan anda akan menjadikan pemicu itu lebih besar lagi. Menempatkan diri menjadi bagian perpustakaan, adalah awal dari membuka kehidupan kita, sebagaimana Rita Mae Brown katakan "When I Got My Library Card, that's when my life began"



Thursday, 24 September 2009

Lebar-an

Lebaran, merupakan istilah yang berikan pada hari persis setelah puasa
Ramadhan selesai, maka hari setelah hari lebaran itu sering disebut dengan
H+1, H+2 dan seterusnya, serta H-1, H-2 untuk hari sebelum lebaran.

Ada beberapa tafsir atas kata LEBARAN.
Lebaran berasal dari bahasa jawa, LEBAR yang berarti pungkasan, atau
setelah, yang tentunya pungkasan dari puasa atau setelah puasa ramadhan.
Lebaran identik dengan kemenangan, karena sebagaimana kita ketahui bahwa
sebulan penuh ummat Islam berpuasa, melawan segala bentuk nafsu. Hingga
kemudian menang.
Namun jangan salah, LEBARselain mempunyai arti pungkasan atau setelah,
dalam bahasa Jawa juga bisa berarti SIA-SIA. Sia-sia, dalam hal ini
setelah ramadhan bisa kita saksikan dalam banyak hal. Misal, ketika
kita berkunjung ke sanak saudara, maka yang dihidangkan adalah beraneka
makanan, yang kadang makanan itu tidak ada sewaktu hari-hari biasa. Bahkan,
biaya untuk membuatnyapun sangat besar. Belum lagi konon katanya, kemanapun
kita berjalan maka bukan hanya makanan kecil, namun kita dipersilakan
untuk makan besar. Ider weteng, begitu kata orang jawa. Saya tidak tahu,
arti yang manakah yang pada awalnya dimaksudkan untuk mewakili hari-hari
setelah puasa ramadhan ini, arti setelah atau kesia-siaan.

Arti lain dari labaran adalah, LEBARnya semua dosa-dosa kita, LUBERnya maaf yang kita berikan kepada orang lain, di LABURnya semua dosa-dosa kita.

Dalam bahasa Jawa, bukan hanya Lebaran saja yang diidentikkan dengan
waktu-waktu sehabis puasa Ramadhan. Istilah lainnya adalah Bakdo. Bakdo,
tidak jauh artinya dengan lebaran, juga bisa berarti setelah. Bakdo merupakan
bahasa Jawa yang berasal dari bahasa Arab “Ba'da”, yang artinya juga setelah.
Hingga kita kenal bakdo Magrib, bakdo Subuh, yang artinya adalah setelah
Magrib atau setelah Subuh. Memang banyak kosa kata Arab diserap ke dalam
bahasa Jawa, yang akhirnya menjadi bahasa Jawa.
Pada substansinya, Lebaran, bakdo (bada), atau Idul Fitri diartikan dengan
sebuah keadaan dimana kita menjadi pemenang. Setelah bertempur dengan hebatnya pada masa-masa puasa.
Bertempur untuk menundukkan nafsu hewani kita yang selalu ingin melampiaskan segala bentuk keinginan. Mulai dari keinginan makan, minum maupun keinginan untuk melampiaskan nafsu seksual kita.
Bahkan juga menahan dari berbagai bentuk nafsu-nafsu kecil, laiknya menggunjing,
misuh-misuh, marah-marah. Pertempuran ini luarbiasa hebatnya. Dilaksanakan
mulai dari subuh sampai dengan magrib. Meskipun demikian bukan
berarti di malam hari kita bebas sepenuhnya, justru dimalam hari kita disuguhi
dengan berbagai iming-iming ibadah yang pahalanya dilipatgandakan.
Maka kemudian, layaklah menjadi pemenang siapa yang berperang, layaklah
berperang siapa yang mengetahui siapa musuhnya, layaklah tahu siapa musuhnya
siapa yang tahu siapa dirinya sendiri, dan tahu/mengenal diri sendiri itu
merupakan kunci untuk mengenal Tuhannya.

Dengan berbagai macam pertempuran melawan hawa nafsu,
maka saat itulah, jika puasanya diterima Allah, segala bentuk dosa akan diampuni.
Bentuk pengampunan dosa inilah yang mengantarkan manusia kepada
pucuk kesucian kembali.

Seorang khotib khutbah idul fitri di kampung saya mengatajan, Puasa kita Mentes atau gabug itu bisa dilihat setelah bulan ramadhan.

Kalau kita masih menyimpan dendam, tidak mau minta maaf, tidak mau memberi maaf, maka puasanya gabug.

Tapi kalau mau minta maaf, mau memberi maaf, membuat orang yg dibenci menjadi dicintai, membuat musuh menjadi kawan maka puasanya mentes.

Kalau waktu puasa kita sabar, maka setelah puasa kita tetap sabar. Kalau saat puasa kita suka bersedekah, setelah puasa juga sedekah.

Apakan semua orang yang berpuasa memperoleh puncak kesucian setelahnya?
Wallahu alam bisowwab. Hanya Allahlah yang mengetahui. Ibadah puasa
merupakan ibadah yang dipersembahkan hanya untuk Allah semata. Hanya
Dialah yang berhak menyatakan diterima atau ditolak.
Sekalilagi Wallahu alam bisowwab.

Tuesday, 18 August 2009

, , ,

Freedom Template

Template Senayan, yang saya modifikasi menyambut Kemerdekaan RI ke 64. Sekaligus saya gunakan untuk template sebuah website, yg rencananya akan memanfaatkan modul Content-nya Senayan sebagai CMS sederhana.



Silakan Download di SINI, dan bagi yang sudah mencoba, mohon komentar dan koreksinya.


Catatan:
Bagi yang sudah mengunduh, silakan copikan file image.png yang ada di folder images kedalam folder freedom.File ini digunakan pada tampilan detail koleksi, khusus untuk koleksi yang tidak disertai image.




Screenshootnya:

Tuesday, 11 August 2009

, ,

install SIPUS UGM

Jika dihitung tahun, sudah lama pengen install SIPUS, atau Sistem Informasi Perpustaan-nya UGM. Bertanya kesana kemari, akhirnya ketemu kawan baru di Teknik Mesin UGM, Mas Ryan.

Akhirnya, dia menemukan kunci install SIPUS, disini. AKhirnya pula saya praktikkan.

Manual instalasi sudah saya pantengi, edit berulang-ulang, lah dasar saya juga cuma belajar otodidak jadi ya tetep bingung.

Setelah dipantengi, akhirnya jadi juga installnya. Selain catatan mas Ryan, ternyata jika setingan application.conf.php-nya menggunakan IP (bukan localhost), dalam memanggil SIPUS juga mesti dengan IP.

Pada awalnya berulang-ulang saya coba panggil dengan http://localhost/sipus/ bisa keluar tampilan loginnya, tapi ketika mau login pasti gagal. Katanya username dan pass salah. Padahal sudah diedit berulang-ulang tabel gtfw_user di database mysqlnya, saya pastikan username dan pass benar.

Akhirnya --tidak sengaja-- saya panggil dengan IP address komputer saya http://10.45.xx.xx/sipus/ dan OPAC di http://10.45.xx.xx/digilib/, Jadi deh...




Beberapa catatan pertama dalam instalasi ini adalah:
1. Catatan mas Ryan
2. Pemanggilan menggunakan IP Adress
3. Memory pada php.ini ubah menjadi diatas 20MB, misal 50MB
4. Saya belum menemukan alamat service untuk sinkronisasi data mahasiswa.




Berikut screenshutnya:









Kayaknya, sebenarnya instalasi ini mudah, seperti halnya Senayan. Tapi yg saya lakukan masih sebatas install, belum mengeksplorasi fungsi2 di dalam SIPUS.

Saya yakin yg saya install masih ada kekurangan.

Tuesday, 28 July 2009

, ,

Belajar dari Tukang Ojek

Satu waktu seorang kawan bilang kepada saya, bahwa dia baru naik taksi ketika pulang dari luar kota, Sebagaimana biasanya akhirnya dia berbincang-bincang dengan sopir taksi itu. Dari perbincangan itu, kawan saya tadi terperangah, teryata ketiga anak sopur taksi tadi sudah menjadi "orang". Ada yang Master, ada yang doktor.

Apa resepnya? Bersyukur katanya. Si sopir taksi ini, ketika awal-awal mempunyai anak, dengan istrinya masih sama-sama bekerja. Tapi ketika anak lahir, si sopir taksi dan istrinya berunding. Bahwa keduanya wajib untuk berbagi tanggungjawab, namun bukan berarti ini tanggung jawabku dan itu tanggung jawabmu. Namun ada peran-peran yang mesti dilakukan supaya antara mencari nafkah dunia, akhirat, mendidik anak mempunyai keseimbangan.

Akhirnya si istri keluar dari pekerjaannya, konsentrasi mendidik anak. Sementara sang suami, sopir taksi tetap menjadi sopir taksi. Dah akhirnya, keikhlasan keduanya membuahkan barakah. Anak-anak mereka menjadi "orang".

Sepulang dari Jakarta, tanggal 27 Juli kemarin, saya naik ojek dari depan Kolese Ignatius menuju kampus Geologi UGM. Mungkin karena watak saya yang aslinya memang orang kampung, saya ajak bapak ojek untuk ngobrol.

Bapak itu mempunyai anak 3, yang paling besar lulus D1 dan kerja, yang kedua SMK dan sudah bekerja dan yang terakhir masih 1 SMU.

Selain cerita tentang pandangannya atas calon-calon presiden pemilu kemarin, bapak ini juga cerita tentang pekerjaannya. Biasanya beliau ngetem di lempunyangan, namun selepas ngetem dia muter keliling dengan harapan ada penumpang yang ditemui.

Insting katanya. Mungkin maksudnya kemana tangan memutar stang motor kesitu juga motor akan melaju, masalah rejeki itu urusan Tuhan.
Dan benar, beliau mengatakan tetap ada rejeki kalau mau berusaha. Kata orang jawa "nyampar nyandhung". Selain itu, resep berikutnya adalah bersyukur. Syukur itu menentramkan. Apa yang dibisai dan didapat disyukuri, kalau memang sudah berusaha maksimal tinggal diserahkan pada kekuasaan Tuhan.

Ketika saya tanya "Punya sawah pak?" beliau menjawab "Ya motor ini mas sawah saya", sambil menenkankan bahwa dia memang pengojek beneran, bukan ojek sambilan.

Tuesday, 21 July 2009

Monday, 13 July 2009

, , , , ,

Puppylib :: Linux LiveCD rasa perpustakaan


  • Silakan download di http://118.98.232.10/puppylib/puppylib.iso atau

  • Silakan download di http://upload.ugm.ac.id/207puppylib.iso

  • Situs resmi PuppyLib http://puppylib.open-lib.net



  • Merupakan sebuah LiveCD yang di remaster dari Puppylinux. Remastering ini dilakukan oleh Adnuri Mohamidi bersama dengan Yogi Rabani. Remastering ini didedikasikan untuk pustakawan. Khususnya untuk menggalakkan penggunaan Linux dikalangan pustakawan, serta mengenalkan beberapa LMS (Library Management System).

    Beberapa LMS yang dipaketkan dalam Puppylib ini adalah Senayan, WINISIS (CDS/ISIS versi Windows) dan Openbiblio. Selain itu dilengkapi pula dengan eyeOS dan OCLC Cutter. Senayan dan Openbiblio di paketkan dengan menggunakan LAMPP (Xampp for Linux) sebagai paket server dan database, sementara WINISIS dan OCLC Cutter dipaketkan dengan bantuan tool Wine.

    Rilis ini adalah Rilis pertama dengan diberi nama "Memo" dengan mengusung jargon Linux "distro" for Librarian.

    Berikut kutipan tentang PuppyLib:

    Welcome to Puppylib

    Its name may remind you with that small-but-superb Linux distribution... Yup, Puppylib is build under a puplet Macpup and is derived from Puppylinux 4.20. For your information, Puppylinux is a complete operating system for computers with just 100 MB in size. So slim, but still a beauty!! Puppy Linux is based on GNU/Linux. It's completely free and covered by the LGPL license, an open source license. In the other hand, Macpup is a puplet, the creation of customized derivatives, that comes with Mac-flavour in style thanks to Enlightenment Windows Manager.

    Puppylib is a remastering of Puppylinux for librarians. Its aims are to promote the usage of Linux in libraries and to provide and make the librarian examine the open-source library management system (LMS). Puppylib comes with 2 LMS: Senayan and Openbiblio. Since cloud-computing is becoming a trend, I also added this distribution with eyeOS, the leading opensource cloud-computing software. Last but not least, the veteran of library softwares, the CDS/ISIS from Unesco and Dewey Cutter Program are also made available in the desktop thanks to wine [wine is not an emulator].

    To make this distro user-friendly, here are the login details for each software:
    Senayan, with username=admin and password=admin
    Openbiblio, with username=admin and password=admin
    eyeOS, with username=root and password=admin

    This first release of Puppylib is called "memo", and is dedicated for dgekpuri.

    Thursday, 2 July 2009

    crontab untuk backup database senayan

    Bagi pengguna senayan, di senayan ada fasiltias backup yag sangat mudah.

    Mamun kadang kita lupa, mestinya backup tapi lewat.
    Bagi pengguna linux dapat menggunakan fasilitas crontab.

    ini saya coba di Ubuntu HH Hardy Heron
    1. Pastikan cronnya ada
    2. buka dan edit (dengan nano, geany atau apapun) /etc/crontab

    maka akan ditemukan :


    # /etc/crontab: system-wide crontab
    # Unlike any other crontab you don't have to run the `crontab'
    # command to install the new version when you edit this file
    # and files in /etc/cron.d. These files also have username fields,
    # that none of the other crontabs do.

    SHELL=/bin/sh
    PATH=/usr/local/sbin:/usr/local/bin:/sbin:/bin:/usr/sbin:/usr/bin

    # m h dom mon dow user command
    17 * * * * root cd / && run-parts --report /etc/cron.hourly
    25 6 * * * root test -x /usr/sbin/anacron || ( cd / && run-parts --report /etc/cron.daily )
    47 6 * * 7 root test -x /usr/sbin/anacron || ( cd / && run-parts --report /etc/cron.weekly )
    52 6 1 * * root test -x /usr/sbin/anacron || ( cd / && run-parts --report /etc/cron.monthly )



    tambahkan baris berikut:


    30 15 * * * root mysqldump --no-create-db --lock-tables --user=root --password=admin -B senayan > /home/tamu/Desktop/senayan.sql


    artinya:
    akan dilakukan perintah backup (dump) pada tiap pukul 15.30 setiap hari saat komputer hidup. dengan usernamedatabase root passwordnya admin, untuk database bernama senayan dan di simpan pada /home/tamu/Desktop/senayan.sql. Lock Table menjamin bahwa ketika backup dilakukan proses manipulasi data di database diblock terlebih dahulu oleh server mysql sehingga konsistensi data menjadi lebih aman.
    Opsi No Create DB itu fungsinya untuk menghilangkan syntax CREATE DATABASE...

    atau


    30 15 * * * root mysqldump -u root -padmin senayan > /home/tamu/Desktop/senayan.sql




    path bisa di ubah sesuai dengan keinginan.

    3. Simpan

    tunggu pada jam tersebut, dan lihat pada path hasilnya.

    Untuk membackup file, tambahkan


    cp -R /var/www/senayan3- stable9/images /home/tamu/Desktop/




    semoga bermanfaat

    Tuesday, 30 June 2009

    Pemaknaan buku bagi masyarakat pembelajar :: buku baru

    Judul: Pemaknaan buku bagi masyarakat pembelajar
    Penulis: Drs. Purwono, M.Si.
    Penerbit: Sagung Seto: 2009


    Buku ini terbagi menajadi 7 bab. Secara urut bab-bab tersebut adalah: Pendahuluan, Buku sebagai catatan memori manusia, Pengawasan bibliografi di Indonesia, Sitasi Kepustakaan, Studi Kepustakaan, Segi-segi penulisan timbangan buku dan terakhir Manfaat buku referensi.

    Pennulis mengawali buku ini dengan menyitir kata-kata Richard Whitlock (seorang pecinta buku abad XVII) "Buku adalah penasihat yang bebas biaya, buku tidak menolak permintaan nasihat, buku adalah permata, buku adalah sahabat yang baik".

    Pada bab pendahuluan, diuraikan tentang apa itu buku dalam arti klasik, namun demikian penulis juga memberikan pernyataan tt keluasan makna buku, yang tidak hanya terpaut bada buku secara fisik dan berhubungan dengan kertas saja. Kemudian diuraikan pentingnya buku pada proses kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi modern, bahkah alat propaganda. Uraian dalam bab ini juga dilengkapi dengan sitiran dari beberapa buku, salah satunya adalah Pendidikan Kaum Tertindas-nya Paulo Freire.

    Berbicara buku, maka erat kaitannya dengan perpustakaan. Penulis akhirnya juga mengkaitkan buku ini dengan perpustakaan, fungsi perpuatakaan dan perubahan paradigma perpustakaan.

    Ditail keterkaitan antara perpustakaan dan buku, ditulis tersendiri pada bab 2, dengan sub bab "Keterkaitan buku dan perpustakaan". Penulis memulai dari buku -> pustaka -> perpustakaan. Tidak ketinggalan pula, sekilas istilah-istilah tentang pustaka dalam bahasa lain, serta turunan pustaka menjadi ilmu perpustakaan.

    Pada pembahasan tt Ilmu perpustakaan, penulis dengan tegas menyatakan bahwa Ilmu perpustakaan dalam proses perubahan. Dan atas dasar itulah maka ilmu perpustakaan harus di revisi.

    bersambung....

    Monday, 22 June 2009

    , ,

    Membuat Search per Jenis koleksi


    Tips ini penulis lakukan pada Senayan stable9, Untuk Stable10, pada versi betanya, ternyata telah ada pencarian yang lebih lengkap dengan mengikutkan tipe koleksi sebagai bagian pilihan pencarian




    Ketika menggunakan SIPISIS, di tempat saya bisa dilakukan pencarian berdasar Jenis Koleksi. Waktu itu Skripsi diberi kode SK, Referat RF, Tesis Lapangan TL dan seterusnya.

    Ketika melakukan pencarian khusus skripsi, saya cukup ketikkan "geologi*SK" maka akan muncul semua koleksi dengan subyek/judul geologi dan berjenis SK (Skripsi).

    Ketika menggunakan Senayan, saya merasa kesulitan untuk melakukan pencarian berdasar jenis koleksi ini. Sampei kemudian, pada malem Senin, 22/6/09 saya punya ide.

    Selama ini, Item Lokasi di aplikasi Senayan saya tidak begitu terpakai. Maklum perpustakaan hanya ada pada satu tempat. Maka terbesit ide untuk mengubah Lokasi menjadi Jenis Koleksi. Sebagaimana kita tahu, pada pencarian di senayan Pilihan Lokasi ini sudah ada. Tidak ada salahnya jika saya ubah untuk jenis koleksi.

    Yang saya lakukan adalah:
    1. Export data item senayan dalam bentuk .csv, kemudian buka di Oo Calc
    2. Menentukan Jenis koleksi (Skripsi, Tesis dll) pada Master File. Isian ini dimasukkan pada isian Lokasi. Jadi Lokasi menjadi tidak ada lagi. Ingat isiannya adalah Nama dan Kode. Misal Tesis dengan kode TS
    3. Pada data item yang berbentuk .csv dan di buka di Oo Calc tadi, Gantilah Kode Lokasi menjadi Kode Jenis koleksi sesuai dengan Itemnya. Maksudnya jika item termasuk pada jenis Tesis maka diisi TS.
    Pada perpustakaan saya, item ini dibedakan menjadi beberapa. Kode item yang berawalan GLB adalah Buku, GLP adalah Referat, GLT adalah Tesis, GCD adalah CD dst.

    Nah untuk itu saya menggunakan rumus IF di Oo Calc. Intinya adalah Jika kode item diawali dengan GLT maka kode Lokasi (Jenis) adalah TL, jika GLB kodenya BK.

    Nah, setelah selesai, simpan dalam bentul .csv dan Importlah kedalam tabel item di database senayan

    Tahap 1 selesai

    Kedua adalah mengganti Bahasa pengantar, yang tadinya tertulis Lokasi atau Location menjadi Jenis Koleksi. Ini bisa dilakukan dengan melakukan editing pada file lang (indonesia.lang.inc.php dan english.lang.inc.php)

    hasilnya sebagai berikut:

    masih ada satu kekurangan, yaitu mengganti "All Location" menjadi "Semua Jenis", saya belum menemukan tempat mengedit ini. Ada yg bisa bantu?


    [caption id="attachment_468" align="aligncenter" width="185" caption="Pencarian Banyak Jenis"]Pencarian Banyak Jenis[/caption]

    Friday, 5 June 2009

    , , ,

    Senayan :: dailysocial

    Perpustakaan, tempat menimba ilmu langsung dari sumber yang tepat; salah satu tempat favorit saya ketika dulu sekolah sampai kuliah. Baiklah, pernyataan yang terakhir itu mungkin tidak sepenuhnya benar. Tapi aplikasi yang akan saya bahas ini benar adanya dan benar-benar hebat. Aplikasi ini bernama Senayan, sebuah sistem pengelolaan perpustakaan yang Open Source hasil karya anak bangsa sendiri.

    Logo Senayan

    Logo Senayan

    Aplikasi ini bersifat bebas untuk anda download, dan juga anda oprek sendiri dengan lisensi GNU GPL. Untuk mencobanya anda bisa langsung menggunakan fasilitas demo yang disediakan tim Senayan, dan kalau anda tertarik anda pun bisa langsung mengunduh versi terbarunya. Untuk anda yang baru pertama kali menggunakan aplikasi ini, jangan takut karena Senayan memiliki dokumentasi dan manual yang cukup lengkap. Dokumentasi bisa anda lihat atau unduh disini, sedangkan untuk manual/handbook/petunjuk bisa dilihat disini.

    Selengkapnya silakan baca di sini

    Monday, 25 May 2009

    , ,

    Aero Template untuk Senayan

    Template baru untuk OPAC Senayan ini saya modifikasi dari Aero-solutions. Terimakasih pada kawan lama saya, Haris Sri Wibowo. Ternyata ketemu kawan lama itu benar-benar memberikan keberuntungan.



    untuk sourcenya silakan download di sini
    Aero ini saya modif dari Aero. dan menggunakan header dari Template Blue-nya mas Edy Subrata. Pada source lama, ada kesalahan kode html pada menu sebelah kiri. Sudah saya perbaiki, sehingga hasilnya lebih enak dilihat. silakan unduh di sini



    Penting: Saya baru sadar kalau menu sebelah kirinya masih nyangkut data saya dan kawan saya. Bagi yang mendownload, silakan edit YM online dan Librarian nya di file /aero-solutions/index-template.html. Cari kode htmlnya dan ubah sesuai kebutuhan. Sekalian nyoba mengoprek.




    Contoh ada di http://geologi.ugm.ac.id/lib/

    semoga bermanfaat

    Monday, 18 May 2009

    , , , ,

    Naskah Pidato Drs. Lasa dan Drs. Purwono

    Pada 6 september 2007 yang lalu, Drs Lasa dan Drs Purwono (keduanya Pustakawan di UGM) dikukuhkan menjadi Pustakawan Utama. Pengukuhan ini dilaksanakan di UPU Perpustakaan UGM Unit I. Tampak hadir para kepala perpustakaan, dosen perpustakaan, Kepala Perpustakaan Nasional dan juga Alm Djauzan Farouk sang Pelopor Mabulir.











    Pada kesempatan itu pula, keduanya menyampaikan Pidato pengukuhan. Bagi yang ingin membaca silakan unduh pada url berikut:

    Naskah Drs. Purwono, M.Si
    Naskah Drs. Lasa, M.Si.

    semoga bermanfaat.

    salam

    Thursday, 14 May 2009

    Tuesday, 12 May 2009

    ,

    Perpustakaan Kita

    Update terbaru unduhan Blog Ilmu Perpustakaan dan Informasi (http://iperpin.wordpress.com) tanggal 12/5/2009. Silakan unduh di sini. Ekstrak kemudian jalankan file index.htm

    ---------------------------------------------------------------------------------------------------
    Perpustakaan kita

    Membincangkan perpustakaan, menurut saya adalah sebuah perbincangan yang cukup menarik. Tidak akan mudah selesai pada satu ide pusat yang sanggup menjadi obat dari segenap permasalahan perpustakaan yang ada. Pergeseran paradigma perpustakaan dari perantara menjadi penyedia, merupakan contoh nyatanya. Masih kita syukuri hanya sebuah pergeseran, jika yang terjadi adalah sebuah kematian paradigma, maka yang terjadi adalah kematian ilmu perpustakaan. Setidaknya sampai saat ini perpustakaan masih hadir sebagai sebuah institusi dan sebuah ilmuâ, entah nanti.

    Membaca tentang perpuatakaan kita hari ini, akan memaksa kita untuk memeras olah pikir kita, sepanas dan sekeras apapun, ini adalah sebuah pilihan, jika ingin perpustakaan menjadi penentu perkembangan peradaban ummat manusia.

    Konsepsi-konsepsi harus keluar dari hasil olah pikir kita. Menelorkan berbagai formula yang diharapkan ampuh untuk menyembuhkan berbagai penyakit yang menggerogoti tubuh perpustakaan kita. Baik penyakit yang berasal dari diri perpustakaan kita sendiri, maupun berbagai virus penyakit dari luar diri kita sendiri.

    Judul diatas diambil, dengan sengaja menjiplak sebuah buku karya Alm. Nurcholis Madjid. Indonesia Kita. Dalam bukunya, Cak Nur, begitu beliau akrab dipanggil, menawarkan 10 formula untuk menyehatkan kembali indonesia. Namun dalam tulisan ini, bukannya akan mengetengahkan formula Cak Nur itu untuk Indonesia. Namun berupaya mengotak-atik formula tersebut untuk perpustakaan kita. Dengan harapan akan ada keterkaitan diantaranya. Mengelola perpustakaan sebagai sebuah lembaga yang didalamnya ada manusia, ada sumberdaya, ada tujuan, ada perpustakaan (negara) tetangga, ada undang-undang (tata tertib), maka tidak ada salahnya kita perbandingkan ini dengan sebuah negara.

    Formula, atau disebut sebagai agenda pertama dalam pengelolaan perpustakaan adalah mewujudkan good governance dalam pengelolaan perpustakaan. Good governance dalam hal ini, dapat kita pahami sebagai pelaksanaan pengelolaan perpustakaan yang transparan dan akuntabel. Tidak ada “tedeng aling-aling” dalam segala kebijakannya. Tidak ada tendensi pribadi dan nafsu-nafsu sesaat yang diagungkan. Prinsip transparansi dalam pengelolaan ini, akan dapat membangkitkan kepercayaan kepercayaan dari rakyat atas pemimpinnya, laiknya dalam sebuah negara. Maka para pemakai perpustakaan, bahkan para pustakawan akan semakin bangkit rasa “ngeh” nya dalam berkarya. Kepercayaan inilah yang menjadi modal dasar dalam pengelolaan sebuah perpustakan (negara). Jika kepercayaan sudah mulai tumbuh dan menemukan tempatnya, maka kesamaan visi dan semangat kebersamaan akan semakin mengembang.

    Formula kedua adalah menegakkan supremasi hukum dengan konsisten dan konsekwen. Dalam hal ini dapat kita pahami sebagai sebuah pelaksanaan hukum yang selalu berada pada jalurnya, dan menerima segala konsekwensi dari pelaksanaan hukum ini, meskipun untuk dirinya sendiri. Setelah kepercayan bangkit, sebagai hasil dari good governance, maka penegakan hukum menjadi pasangan serasi dalam melaksanakan agenda-agenda berikutnya. Dalam perpustakaan, layaknya hukum dalam lingkungan negara, berupa reward dan punishment. Pemberian penghargaan atas sebuah prestasi yang diperoleh, atas sebuah pengabdian nyata tentunya layak diberikan. Punishment demikian juga. Hukuman kepada pelanggar aturan, layak untuk diberikan. Selain itu, supremasi hukum dapat dipahami sebagai sebuah pelaksanaan aturan yang fair, adil dan tidak berat sebelah. Karena hukum memang harus ditegakkan.

    Melaksanakan rekonsiliasi nasional, dengan menarik pelajaran pait di masa lalu, menatap masa depan dengan perdamaian dengan menyatukan dan mendayagunakan segenap kekuatan bangsa (baca perpustakaan). Dalam perpustakaan hal ini dapat kita maknai dengan membangun pola hubungan dengan semua lapisan perpustakaan, atau pustakawan. Semua perpustakaan direngkuh untuk maju bersama, beserta segenap sumberdaya didalamnya, terutama pustakawan. Dibarengi dengan selalu belajar dari masa lalu sebagi sebuah pengalaman.

    Keempat, adalah merintis reformasi ekonomi dengan mengutamakan pengembangan kegiatan yang produktif dari bawah. Ini berkait erat dengan peran seorang pemimpin. Sipemimpin harus mau melihat apa yang menjadi aspirasi bawahannya. Mendengar sekaligus memberikan jalan keluar jika itu sebuah masalah, memberi ruang aktualisasi jika apa yang berasal dari bawah itu adalah sebuah ide. Dengan demikian “rakyat” akan menjadi sekumpulan rakyat yang di manusiakan. Dianggap status kerakyatnnya. Bawahan, atau lebih tepat disebut ujungtombak pepustakaan, yaitu pustakawan yang langsung berinteraksi dengan pemakai, mengetahui betul apa yang diinginkan oleh pemakai. Maka selayaknyalah mereka diajak, langsung maupun tidak untuk mengkonsep kegiatan-kegiatan atau terobosan perpustakaan. Ide ide pengembangan haruslah selalu dikonfirmasikan ke ranah paling bawah. Baik ide pengembangan yang bersifat teknik-mekanis seperti pengembangan sistem otomasi, maupun pengembangan yang bersifat konseptual, misalnya perluasan pelayanan dengan berlangganan database.

    Kelima adalah mengembangkan dan memperkuat pranata demokrasi, menjamin kebebasan pers dan akademik. Perpustakaan, sampai saat ini anggapan perpustakaan sebagai sebuah ilmu masih ada dan punya pijakan, maka kerangka akademik selalu akan mendahului dalam setiap perkembangannya. Kebebasan berekspresi secara akademik inilah yang perlu di perkokoh. Hal ini dapat berupa forum berbagi rasa, berbagi ide, melontarkan pendapat lewat lembaga pers, atau berdebat didepan publik sekalipun. Asal semuanya dapat dipertanggungjawabkan dan tetap dalam kerangka akademik. Semuanya sah-sah saja.

    Meningkatkan ketahanan dan keamanan dengan meningkatkan harkat dan martabat para personil pustakawannya. Hal ini berarti, diperlukannya sebuah upaya untuk meningkatkan martabat dan martabat para pustakawan. Dengan peningkatan harkat dan martabat ini, maka diharapkan semangat esprit de corps, semangat kesatuan akan tumbuh dan selalu tumbuh. Hal ini akan berbanding lurus dengan peningkatan ketahanan dan keamanan kepustakawanan.

    Ketujuh, adalah memelihara keutuhan perpustakaan dengan pendekatan budaya, dan pembangunan otonomisasi. Jika semangat esprit de corps telah terwujud, maka selanjutnya adalah memelihara kesatuan dalam sebuah kerangka budaya dan konsep otonomisasi. Konsep budaya berarti dalam pengelolaan perpustakaaan, terutama dalam perpustakaan besar dan mempunyai cabang-cabang, maka penghargaan atas budaya dan iklim yang dinamik dari setiap perpustakaan yang dimungkinkan berbeda-beda harus kita akui dan hargai keberadaannya. Otonomi berarti pemberian wewenang yang luas dalam mengelola kerumahtanggannya, namun tetap dalam garis-garis kebijakan umum.

    Kedelapan adalah berkaitan dengan perataan pendidikan diseluruh lapisan. Diharapkan tidak ada lagi gap, jarak, ketimpangan tingkat pendidikan diantara para pustakawan. Para pengelola perpustakaan haruslah mendorong para pustakawannya untuk kembali mencerap iklim akademik murni dalam sebuah universitas. Para pustakawan yang berniat untuk sekolah lagi, baik beasiswa murni maupun self foundation atau parent foundation sekalipun (oops.), harus didukung dan diarahkan. Semakin meratanya tingkat pendidikan para pustakawan, maka semakin merata dan bervariasi pula tingkat pemikirannya. Tentunya ini merupakan kondisi sangat sehat untuk menggali ide-ide pengambangan. Pendidikan dalam hal ini tidak melulu pendidikan formal an sich, namun juga pendidikan pendidikan moral dan etika yang mesti diterapkan pada semua lapisan. Lagi-lagi pemimpin memegang peranan untuk menjadi contoh dalam hal ini. Jika pemimpin mampu memberi contoh keteladanan etika, maka diharapkan lapisan bawah akan ikut untuk mencontohnya. Namun meskipun bawahan mempunyai landasan etika yang mapan, jika pemimpinnya jauh dari ideal, maka kemungkinan bawahan akan tergerus watak pemimpinnya menjadi besar. Pemimpin wajib mendidik bawahan, baik langsung maupun tidak langsung, melalui contoh-contoh nyata. Tidak sekedar contoh dalam bidang yang digeuti (perpustakaan), namu juga contoh dalam etika dan moralitas. Moralitas pemimpin merupakan harga mati untuk diterapkan.

    Mewujudkan keadilan bagi seluruh warga. Keadilan, kadangkala akan menjadi alasan utama terjadinya berbagai gejolak. Pembagian “kue” yang tidak merata, sesuai dengan porsi yang semestinya akan menimbulkan gejolak. Baik gejolak yang bersifat vertikal maupun horisontal. Analogi kue disini dapat kita pahami sebagai kue dalam arti sebenarnya maupun kue dalam arti konotatif. Jangan sampai setelah kita bangun berbagai hal mulai dari langkah pertama sampai ke delapan, hancur dalam langkah kesembilan. Keadilan, secara lebih luas adalah menempatkan segala sesuatunya dalam sebuah pola aturan yang sesuai dan proporsional.

    Terakhir, formulasi dalam pengembangan perpustakaan kita adalah dengan selalu mengambil peran aktif dalam mewujudkan peradaban ummat manusia yang maju dan dan beretika.

    Terimakasih dan mohon maaf

    Monday, 27 April 2009

    , , , ,

    Template Senayan versi Geologi UGM

    Entah kenapa pengen ngoprek template OPAC senayan, pilihan jatuh ke Invention. Setelah jadi, maka saya pake untuk OPACnya Teknik Geologi UGM. Kalau di pikir-pikir template ini ndak nyambung ya sama Geologi.

    Tidak banyak yg saya ubah, pun juga cuma berdasar suka-suka saja. Jadi jangan di ketawain ya :)

    Contohnya di http://geologi.ugm.ac.id/lib/




    Sourcenya saya beri nama Classic, ada di http://upload.ugm.ac.id/748classic.tar.gz

    terimakasih semoga bermanfaat

    Thursday, 23 April 2009

    , , , ,

    Video Lautan Jilbab

    lautan Jilbab, satu dari beberapa pementasan Teater Jamaah Shalahuddin UGM pada tahun 1980-an.

    Bagi yang menginginkan rekamannya silakan unduh di:

    CD Satu
    dan
    CD Dua

    semoga bermanfaat.

    Note:

    Mungkin ada yang betanya-tanya "Kok kualitasnya jelek ya?". Rekaman saya dapatkan dari mas Wisnu Wirawan, bentuknya kaset Betamax. Setelah saya bawa ke studio di daerah Demangan Baru, Pemilik studio mengatakan kalau susah mencari mesin pembacanya, dan akhirnya saya di rekomendasikan ke studio di Sapen (lupa namanya). Disana si pemilik mengatakan kl kualitasnya tidak begitu bagus. Meski kecewa, saya yakin rekaman itu akan berguna. Anehnya, tanpa saya beritahukan judul pementasan itu, si pemilik studio memberi title "Lautan Jilbab" pada cover CD. Jangan-jangan dia salah satu pemainnya :)

    Monday, 20 April 2009

    , ,

    Senayan support RFID

    Pada hari Sabtu tanggal 18 APril 2009 kemarin, Forum Pustakawan UGM berkesempatan mengadakan kegiatan Diskusi dengan tajuk "PEngembangan Software Opensource untuk perpustakaan: kiat dan model bisnisnya".

    BEruntung sekali, Mas Arie Nugraha dan Hendro Wicaksono bersedia mampir untuk menjadi pemantik diskusi kali ini. Tidak disangka peserta diskusi menembus angka 70-an, terdiri dari pustakawan UGM, mahasiswa UIN dan pustakawan LSM.

    Acara ini Gratis.

    Dalam press releasenya, Forum pustakawan UGM menuliskan bahwa Senayan merupakan aplikasi perpustakaan yg dibangun oleh pustakawan. Penekanan ini begitu berasalan, karena kebanyakan model software untuk perpustakaan dikembangkan oleh para praktisi TI yang bukan pustakawan.

    Ada quote menarik pada acara ini

    Hendro Wicaksono (Lead Developers Senayan) mengatakan:


    Dalam acara workshop yang dilaksanakan oleh tim SDC (Senayan Developers Community), ada 3M sebagai sponsor. Ketika 3M diberi software senayan untuk di ujicoba dalam mesin RFID milik 3M, ternyata Senayan berjalan dengan baik


    Muhtarom (Pustakawan SD Sriharjo Bantul)


    Pak Muhtarom ini ternyata mengimplementasikan Senayan Stable2 di perpustakaan SD nya. Karena masih Stable2 maka senayan ini masih berbahasa Inggris. Untuk memenuhi kebutuhan anak-anak SD, maka dengan sebaga upaya beliau membuat versi bahasa Indonesia dan juga bahasa Jawa. Berhasil. Dan Alhamdulillan mendapatkan juara pada lomba perpustakaan SD se Bantul.




    salam
    Unduh, Gunakan dan Laporkan.

    Thursday, 16 April 2009

    , , , ,

    Kata-kata bijak dalam jagad kepustakawanan

    Dua url ini saya temukan ketika SDD #2 di perpustakaan Pendidikan Nasional Jakarta.

    Entah kenapa saya cari dan buka-buka kembali.



    The true university these days is a collection of books.
    - Thomas Carlyle






    Make thy books thy companions. Let thy cases and shelves be thy pleasure grounds and gardens.
    - Judah ibn-Tibbon (12th century)






    To add a library to a house is to give that house a soul.
    - Cicero






    Libraries are as the shrine where all the relics of the ancient saints, full of true virtue, and that without delusion or imposture, are preserved and reposed.
    - Bacon



    Selengkapnya: http://www.useful-information.info/quotations/library_quotes.html

    dan juga http://reference.stcc.edu/random.htm

    Monday, 30 March 2009

    ,

    Pengalaman menggunakan linux....

    1. Saya mengetahui bahwa ada OS yang namanya Linux, pertama kali kurang lebih pada tahun 2000. Ketika itu saya masih kuliah di IlKom UAD. Namun hanya sekedar tahu dari membaca diktat saja, belum pada tahap instalasi dan implementasi. Apalagi kemudian saya drop out dari UAD.

    2. Berikutnya, melompat ke tahun 2004. Yaitu saat kursus jaringan di Smile group. Pada saat ini saya praktik instalasi Fedora Core 1. Yang difungsikan sebagai server internet menggunakan telkomnet instant.

    3. Dikos-kosan saya menginstall sendiri Fedora core 3 yang saya pinjam di rental. Cukup lama saya menikmati FC 3

    4. Kemudian disusul dengan Suse 9. Kemudian ke Suse 10.3 Namun sayangnya karena kompi saya jadul, tidak mampu saya install Suse 10. Akhirnya balik pake Suse 9, ditambah dengan OS windows saya kena virus, maka cukup lama, sekitar 3 bulanan saya menggunakan Suse 9. (klik)

    5. Setelah punya kompi baru, saya pasang ubuntu 8.04 aka Hardy Heron. Kemudian Ibex.

    6. Karena tertarik pada Debian, maka saya mencoba menginstall Debian. Tapi ternyata saya lebih nyaman menggunakan ubuntu. Sampai sekarang. Dan sudah beberapa waktu kompi saya hanya terpasang OS Linux Ubuntu 8.04.2, bukan dual boot dengan windows.

    7. Di tempat kerjaan, hampir, semua menggunakan Ubuntu. Server Otomasi menggunakan Ubuntu, 2 komputer akses internet menggunakan Ubuntu FF dan Blankon, yang sehari-hari saya gunakan menggunakan HH. Tinggal 2 yg belum OS.

    Mencoba hidup dengan Ubuntu, bisa gak ya?

    Banjir otomasi.

    Sudah diketahui banyak orang, di negri yang dinamakan Indonesia ini yang namanya perpustakaan belum semaju negri-negri tetangga. Namun ada yang menarik dari Negri Indonesia ini.

    salah satu perangkat dalam perpustakaan adalah alat otomasi. Alat ini berbentuk perangkat lunak yang digunakan untuk mengelola perpustakaan secara komputerize, begitu kurang lebihnya.

    Dalam perkembangan awalnya, hanya ada CDS/ISIS buatan UNESCO serta beberapa software, misalnya NCI Bookman dan DYNIX. Kemudian pada beberapa universitas ada yang membuat sendiri. Tentunya ini butuh biaya dan sdm yang tidak sembarangan.

    Namun sekarang, cobalah kita tengok. Kalau diminta menyebut software otomasi, wah bisa puluhan kita sebut. Dari yang versi jualan, versi gratisan, dari luar negeri dari dalam negeri, yang hanya untuk otomasi sampai dengan untuk digital.

    "wah-wah kalau begini para pustakawan bisa dibikin bingung ya" celetuk Poltak.
    "Bingung bagaimana Tak?" tanya Karyo.

    "Coba bayangkan, para pustakawan kalau diminta pimpinan instansi dimana dia bekerja sebagai pustakawan untuk menerapkan sistem yang pake komputer, atau otomasi. Wah milihnya bisa berhari-hari" jawab Poltak.

    "Semua perangkat lunak ini menawarkan kelebihannya masing-masing" lanjut Poltak.

    "Iya Tak, memang banyak dan punya kelebihan masing-masing, tapi kl mau menggunakan semestinya kita sesuaikan dengan kebutuhan. Bagaimana dan sejauh mana kebutuhan kita. lalu kalau kebutuhan itu meningkat, bagaimana kemampunya sistem yang sudah ada dalam mengakomodir kebutuhan kita" jelas Karyo.

    "Kalian ini bicara apa, pustakawan yang diminta untuk membuat sistem otomasi perpustakaan lalu mikirnya "Mau pake software apa ya, dan nyarinya dimana ya?" itu saja masih ada kok" sela Harjo.

    "maksudmu apa kang?" tanya karyo

    "Begini, masih ada lho pustakawan yang bingung kalau diminta bikin otomasi untuk perpustakaanya, mau pake apa dan nyarinya dimana. Selain itu ada juga yang terpaksa sudh beli jutaan tapi ndak kepake..." lanjut Harjo.

    "Ooo masih ada ya kang?" Poltak dan Karyo bersamaan.

    Monday, 23 March 2009

    , , ,

    Ngrasani kampanye:

    Komentar BangOne ketika menampilkan gaya-gaya kampanye partai politik cukup menggelitik "Ketika kampanya jadi ketahuan Aslinya".
    Betapa tidak, dari berbagai partai yang ada nyaris kita tidak bisa menilai partai mana yang paling tidak melakukan pelanggaran. bangOne berkomentar, ada partai bising, partai keras, partai keluarga, partai nekad dan seterusnya.

    Ketika deklarasi kampanye damai dilaksanakan, ada saja ulah simpatisan yang tidak simpatik. Kemudian ketika pawai simpatik yang masih bagian dari deklarasi kampanye damai ini, partai sudah mulai menampakkan pelanggaran-pelanggaran.

    Mulai dari partai yang melanggar kesepakatan batas maksimal peserta. Setidaknya penulis melihat di stasiun televisi memperlihatkan Gol*** dan PaKeEs melanggar kesepakatan ini. Kemudian disusul dengan pelanggaran membawa anak-anak dalam kampanye. Untuk jenis ini, hampir semua partai melanggar. Dari partai lama sampai partai baru yang menjanjikan perbaikan. Termasuk Gerin***, malahan sang penasihat partai menyalami anak-anak sewaktu kampanye..

    Dalam hati saya bertanya, perbaikan yang mana? wong pelanggaran juga mereka lakukan.
    Mungkin ada yang berdalih, anak-anak dibawa kampanye itukan sekalian mengenalkan pendidikan politik sejak dini. Alasan ini sah-sah saja, tapi bukankah semestinya yang namanya atura itu ditegakkan.

    Pagi tadi, dalam liputan RCTI partai Gol*** melakukan kampanye dengan diiringi goyangan erotis ala dangdut, ditonton anak-anak pula. Padahal ada UU Pornografi di negeri ini. Kemudian disusul kader partar DeM***** yang menganiaya kader lain, bahkan penganiayaan ini dilakukan didepan anaknya.

    Inilah deretan fakta selama kampanye, bahkan belum berakhir kampanye. Dimana, sebelumnya diawali dengan tertangkapnya aleg dari PeAeN atas kasus suap.

    Memang benar kata bangOne, selama kampanye akan ketahuan aslinya.
    Dan sepertinya, memilih itu memang bukan hal yang mudah.

    Friday, 20 March 2009

    , , ,

    Dinamika Organisasi

    Dalam berorganisasi, meng banyak hal yang akan kita temui.

    Dari sekedar berbagi peran, menonton, debat sampai dengan konflik.

    Ada banyak cara pula dalam menyikapinya, ada yang menganggap itu sebagai sebuah pembelajaran masa lalu, sekedar iseng, cari pengalaman dan banyak hal lainnya.

    Dulu, saya pernah aktif di JS (Jamaah Shalahuddin UGM). Sebuah organisasi dakwah. Tentunya ada banyak dinamika didalamnya, dengan nama besar JS waktu itu. Sampai2 JS menjadi arena untuk penelitian dalam menyelesaikan skripsi.

    DIantaranya ada Skripsi Feriawan Agung Nugroho, yang mengangkat tt konflik kepentingan mahasiswa Islam di JS.

    Namun ternyata dinamika JS juga meninggalkan bentuk cinta yang lain. Ada yang menumpahkan kecintaan JS dengan membuat blog untuk memantau JS, dengan memposting berbagai tulisan yang dia buat sewaktu masih di JS. Ada tulisan untuk mengkritisi, ada tulisan untuk menanggapi. Selain itu ada tulisan untuk membela diri, kaitannya dengan konflik yang terjadi di JS. Penulis blog memberinya judul Risalah Tabayyun, berkaitan dengan konflik Jenjang Suara yang pernah terjadi di JS. Sebuah konflik, yang dimulai dengan digulirkannya ide pembedaan suara dalam pengembilan keputusan di JS, 1 suara, 2 suara dan 3 suara. Bergantung pada jenjang pengkaderan yang sudah pernah diikuti.

    Inilah dinamika organisasi, dimana didalamnya kita dituntut untuk berjiwa besar. Baik dalam mengakui kesalahan, meminta maaf atau mengakui kelebihan dan juga kekurangan orang lain.

    Untuk lengkapnya silakan buka di Pantau Shalahuddin.

    Sepertinya yang tertulis di blog itu hanya sebagian kecil dinamika yang terjadi di JS, disamping isu-isu terkooptasinya JS oleh partai politik, hegemoni JS dan semacamnya.

    Salam

    Tuesday, 10 March 2009

    Seragam Otomasi

    Poltak, sebagai pustakawan yang punya latar belkang pendidikan pustakawan baru saja menerapkan perangkat lunak aplikasi perpustakaan di perpustakaanya. Seperti biasanya, dia begitu bersemangat. Menurutnya ini adalah salah satu bentuk aktualisasi dirinya sebagai pustakawan, menerapkan apa yang dia bisa untuk kemajuan pustakawannya.

    "Asem tenan kok kang, jane maksude ki piye to?" poltak curhat dengan bahasa jawa kepada teman Seniornya, karyo.
    "Aku itu sudah belajar ilmu perpustakaan, sekarang aku mau menerapkan otomasi di perpustakaanku. Lha ini malah ada penyeragaman, harus memakai sistem otomasi tertentu." Lanjut Poltak.

    "Lho emange kenapa to Tak?, bukannya itu bagus jadi semua bisa memakai software yang sama sehingga ada keseragaman?" kayo bertanya.

    "Iya, memang bagus kalau ada keseragaman. Permasalahannya adalah bagaimana cara menyeragamkan itu. Apakah dengan cara main perintah, harus ini-itu dan seterusnya. Lha coba kamu lihat, di Indonesia ini, banyak perpustakaan yang berlomba-lomba membuat sistem sendiri-sendiri. Semua mengunggulkan sistemnya masing-masing. Ada yang dibiayai dengan duit negara. Lha coba, kalau yg bikin itu satu saja lalu di pake bareng-bareng, pasti lebih irit to kang.!" Poltak menjelaskan.

    Terlihat, karyo menggut-manggut tanda mengerti.

    Thursday, 5 March 2009

    , , , , , , ,

    Renungan ala Sastrawan..

    Puisi, sajak memang dapat digunakan untuk sarana merenung, menghaluskan hari dan mengetes kepekaan kita.

    Kemarin sore, 4/Maret/2009 saya mendapatkan kumpulan puisi Emha, Gus Mus dan Rendra dari Saudara Rachmad. Entah kenapa, saya ternyata juga menikmati puisi, meski hanya ada 1 atau dua buku puisi yang saya miliki.

    Belum semua saya dengarkan, tapi dari yg sudah saya dengarkan ada beberapa yang mengena ketika saya dengarkan.

    beberapa diantaranya adalah:

    1. kau Ini bagaimana download sini
    2. La Ilahailallah download sini
    3. Sujud download sini
    4. Memilih Presiden download sini

    Untuk Puisi lengkap, silakah download di sini dan sini
    ----
    Berikut translasi puisi “Kau Ini Bagaimana Atawa Aku Harus Bagaimana”

    Kau ini bagaimana?
    kau bilang aku merdeka, kau memilihkan untukku segalanya
    kau suruh aku berpikir, aku berpikir kau tuduh aku kafir

    aku harus bagaimana?
    kau bilang bergeraklah, aku bergerak kau curigai
    kau bilang jangan banyak tingkah, aku diam saja kau waspadai

    kau ini bagaimana?
    kau suruh aku memegang prinsip, aku memegang prinsip kau tuduh aku kaku
    kau suruh aku toleran, aku toleran kau bilang aq plin plan

    aku harus bagaimana?
    aku kau suruh maju, aku mau maju kau selimbung kakiku
    kau suruh aku bekerja, aku bekerja kau ganggu aku

    kau ini bagaimana?
    kau suruh aku takwa, khotbah keagamaanmu membuatku sakit jiwa
    kau suruh aku mengikutimu, langkahmu tak jelas arahnya

    aku harus bagaimana?
    aku kau suruh menghormati hukum, kebijaksanaanmu menyepelekannya
    aku kau suruh berdisiplin, kau mencontohkan yang lain

    kau ini bagaimana?
    kau bilang Tuhan sangat dekat, kau sendiri memanggil-manggilnya dengan pengeras suara tiap saat
    kau bilang kau suka damai, kau ajak aku setiap hari bertikai

    aku harus bagaimana?
    aku kau suruh membangun, aku membangun kau merusakkannya
    aku kau suruh menabung, aku menabung kau menghabiskannya

    kau ini bagaimana?
    kau suruh aku menggarap sawah, sawahku kau tanami rumah-rumah
    kau bilang aku harus punya rumah, aku punya rumah kau meratakannya dengan tanah

    aku harus bagaimana?
    aku kau larang berjudi, permainan spekulasimu menjadi-jadi
    aku kau suruh bertanggungjawab, kau sendiri terus berucap wallahu a’lam bissawab

    kau ini bagaimana?
    kau suruh aku jujur, aku jujur kau tipu aku
    kau suruh aku sabar, aku sabar kau injak tengkukku

    aku harus bagaimana?
    aku kau suruh memilihmu sebagai wakilku, sudah kupilih kau bertindak sendiri semaumu
    kau bilang kau selalu memikirkanku, aku sapa saja kau merasa terganggu

    kau ini bagaimana?
    kau bilang bicaralah, aku bicara kau bilang aku ceriwis
    kau bilang jangan banyak bicara, aku bungkam kau tuduh aku apatis

    aku harus bagaimana?
    kau bilang kritiklah, aku kritik kau marah
    kau bilang carikan alternatifnya, aku kasih alternatif kau bilang jangan mendikte saja

    kau ini bagaimana?
    aku bilang terserah kau, kau tidak mau
    aku bilang terserah kita, kau tak suka
    aku bilang terserah aku, kau memakiku

    kau ini bagaimana?
    atau aku harus bagaimana?

    1987
    Mustofa Bisri (Gus Mus)

    ----------

    semoga bermanfaat

    Wednesday, 4 March 2009

    , , ,

    Rerasane Pustakawan

    Entah kenapa, saya ingin memindah beberapa cerpen ringan yang masih amatir, yang sebelumnya saya posting di http://purwoko.blog.ugm.ac.id ke blogspot.

    Mungkin sekedar pengen merasakan blogspot itu rasanya seperti apa.
    Nama blognya adalah mustoko. Saya namai mustoko, karena kata Prof Damarjati, pustaka itu juga bisa diidentikan dengan mustoko, yang artinya kepala. Walah.... ngakak

    -------
    Perpustakaan, Harjo, Poltak dan Karyo

    Di negeri ini, perpustakaan merupakan hal yang tidak aneh lagi. Sejak dari SD sampai perguruan tinggi terdapat ruang yang namanya perpustakaan. Bahkan, meski bukan tempat orang belajar yang formal, tetap ada perpustakaanya. Sebut saja perpustakaan desa, perpustakaan masjid, perpustakaan gereja, atau apa yang para aktifis menyebutnya perpustakaan alternatif.

    Kalau dibaca dari tulisan para cerdik pandai, pembagian perpustakaan itu ada bermacam-macam. Ada perpustakaan umum dan khusus, ada perpustakaan sekolah, perpustakaan perguruan tinggi dan semacamnya.

    Lalu apa yang ada dalam perpustakaan? tentunya ada buku. Kan perpustakaan itu berasal dari “pustaka” yang artinya buku, atau dalam bahasa arab disebut kitab.

    selengkapnya ada di http://mustoko.blogspot.com

    Friday, 27 February 2009

    Kembalikan buku kami

    Hari itu hari minggu, seperti biasanya, Poltak, Harjo dan Karyo, si Trio Pustakawan ini jalan-jalan pagi. Olahraga bersama, dengan mengajak keluarganya masing-masing tentunya. Disinilah keakraban terlihat diantara ketiga keluarga ini.

    “Wah, setelah penat dengan kerjaan, akhirnya hari ini kita bisa santaiiiiiiiiiiiiii. Lomba lari yo!!” Harjo membuka pembicaraan.

    “Ah, kau Mas Harjo. Sudah tua masih saja mengajak lomba lari, pasti kalah kau. Lebih baik kita jadi juri lomba lari anak-anak kita yang masih kecil ini, sekalian mengkader mereka. Siapa tahu nanti jadi atlet. Betul nggak?” Poltak menjawab tantangan Harjo.

    “Oke, boleh juga itu” harjo dan Karyo setuju.

    AKhirnya anak-anak mereka bersiap lomba lari. Semetara para istri juga sibuk membimbing anak-anak mereka. Disela-sela waktu, karyo, harjo dan Poltak terlibat pembicaraan.

    “Ah, sebenarnya satu minggu ini aku agak kecewa dengan pekerjaanku. Ada ketidak puasan” Harjo kembali membuka pembicaraan.

    “Kenapa kang?” karyo bertanya.
    “Kalau dihitung aku sampai lupa, tapi ada beberapa pengguna perpustakaanku yang kecewa. Kecewa karena koleksi yang dia butuhkan tidak ketemu. Ketika aku telusur ternyata buku-buku itu dipinjam oleh bapak-bapak guru, dipakai oleh beliau.” Harjo menerangkan.

    “Iya Mas, padahal para siswa sebenarnya punya hak juga untuk meminjam, bukankah mereka ini sekolah membayar, berarti koleksi perpustakaan itu juga bagian dari hak dia atas kewajiban dia membayar itu. Ya.. menurutku Mas Harjo memintanya saja, ditulis koleksi apa saja yang sedang dibutuhkan para siswa itu. Kemudian berikan kepada guru yang meminjam. Yang jelas, pakai cara yang baik dan sopan” Karyo memberi solusi.

    “Dilema juga mas. Guru butuh untuk mengajar, siswa butuh untuk belajar. Sepertinya ini perlu kita pahamkan kepada mereka, para pengguna perpustakaan kita ini. Supaya ndak ada yang menang-menangan. Kadang bukan cuma guru yang minjam lama tidak dikembalikan. Siswa juga, karena merasa mampu membayar denda dia sengaja terlambat lama. Ya karena memang membutuhkan, punya uang untuk membayar denda, ya menang-menangan.” celetuk Poltak memecah suasana.

    “Kita memang mesti arif dan bijaksana. Memperlakukan pengguna kita tanpa pembedaan, baik itu guru, siswa maupun karyawan. Kalau mereka terlambat ya didenda. Dan mekanisme denda justru harus kita terapkan ketat pada para guru, baru siswa” Poltak menyambung tanpa jeda.

    “Lho kok malah guru dulu kang?” tanya Harjo.

    “Lha kan guru itu diGUGU dan DITIRU, mestinya kan para guru ini dulu yang menjadi contoh. Baru siswanya” jawab Karyo menebak.

    “Betul itu mas Karyo!!” Poltak menguatkan.