Monday, 23 April 2007

Alternatif Aplikasi Open Source dan Free Software Terhadap Aplikasi Propertiery

sumber: http://www.hdn.or.id


Tabel daftar aplikasi ini akan saya update secara perlahan-lahan untuk bisa mendapatkan daftar aplikasi open source sebagai alternatif dari aplikasi propertiery. Bagi yang ingin turut berkontribusi, silakan tinggalkan pesan di ruang komentar. Semoga bermanfaat untuk semua.























































































































  Open Source & Freeware
Propertiery
Operating System  
Office Application PackOpenOfficeMS Office
Word ProcessingOpenOffice Writer, AbiWordMS Word
SpreadsheetOpenOffice CalcMS Excel
PresentationOpenOffice ImpressMS Powerpoint
Draw DiagramDIA, FreeMindMS Visio, Mindjet Manager
Graphics DesignGimp, InkscapeCorelDraw!, Freehand, Adobe Photoshop
Internet BrowserFirefox, OperaInternet Explorer (IE)
AntivirusClamwin, AVG Free Advisor, SoftlabsAV, avast! 4 Home Edition, Avira AntiVir, ClamAV, Comodo Antivirus, CyberHawk Basic, PC Tools Anti Virus Free EditionNorton Antivirus, McAfee, AVG Antivirus
Email ClientMozilla ThunderbirdOutlook Express
3D Modelling & AnimationBlenderAuto Desk 3D Max
Desktop PublishingScribusAdobe Pagemaker
Instant MessengerGaim, Yahoo Messenger, GoogleTalk 
Project Management ToolDotProject (web based)MS Project
ERPCompiere, ERP5SAP
Programming LanguagePHP, PerlASP
Integrated Development EnvironmentDev C++Visual Basic, Visual C++
Web ServerApacheIIS
Database ServerMySQL, PostgreSQL, 
Numerical ComputationScilabMathLab
GISMapWindow GIS 
Web DevelopmentOpenLaszloMS FrontPage, Dreamweaver

NB: Daftar Padanan Aplikasi Windows vs Linux di situs Romi Satria Wahono
NB lagi: Situs-situs penyedia open source dan free software:

  1. http://kambing.vlsm.org

  2. http://komo.vlsm.org (idem sama yg nomor 1)

  3. http://www.tigris.org/

  4. http://www.sourceforge.net/

  5. http://www.freshmeat.net/

Monday, 16 April 2007

Pengaruh Pendidikan Terhadap Perilaku Ekonomi Perempuan





sumber http://www.ugm.ac.id/

Hasil penelitian Dra Ismaini Zain MSi menunjukkan, bahwa peluang perempuan kawin di perkotaan dalam berpartisipasi ekonomi hampir dua kali lipat daripada perempuan di pedesaan. Rendahnya peluang perempuan pedesaan dalam berpartisipasi ekonomi lebih dikarenakan rendahnya pendidikan.

Demikian staf pengajar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Intitut Teknologi Sepuluh Nopember saat ujian terbuka program doktor, di Sekolah Pascasarjana UGM, Senin, (16/4). Promovenda mempertahankan desertasi “Pengaruh Pendidikan, sikap Dan Nilai-Nilai Personal Terhadap Perilaku Ekonomi Perempuan Kawin Di Kabupaten Sidoarjo”, dengan bertindak selaku promoter Prof Drs Kasto MA dan ko-promotor Dr Suhatmini Hardyastuti MS serta Prof Dr Asip F Hadipranata.

“Pendidikan yang berpengaruh kuat terhadap perilaku ekonomi hanya pada beda antara pendidikan SMA dengan SD. Bahwa perempuan yang berpendidikan SMP belum cukup mampu untuk bersaing di pasar kerja,” ujar Ismaini Zain.

Dirinya menjelaskan, bagi perempuan di pedesaan rendahnya pendidikan telah menyebabkan peluang berpartisipasi ekonomi semakin kecil. Bagi perempuan di perkotaan yang berpendidikan SMA ke atas lebih berpeluang berpartisipasi secara ekonomi di sektor jasa daripada sektor perdagangan dan industri.

“Mereka berpartisipasi ekonomi dengan status formal dan bekerja di pasar kerja sekunder,” jelas perempuan kelahiran Surakarta, 25 Mei 1960 ini.

Kata Ismaini, sikap positif terhadap kegiatan ekonomi ditambah nilai-nilai personal yang kuat telah mendorong perempuan perkotaan untuk berpartisipasi ekonomi (faktor nilai publik). Sebaliknya, kondisi ini tidak berlaku bagi perempuan di pedesaan. Perempuan di pedesaan sampai saat ini masih sulit untuk berpartisipasi ekonomi dikarena faktor rendahnya pendidikan.

“Kalaupun mereka berpartisipasi ekonomi lebih dikarenakan kemiskinan. Selain itu, perempuan pedesaan cenderung bersikap negatif terhadap kegiatan ekonomi dikarenakan nilai-nilai personal yang lebih kuat untuk mendorong perempuan untuk tidak berpartisipasi ekonomi (faktor nilai domestik),” tandas istri Purwoko Raharjo Mulyo, ibu empat putra yang dinyatakan lulus dengan predikat sangat memuaskan, sekaligus meraih gelar doktor bidang ilmu studi kependudukan UGM. (Humas UGM).

Sunday, 8 April 2007

, ,

Ngoprek Openbiblio

dari sekian banyak software otomasi perpustakaan, openbiblio merupakan salah satunya. Software ini dikembangkan oleh dave Steven. Sejak pertama kali muncul sampai sekarang OB ini telah mencapai versi 0.6.0. Dengan mengandalkan php sebagai scriptingnya, mysql sebagai databasenya dan apache sebagai web servernya, OB mampu memberikan kemudahan dalam pengelolaan koleksi perpusakaan. Tentunya berkaitan dengan pengelolaan koleksi hardcopy laiknya buku, majalah, jurnal dll.

Dari beberapa kali nginstall dan mengoperasikan, baik sebagai localhost maupun dalam web, saya berapresiasi sekali dengan OB ini. Selain mudah dalam hal instalasi, OB juga mudah dalam pengoperasian.

Saya kira untuk sekolah atau perpustakaan-perpustakaan kecil yang tidak begitu mampu untuk membeli software yang mahal-mahal, OB bisa menjadi alternatifnya. Selain sirkulasi kita bisa mendapatkan statistik yang lumayan banyak. Laporan statistik itu antara lain:
buku populer, buku terlambat, anggota terlambat, bikin surat keterlambatan, bikin barcode koleksi, nyari jumlah koleksi dll. Emmm,ternyata di OB juga ada menu pesan, asyiknya dengan menu ini memungkinkan sistem untuk memberitahu kita jika ada buku yang dipesan tapi akan dipinjam oleh orang lain. Selain itu scrip yang dibangun memberi kemudahan kita untuk mengontrol barcode yang telah kita masukkan. Jika ada barcode pernah ditulis dan di tulis kembali, OB akan menolak dan mengingatkan kita.... Asyik ya...

ViVa LiGOS -- Library go Opensource

silakan coba
, ,

Ganesha Digital Library (GDL) version 4.2

http://semweb2.ismailfahmi.org/archives/14#more-14

After a long idle since the first release of the Ganensha Digital Library version 4.0 in 2002, now, the Indonesian knowledge based community is waiting for the next version of the software, GDL 4.2. More features, better coding styles, more flexible, and many other ‘more’s.

Last week I got an email from my friend from the KMRG (Knowledge Management Research Group) ITB, Beni Rio Hermanto, telling that a new version of GDL will be launched next year. He also gave me a test run link (this is a temporary site, might be broken in the future). Today I managed to grab several screenshots.

Doa dan Hutang

dari gusmus.net
18 Nopember 2006 19:01:49

Ini kisah ketika situs www.gusmus.net sedang didiskusikan rubrikasinya antara redaksi dengan Gus Mus di Rembang.

Salah satu rubrik yang disepakati adalah rubrik “gerimis” yang berupa untaian doa-doa keseharian. Direncanakan secara berkala, doa-doa sehari-hari yang dibutuhkan pembaca akan dihadirkan. Mulai dari doa makan, doa minta rezeki dan keselamatan, sampai doa dibebaskan dari himpitan hutang.

Sehubungan dengan doa yang terakhir di atas, Gus Mus tiba-tiba berkomentar, “wah kalau gitu nanti ada juga doa untuk mencari hutang….

Curiculum Vitae

PURWOKO





YM: purgeologi


Alamat: Sendowo F 145, Sleman Yogyakarta 55281






































Tempat, Tgl. Lahir:Gunungkidul, 18 Mei 1982

Jenis kelamin

:Laki-laki

Status pernikahan

:
Menikah (8 Agustus tahun 2008)


Alamat asal

:
Nglipar Kidul, Nglipar Gunungkidul Yogyakarta 55852

Pengalaman Manajerial
Sterring Committee dan Wakil Ketua umum Ramadhan Di Kampus Jama'ah Shalahuddin UGM 2003

Ketua Divisi Perpustakaan Jama'ah Shalahuddin UGM 2003

Sekretaris Badan Pekerja Majelis Permusyawaratan Akbar Jama'ah Shalahuddin UGM 2002

Koordinator Bedah Buku Ramadhan Di Kampus Jama'ah Shalahudin UGM 2002

Pemimpin Sidang I Kongres Forum Komunikasi Mahasiswa Perpustakaan Indonesia 2002

Koordinator KKN Tematik Relawan Gempa Kelompok ISI dan Semail, UIN Sunan Kalijaga 2006

Sekretaris pada Workshop "One Day Workshop on LIS research methods" Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga 2007
Pelatihan dan Kursus
Training Kepemimpinan tingkat I, II & III Jama'ah Shalahuddin UGM 2002-2004

Diklat Desain dan Pemrograman Web (Lembaga Pendidikan SMILE Group) Maret-Mei 2006

Pelatihan Komputer di PPTIK

Pelatihan jaringan di PPTIK

Pelatihan/Kursus Jaringan di Smile Groups

Pelatihan Bahasa Program di BITS Training Centre

Kursus Bahasa Inggris di English Link 2005
Pengalaman Kerja

PKL di Perpustakaan Teknik UGM (2003)

Magang Kerja di Perpustakaan FISIPOL UGM (maret-juni 2004)

Pustakawan di Teknik Geologi UGM (juli 2005 – sekarang)

Instruktur Pelatihan Otomasi untuk Mahasiswa di UIN Sunan Kalijaga

Instruktur Pelatihan Perpustakaan Pondok Pesantren di UIN Sunan kalijaga (Januari/Maret 2008)

Fasilitator Pelatihan Perpustakaan Program ASKADOL/PSKP UGM

Salah satu tim dokumentasi Software Opensource untuk Perpustakaan 'Senayan'

Instruktur Pelatihan Software Senayan di acara MagelangAksara Vaganza
'

Instruktur Pelatihan Software senayan di UNS Surakarta'
Instruktur Pelatihan Software senayan yang digelar Perpustakaan Kota Magelang'
Instruktur Pelatihan Web 2.0 Untuk pustakawan UGM (14 Mei 2009)'
Fasilitator Sosialisasi Software Senayan untuk Pustakawan SMU/MA kota Temanggung (16 Mei 2009)'
Fasilitator Workshop Pengelolaak Aset Digital, yg diselenggarakan UPU Perpus UGM dan S2 MIP UGM di MM UGM (30 Mei 2009) '
Pembiacara Talkshow "Senayan" di Festifal Komputer Indonesia JEC Yogyakarta (13 Juni 2009)
Fasilitator Pelatihan Pengelolaan Aset Digital Fakultas Filsafat UGM (19 Juni 2009)'
Fasilitator Pelatihan Otomasi Perpustakaan "Senayan" yang diselenggaraan FISIPOL UGM (18 Juli 2009)
Fasilitator Pelatihan Instalasi SIPPUS UGM (16 Oktober 2009)
Fasilitator Pelatihan Otomasi Perpustakaan "Senayan" yang diselenggaraan UIN SUnan Kalijaga (November-Desember 2009)
Fasilitator Pelatihan Blog untuk Mahasiswa Kedokteran Gigi UGM
Pembicara Seminar "SLiMS: Library System for Library Freedom" yang diselenggarakan perpustakan Daerah Sleman (29 Juli 2010) di Grha Sarina Vidi Yogyakarta
Instruktur Bimbingan Teknis SliMS untuk Pustakawan BAPETEN Jakarta (21 Oktober 2010)
Instruktur TOT Garba Rujukan Digital (GARUDA) untuk Pustakawan DIY, diselenggarakan oleh FPPTI DIY, 13 Oktober 2010
Fasilitator Pelatihan SLiMS di Universitas Dian Nuswantoro Semarang, diadakan oleh Perpustakaan Daerah Semarang tanggl 10 November 20100
Fasilitator Pelatihan SLiMS untuk SMK RSBI Yogyakarta di PPTIK UGM, diselenggarakan oleh Dikpora DIY dan UPU Perpustakaan UGM tanggal 1-5 November 2010
Fasilitator Pelatihan SLiMS untuk SMA RSBI Yogyakarta di PPTIK UGM, diselenggarakan oleh Dikpora DIY dan UPU Perpustakaan UGM tanggal 22-23 Desember 2010
Fasilitator pelatihan SLiMS di UNS, 29 Desember 2010




Kualifikasi tambahan




Menguasai aplikasi MS Office, Open Office


Web master (bersama Rachmad Resmiyanto www.rachmadr.web.ugm.ac.id ) untuk Simposium Geologi Internasional : The 8 th Field Wise Seminar on Geological Engineering Field -- The 3 rd International Symposium & Exhibition on Earth Resources and Geological Engineering Education Gadjah Mada University August 2006 ( www.fws.ugm.ac.id )

Web Master untuk web pribadi Dr. Heru Hendrayana ( www.heruhendrayana.staff.ugm.ac.id )

Web master Gempa Jogja untuk Teknik Geologi UGM ( www.fws.ugm.ac.id/disaster/ )

Web master Teknik Geologi UGM ( www.geologi.ugm.ac.id ), Forum Diskusi Teknik Geologi UGM ( www.geologi.ugm.ac.id/forum ), dan Webite Himpunan Maasiswa Teknik Geologi UGM ( www.geologi.ugm.ac.id/hmtg )



Minat Kajian


Perpustakaan Islam

Manajemen Perpustakaan

Perpustakaan Digital

Aspek Sosial Perpustakaan

Islamisasi Sains







Riwayat Pendidikan



(on going) S2 Manajemen Informasi dan Perpustakaan UGM
S1 pada jurusan Ilmu Perpustakaan dan Informasi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
Diploma III Manajemen Informasi dan Perpustakaan Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, (2004)
SMK 1 Wonosari, Gunungkidul Yogyakarta, Jurusan Manajemen Bisnis, (2000)
SLTP 1 Nglipar, Wonosari Gunungkidul Yogyakarta, (1997)
SD Inpres Sumberjo, Nglipar Gunungkidul (1994)




Tips Goggling

Googling Tips
(di copy pastekan dari Tips yang ada di Intranet Perpustakaan UGM)

( Semua teknik ini dapat dibaca di: Google ). Cara-cara ini adalah mengusahakan agar google menampilkan hasil yang se-spesifik mungkin, sesuai dengan kata kunci kita.

* Tips 1: Penggunaan biasa dan penggunaan Pencarian Canggih/Advanced Search

Tips pertama adalah penggunaan google biasa. Memasukkan kata kunci yang kita cari. Untuk mencari hasil yang lebih spesifik, dapat menggunakan Advanced Search/Pencarian Canggih

* Tips 2: Menentukan Urutan Kata Kunci

Untuk kata tercari yang berurutan (atau disebut frasa), gunakan teknik tanda kutip :
Misal: <strong>"orang gila"</strong>
Anda juga dapat menggunakan lebih dari 1 kelompok frasa

* Tips 3: Menentukan Format File

Untuk format/jenis file tertentu, anda dapat menambahkan kata
[katatercari] filetype:formatfile atau
[katatercari] .formatfile
contoh :"perpustakaan digital" filetype:pd
atau "teknik jaringan" .pdf

dengan menggunakan cara ini maka file yang akan ditampilkan adalah hanya file-file dengan format yang anda tentukan saja.

Selanjutnya untuk format file anda dapat memilih seperti daftar di bawah ini:

o Microsoft Word Document => .doc
o Portable Document Format => .pdf
o Microsoft Power Point Slide => .pps
o Microsoft Power Point Presentation => .ppt
o Microsoft Excel => .xls
o Text Format => .txt
o Rich Text Format => .rtf
o Compiled HTML Help Modules => .chm
o dll sesuai dengan extensi file


Coba anda ketikkan dalam google search bar kata kata ini:
ayam jantan filetype:doc

Namun anda jangan berharap dapat menemukan file berformat .mp3, wav atau file audio dan video dengan cara ini. Google telah melakukan block untuk jalan ini untuk menghindari pembajakan. Namun anda masih dapat menemukannya di situs pencarian Altavista.com
Tapi dengan google pun kita masih bisa menemukannya dengan tips yang akan dijelaskan di bawah nanti.. ;)

* Tips 4: Menentukan judul File
Anda juga dapat menentukan judul file yang anda cari, dengan menambahkan kata-kata

intitle:katakunci

Begini contohnya: intitle: "menjelajah ruang angkasa"
Kata intitle dapat diganti dengan allintitle

* Tips 5: Menentukan definisi suatu istilah
Gunakan kata define:kata yang dicari untuk menentukan istilah tertentu. Maka google akan mencarikan situs yang mendefinisikan istilah tersebut.
Contoh: define:schizophrenia


* Tips 6: Mengalokasikan pencarian pada lokasi tertentu

Mengalokasikan pencarian pada situs tertentu bisa dilakukan dengan cara berikut:
o Jika situs tempat pencarian sudah jelas nama hostnya
Anda dapat menggunakan kata site:kata yang di cari

Contoh:lumpur panas site:detik.com

o Jika nama situs masih samar
Gunakan kata inurl:kata yang dicari

Contoh: inurl:ugm.ac.id

* Tips 7: Memanfaatkan index suatu direktori dalam suatu host web server
Teknik ini memanfaatkan suatu direktori webserver dengan open permission pada suatu situs yang terindeks oleh google. Anda juga dapat mencari musik, buku, video, iso, dan lainnya disini ;) Hip Huraa
Apa jadinya pada halaman google jika kita lakukan pengetikan seperti ini?

intitle: "index of" mp3 "bryan adam"

Ya, kita bisa menuliskan intitle:"index of"kata tercari
Kata tercari itu bisa anda isikan:
o iso
o ebook atau book
o mp3, atau wav atau mp3g atau avi atau audio dll
o tgz, rar dll


* Tips 8: Memanfaatkan cache Google untuk death page

Death page adalah halaman yang sudah tidak ada/sudah terhapus atau berganti, namun masih terindeks oleh google sebagai halaman utuh. Cirinya adalah jika kita cari, google bisa mendapatkan result terhadap halaman itu, namun halaman tersebut tidak bisa dibuka.
Dengan demikian kita bisa memanfaatkan salinan. Dengan demikian kita akan mengambil lagi halaman tersebut yang tersimpan di google.
,

Library Opensource

Banyak yang gratis kok......

Perkembangan teknologi ternyata berimbas luar biasa pada software yang diperuntukkan pada perpustakaan. baik itu otomasi maupun pengelolaan sumberdaya digital. Namun demikian banyaknya software ini tidak dibarengi oleh kemauan para pengelola perpustakaan untuk "ngoprek" software yang ada dan berlisensi GPL ini.

Malahan kebanyakan pengelola perpustakaan berlomba-lomba membeli ke berbagai vendor.
Kenapa harus beli? dengan software opensource kita bisa mengambil, memodifikasi, dan membagi kepada orang lain. Banyaknya Forum diskusi untuk pengembangan software tersebut juga bejibun.

jadi kenapa pusing... viva LiGOS, Library go Opensource...!!!
, , ,

Al Attas: pandangan dan kiprahnya di bidang perpustakaan

Dalam tulisan ini, dengan segala keterbatasannya, saya ingin mengetengahkan pandangan dan kiprah singkat orang-orang yang dianggap "besar", baik pada jamannya maupun "besar" saat jamannya telah lewat pada perkembangan perpustakaan. Kebesarannya dianggap memberikan warna dalam setiap detak perubahan peradaban.

Pertama: SMNA (Syed Muhammad Naquib Al-Attas)
Syed Muhammad Naquib Al-Attas (selanjutnya ditulis Al Attas) merupakan pemikir jenius sekaligus ideator pada ISTAC (Institute of Islamic Thaught and Civilization), Malaysia. "Al-Attas merupakan seorang pemikir jenius yang dimiliki dunia Islam" begitu yang dikatakan oleh Fazlur Rahman, mengomentari kiprah Al-Attas.

Beliau lair di Bogor 5 september 1931. Jika ditelisik, maka silsilahnya akan sampai kepada leluhurnya di Hadramaut, dan jika ditelisik lagi maka Beliau masih keturunan Imam Husein, cucu nabi Muhammad saw. Beliau pernah mendapatkan pendidikan di Johor, kemudian di Sukabumi, yang akhirnya puncak akademiknya di peroleh di SOAS (School of Orientalisme and African Studies) Inggris. Beliau juga merupakan kolega dari pemikir Islam Fazlur Rahman.

Beliau banyak menghabiskan masa mudanya dengan membaca manuskrip sejarah, agama, sastra dan buku klasik barat yang tersedia di perpustakaan keluarganya.

Pandangan Al-Attas tentang perpustakaan, sebetulnya merupakan pandangan integral atas pandangannya mengenai pendidikan Islam. Pandangan kiprah Al-Attas ini penulis ambilkan dari bab 4, sub bab ke-5 berjudul perpustakaan, dari buku sebagaimana pustaka yang tertulis di akhir tulisan. Bab 5 ini berjudul Ide dan Realitas Universitas Islam, terdiri dari Universitas sebagai mikrokosmos, Islam dan timbulnya Universitas Barat, Kebebasan akademik dan pengembangan Ilmu, Pendidikan tinggi: bukan merupakan ak dan terakhir sub bab Perpustakaan.

Perpustakaan, menurut beliau memegang peranan penting dalam konsepsi tentang universitas Islam. Perpustakaan merupakan tempat ilmu pengetahuan dan hikmah dari berbagai budaya, agama dan tradisi keilmuan, maka selayaknya perpustakaan diberi perhatian/prioritas utama. 
Perpustakan kadang bukan hanya sebagai bagian dari institusi pendidikan, namun justru perpustakaan merupakan salah satu bentuk pendidikan tinggi.

Dalam sejarah islam, menurut beliau banyak perpustakaan yang merupakan tempat berbagai kegiatan keilmuan dilaksanakan. Yang paling populer, sebut saja baith Al hikmah pada 900-an M di Bahgdad yang didalamnya berbagai aktivitas keilmuan dilaksanakan. Pengembangan perpustakaan merupakan wujud dari penggambaran insan kamil atau manusia universal oleh sebuah universitas islam. Insan kamil, merupakan manusia yang mampu menunjukkan sifat-sifat ketuhanan dalam semua perilakunya tanpa harus keilangan identitasnya sebagai makhluk.
Pengembangan perpustakaan dan institusi pengajaran lainnya pada masa Islam pramodern merupakan kenyataan unik pada masanya. Kenyataan ini didasarkan pada penghargaan kepada ilmu pengetahuan oleh Quran, yang merupakan kitab yang tidak ada kerguan didalamnya.


Di ISTAC Al-Attas menginstitusikan pengembangan perpustakaan yang bagus sebagai salah satu tujuan dan sasaran. Perpustakaan ISTAC, yang merupakan bagaian dari bangunan ISTAC merupakan hasil desain Al-Attas sendiri. Konsep pembangunannya didasarkan pada ekspresi kehadiran Islam yang hikmah, berani, sabar, adil dan harmoni. Al-Attas menyadari pentingnya berbagai rujukan untuk proses pendidikan. Untuk memperoleh koleksi, Al-Attas menghubungi berbagai penerbit, slain itu dlam berbagai lawatannya ke lur negeri Al-Attas selalu mengatur jadwal sedemikian rupa sehingga berkesempatan untuk menemui para tokoh dan profesional yang dapat membantu usahanya berburu koleksi. Sehingga Al-Attas, boleh dikatakan sebagai pecinta perpustakaan (lepas dari perdebatan siapa yang layak menyandang PUSTAKAWAN).
Sebagai contoh kiprahya, setelah kepulangannya dari luar negeri pada 1960-an, beliau banyak membantu berbagai universitas di bilangan Malaysia untuk mengembangkan perpustakaannya. Membantu mendapatkan rujukan-rujukan terutama dalam bidang stusi Islam, filsafat dan kebudayaan barat, dan kebudayaan melayu. Hubungan dengan para orientalis pun di manfaatkan untuk mendapatkan koleksi-koleksi perpustakaan. Sebagai misal, dengan perpustakaan Joseph Schact, dari sana didapatkan 5000 an jilid koleksi tentang sejarah hukum Islam.

Perpustakaan besar, bukan hanya ditandai dengan kuantitas koleksi mereka, namun juga kualitas koleksi, dengan tersedianya koleksi buku-buku besar dalam satu tempat. Ide ini terutama dituangkan dalam pengembangan ISTAC, mulai Mei 1991. Setelah Fazlur Rahman, yang merupakan komentator filsafat Ibn Sina dan Islamolog meninggal, maka beliau segera mengutus Wan Mohd Noor Wan Daud untuk menemui keluarga almarhum untuk bisa melengkapi koleksi perpustkaaan ISTAC dengan koleksi-koleksi almarhum Fazlur Rahman. Perburuan manuskrip-manuskrip baik berkaitan dengan islam, budaya dan arus pemikiran-pemikiran dilakukan di banyak tempat. Turki, Mineapolis, Manchester, dan tempat lain dibelahan bumi yang berbeda. Hingga pda 1998 ISTAC telah memiliki 110.000 jilid buku rujukan penting termasuk 3000 judul (dalam 29000 jilid) jurnal dalam berbagai bahasa.

Selain manuskript, Al-Attas juga mengumpulkan koleksi berwujud mikrofilm, yang didapatkannya dari perpustakan SOAS London. Momen besar di ISTAC salah satunya adalah persetujuan dengan Bosnia, yang mempercayakan ISTAC untuk menyalin kedalam mikrofilm semua manuskrip yang ada pada perpustakaan Gazi Huzrev Beg Sarajevo.

Al-Attas menekankan, bahwa kepala perpustakan ISTAC nantinya adalah orang yang dilatih secara profesional, namun sekaligus sebagai seorang ilmuan. 

Penekanan Al-Attas ini didasarkan pada tradisi islam itu sendiri, yaitu ilmuan dari berbagai bidang dan kemampuan dipekerjakan sebagai staf perpustakaan. Ini didasarkan pada kenyataan pada budaya Islam, bahwa banyak ilmuan terpelajar yang mengelola berbagai pusat informasi atau perpustakaan pada jamannya. Ibn Muskawaih, sebagai salah satu contoh, merupakan seorang sejarawan sekaligus pustakawan di perpustakaan pribadi Ibn Al Amid. Meskipun demikian diakui di dunia barat juga mempunyai konsep pemikiran yang sama. Sebut saja Boyer, dalam key speechnya pada Symposium Nasional  Mengenai Perpustakaan Dan Pencarian Keunggulan Akademik di Universitas Columbia 1998, beliau menekankan "kita memerlukan pustakawan terpelajar, profesional dan mengerti dan tertarik pada jenjang pendidikan strata satu". Orang yang ikut berkiprah pada materi pendidikan dan dapat mengubungkan antara ruang kuliah dan kehidupan kampus.

Sumber:
Wan Daud, Wan Mohd Nor. 2003. Filsafat dan praktik pendidikn Islam Syed M. Naquib Al-Attas. Bandung: Mizan

(Buku diatas merupakan terjemahan oleh Hamid Fahmi Zarkasi, dari judul asli: The Educational Philosophy Of Syed Muhammad Naquib Al-Attas, penulis:Â Wan Mohd Nor Wan Daud yang diterbitkan ISTAC tahun 1998.

Kontrol istilah

Ada sebuah cerita, cerita ini saya adopsi dari sebuah pertanyaan dari seorang rekan di luar kota, mahasiswa Ilmu Perpustakaan yang mengambil skripsi tetang kontrol bahasa/istilah. Secara umum, begini ceritanya:

Ada penulis bernama Annisa  Rahmawati, sampai dengan tahun 2000 dia telah menulis 10 buku.  Pada tahun 2002,  dia dipersunting oleh seorang  laki-laki bernama Rachmad Bahari. Karena pernikahan ini maka Annisa Rahmawati mengganti namanya menjadi Annisa Bahari.  Pada perkembangnnya, karena sangat kreatifnya si Annisa ini, dia menghasilkan 20 buku lagi dan  telah diterbitkan. Buku-bukunya sangat laku di pasaran, selain karena isinya yang ringan dan memikat, juga gaya bahasanya yang mudah di pahami oleh si pembaca mulai dari remaja sampai dewasa. Maklum buku-buku yang dihasilkannya merupakan buku-buku novel yang cukup nyaman dibaca oleh orang-orang  remaja sampai dewasa.

Satu ketika ada seorang fans-nya, yang mengagumi tulisan-tulisannya, dan selalu membeli buku-buku karyanya, sampai dengan tahun 2001. Di kampusnya dia iseng  searching  koleksi di katalog perpustakaan. Mengecek karya sang penulis pujaan. Dia ketikkan Annisa Rahmawati, kemudian dia ENTER.

Kaget betul ketika dia menemukan ada 30 record yang muncul di layar komputer.  Ada 20 judul yang belum dia miliki.  Namun dalam hati dia bertanya “Kok dari 30 record ada 20 judul yang tertera dengan penulis Annisa Bahari?”. Padahal dia menuliskan Annisa Rahmawati.

Sejurus kemudian dia klik link DETAIL pada record pertama pada judul koleksi yang belum dia miliki. Ternyata ada data tambahan Annisa Rahmawati

Selidik  punya selidik, dia kemudian mengetahui jika si Annisa Rahmawati telah menikah dan mengganti namanya dengan Annisa Bahari, mengikuti nama suaminya.


“Berapa jumlah record yang muncul ketika mahasiswa itu mencari dengan kata kunci Annisa Rahmawati?” merupakan pertanyaan yang dilontarkan kepada saya waktu itu. Terus terang cukup mengernyitkan dahi waktu akan menjawabnya. Saya berfikir cukup serius.

Kontrol bahasa, atau kontrol istilah, memang harus diperhatikan bagi para pustakawan.  Bagaimana kita mampu menerka seperti apa kira-kira seorang pencari informasi akan mencari dan dengan kata kunci apa saja kiranya mereka menelusur.

Banyak istilah yang berpasang-pasangan, dan sama dalam hal artinya.  Baik dalam satu bahasa, maupun dalam lain bahasa. Carbonat misalnya, dalam bahasa indonesia ditulis karbonat.  Dalam tesaurus, kata-kata ini, jika mempunyai persamaan arti maka harus dipilih salah satu. Sholat dan sembahyang, dalam tesaurus islam dipilih sholat, karena ini lebih umum digunakan. Sholat Istisqo, merupakan nama sholat untuk sholat yang dilakukan untuk meminta hujan.  Istisqo lebih dipilih dari pada istilah Sholat Minta Hujan.

Dalam tesaurus, kita di beri pedoman istilah mana yag mesti kita pilih. Yang mana istilah ini akan sangat membantu dalam meningkatkan kualitas penelusuran informasi.

Perkembangan teknologi informasi membawa perubahan besar pada sendi-sendi keidupan manusia. Kegiatan manual dialihkan kepada kegiatan terautomasi. Mesin, dalam hal ini teknologi mengambil perananan penting dalam kehidupan manusia.

Demikian juga diperpustakaan. Berbagai bentuk mesin dan berbagai variannya  muncul untuk memudahkan kegiatan kepustakawanan. Mulai dari administrasi perpustakaan, pencarian koleksi, sirkulasi koleksi, sampai dengan alih media koleksi perpustakaan.  Semua tidak bisa dengan begitu saja di ceraikan dari teknologi, terutama teknologi informasi.

Authotiry control, khususnya kontrol bahasa/istilah dalam input  metadata koleksi perpustakaanpun juga terkena imbasnya. Jika memang teknologi informasi memegang peranan penting, lalu bagaimna nasib istilah-istilah dalam tesaurus, seperti contoh diatas.
Dalam konteks TI (sebutan untuk teknologi informasi), khususnya dalam program/software penelusuran,  maka tidak ada lagi kata terpilih (prefered terms) dan kata tidak dipilih (non-prefered terms). Jika sebuah kata, istilah baik itu dalam kata kunci maupun  dalam judul, jika kesemuanya terindeks dalam sistem, maka semuanya menempati posisi yang sejajar.  Semakin banyak istilah yang dipakai untuk mewakili isi, maka semakin mudah record tersebut ditemukan.

Dalam koleksi  Islam, ketika kita ketikkan sembahyang, maka data yang memuat sholatpun juga akan dimunculkan.  Sehingga permasalahan yang ada adalah pada pemakaian bahasa asing atau bahasa indonesia  (dari sudut pandang indonesia), bahasa asing (inggris) atau bahasa asli, juga bahasa asli atau sinonimnya.  Tentunya kita tidak  dapat menerka begitu saja, dengan apa seorang pemakai perpustakaan  akan mencari koleksi yang diinginkan. Maka itulah, istilah yang mewakili dokumen perlu kita cantumkan pada waktu entri data.

Mempelajari teknisnya dengan CDS/ISIS
CDS/ISIS, merupakan jenis database yang tua dan populer dalam kegiatan perpustakaan. Pola pencarian database ini dapat dilakukan dengan logika Boelan (Boelan Logic), selain itu programnya yang di sebar secara bebas turut memberi andil dalam pengembangan automasi perpustakaan.

Untuk mempelajari kontrol istilah di atas, kiranya menarik jika dalam pengajaran (kuliah) ilmu perpustakaan diberikan dengan demo. Tidak melulu konsep dan teorinya saja. Contohnya dengan CDS/ISIS. Dalam kasus cerita diatas, seorang dosen mengentry data dalam database CDS/ISIS, kemudian di indeks, dan dilakukan demo pencarian. Maka diharapkan mahasiswa akan lebih memahami konsep-konsepnya dengan mudah.

Kenapa CDS/ISIS?, dengan database ini, dapat diperlihatkan kepada mahasiswa pola pencarian dengan 2 jalan, pertama search, kemudian browse. Dengan search, maka diasumsikan sipencari informasi sudah mengetahui kata kunci apa yang hendak digunakan untuk mencari koleksi. Di dalam pendefisinisian kata kunci ini dapat pula diikuti dengan logika Boelan  (or, not, and). Selain itu dengan pencarian dengan browse. Dengan cara ini dapat diperliatkan kepada mahasiswa daftar istilah yang diindeks oleh sistem. Kan kita liat bagaimana sejajarnya posisi kata/istilah ini.

Perpustakaan Klaster:

Sejarah telah mencatat bahwa perpustakaan merupakan  sebuah entitas yang tidak bisa di nafikkan dalam mendukung kemajuan intelektual sebuah komunitas.  Setidaknya ini ditunjukkan  oleh Harun al-Rasyid yang membangun  Khizanah al-Hikmah. Khizanah al-Hikmah ini  lebih dari sekedar perpustakaan, namun juga merupakan pusat penelitian.  Khizanah al-Hikmah yang kemudian oleh al-Makmun diubah namanya menjadi Bait al-Hikmah pada tahun 815 M, yang pada masanya telah menyangga berbagai kegiatan ilmiah. Selain perpustakaan dan penelitian, juga semagai tempat kegiatan studi, riset astronomi dan matematika.
Pada masa-masa ini pula, banyak orang sudah tahu, bahwa telah  lahir ilmuwan-ilmuwan  modern. Ilmuwan dalam bidang theologi dan juga ilmuwan dalam bidang ilmu umum.
Sebagai contoh Ibnu Sina (Avicenna), yang merupakan seorang ahli kedokteran dan juga seorang folosof. Dengan buku terkenalnya, Al-Kanun (di dunia barat dikenal dengan The Canon) namanya dikenal dunia, dan bukunya telah dijadikan rujukan ilmu kedokteran selama berabad-abad.
Ilmuwan pada masa ini merupakan ilmuwan yang menguasai jenis keilmuwan spesifik dan yang pantas dicatat adalah juga menguasai aspek dasar sebuah ilmu. Jika kita perhatikan lebih jauh maka ilmuwan pada masa ini juga merupakan seorang filosof. Selain itu penguasaan ilmu lain yang mendukung ilmu utama yang dikuasai juga sangat menonjol.
Uraian di atas  merupakan sedikit contoh perkembangan keilmuan yang ada di dunia timur. Di Yunani kita kenal Aristoteles, yang dianggap sebagai orang yang pertama kali mengumpul, menyimpan dan memanfaatkan budaya masa lalu, sebagai embrio perpustakaan.  Selain Aristoteles terdapat Callimachus yang menyusun bibliografi sastra Yunani sebanyak 120 Jilid.



Perpustakaan universitas, yang banyak orang menyebutnya sebagai jantung universitas, merupakan salah satu penyangga kegiatan keilmuan dalam universitas. Peran vital perpustakaan universitas adalah pendukung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, sebagaimana dikenal dengan Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat.
Universitas internasional, pada dasarnya adalah universitas yang dikenal oleh dunia internasional. Kenalnya dunia internasional atas sebuah universitas bisa dilihat dari kualitas out put universitas, baik itu lulusan maupun penelitian dari para mahasiswa atau dosen.
Dalam kaitannya dengan jangkauan universitas untuk menjadi universitas bertaraf internasional, maka tidak bisa diingkari  bahwa perpustakaanpun wajib membenahi diri didalam merealisasikan capaian ini.
Aspek pelayanan, fasilitas, promosi dan desiminasi  informasi merupakan sebuah kegiatan yang sudah selayaknya dilakukan oleh perpustakaan universitas. Pelayanan yang menitikberatkan pada aspek kepuasaan user, fasilitas yang memudahkan user,  promosi layanan dan desiminasi informasi penelitian yang dihasilkan, adalah aspek wajib yang dilakukan perpustakaan. Dengan tanpa bermaksud mengesampingkan aspek teknis dan mekanis diatas, maka sesungguhnya konseptualisasi bentuk perpustakaan yang paling sesuai dalam pengembangan ilmu dan mendukung universitas internasional itulah yang harus rumuskan.
Universitas merupakan lembaga pendidikan yang mencakup berbagai bidang keilmuan, baik eksak maupun sosial. Hal ini tentunya akan berlainan dengan institut atau sekolah tinggi, yang hanya mengampu satu subyek ilmu saja. Aspek keuniversalan di universitas inilah yang kemudian harus di pahami, tidak terkecuali oleh perpustakaan.
Keuniversalan ilmu di universitas, berimplikasi pula pada pengembangan dan interaksi antar ilmu yang ada. Sudah selayaknyalah dikotomi-dikotomi dan pembatasan-pembatasan antar ilmu di minimalisir. Hal ini tentunya tidak lain adalah dalam rangka pengembangan ilmu itu sendiri.
Dalam kenyataannya selama ini berbagai disiplin ilmu selalu ada limitasi, ada batasan, sekat  atau tembok besar dan tinggi yang sulit untuk ditembus. Hingga akhirnya ketika ada dua orang dengan disiplin ilmu yang berbeda mengkaji suatu masalah, maka akan ada dua penyelesaian dan pandangan yang berbeda pula. Ini merupakan jebakan diferensiasi ilmu yang harus di ketahui bersama.

Bertolak dari hal tersebut maka sesungguhnya bagaimana bentuk perpustakaan, dalam hal ini perpustakaan universitas dalam rangka mendekatkan berbagai disiplin ilmu itu?. Pertanyaan  ini merupakan pertanyaan mendasar, bila yang diinginkan adalah output hasil pendidikan yang mumpuni. Mumpuni dalam arti mampu melihat persoalan, kaitannya dengan riset yang komprehensif dengan pendekatan interdisipliner.


Perpustakaan klaster, sebuah usulan
Diakui atau tidak pada masa sekarang ini, perpustakaan perguruan tinggi, pada umumnya masih menutup diri untuk para  pemakai dari luar institusinya. Sebut saja perpustakaan fakultas A, akan memberlakukan persyaratan tertentu untuk pemakai dari luar fakultas A. Hingga  kadangkala watu yang dihabiskan untuk mengurus administrasi lebih lama dibanding untuk mendapatkan beberapa informasi yang  ada di perpustakaan.
Jelas, realita seperti ini sangat tidak mendukung percepatan perkembangan ilmu pengetahuan. Karena sesungguhnya ketika semakin mudah orang memperoleh suatu informasi, maka semakin cepat pula seseorang dalam mengembangkan suatu ilmu. Selain itu gesekan-gesekan antar ilmu juga akan menambah khasanah keilmuan.
Sebut saja, interaksi antara ekonomi dan fisika ternyata melahirkan ekonofisika. Hal ini bukan kemudian mengaburkan sekat dan kemerdekaan ilmu satu dengan yang lain, namun dengan “perkawinan” antar ilmu ini justru akan ada pandangan-pandangan yang lebih komprehensif dalam penyelesaian sebuah permasalahan. Selain itu bagaimana konsep stratigrafi dalam ilmu geologi  ternyata mampu digunakan untuk mendekati konsep-konsep manajemen strategis. Ini merupakan contoh nyata bahwa interaksi ilmu merupakan hal yang tidak boleh ditawar-tawar lagi.
Dengan banyaknya fakultas dalam perguruan tinggi, dapat kita anggap bahwa spesialisasi ilmu sudah sedemikian besar. Hal ini belum terhitung dengan jurusan dan program studi dalam fakultas yang bersangkutan, yang mana  hampir tiap-tiap fakultas hingga jurusan mempunyai perpustakaan. Sesungguhnya, berbagai fakultas yang ada ini bisa dikelompokkan pada beberapa klaster, dengan mempertimbangkan keterkaitan ilmunya.
Sebut saja klaster Sosial-Humaniora yang terdiri dari Hukum, Sosial Politik, Ekonomi, Ilmu Budaya, Filsafat, Psikologi. Klaster Kesehatan yang terdiri dari Kedokteran Umum, Kedokteran Gigi, Farmasi.  Serta klaster Teknik dan Sains yang terdiri dari Teknik dan MIPA. Pengelompokan ini bukanlah pengelompokan final, karena interaksi ilmu bisa saja berjalan tidak terduga sebelumnya.
Dari klaster yang ada, kemudian ditarik garis lurus untuk model perpustakaan. Artinya perpustakaan yang ada bukan perpustakaan fakultas namun perpustakaan klaster. Tiap klaster mempunyai perpustakaan yang diperuntukkan bagi masyarakat klasternya dengan tetap tidak menutup kemungkinan dari klaster lain untuk dapat menggunakan perpustakaan tersebut. Dengan model ini maka interaksi ilmu akan lebih intensif. Berbagai gesekan-gesekan ilmu yang diakibatkan oleh interaksi ini akan muncul. Justru keadaan ini menjadi pemicu perkembangan ilmu.

++++

Pada level Universitas, akhirnya dengan konsep perpustakaan klaster ini terdapat perpustakaan sesuai dengan jumlah klaster yang disepakati di universitas. Pemakai utama dari perpustakaan ini adalah mahasiswa, dosen, peneliti, tenaga administratif dari anggota klaster, dengan tidak menutup untuk dari klaster lainnya.
Bagaimana dengan perpustakaan universitas? Konsep perpustakaan universitas pada umumnya adalah menampung koleksi-koleksi yang bersifat umum, sehingga diharapkan berbagai kalangan lintas fakultas bisa mengaksesnya. Dengan konsep klaster ini, maka diidealkan perpustakaan universitas meleburkan diri, dan menyerahkan koleksinya pada klaster-klaster yang ada. Peran  kepala Perpustakaan, akhirnya adalah sebagai pengelola atas perpustakaan klaster yang ada.


Mendukung interaksi ilmu
Konsep perpustakaan klaster, akan mendekatkan dan mendukung interaksi ilmu. Perpustakaan klaster yang menampung berbagai koleksi dengan berbagai subyek yang  saling berhubungan tentunya pada dataran proses akan mengakibatkan gesekan-gesekan antar ilmu.
Sebagai contoh, pada klaster kesehatan, akan terlihat jelas dengan dimungkikannya seorang calon dokter atau pekerja kesehatan  memahami pula aspek ke-farmasian. Demikian pula pada klaster teknik-sains. Seorang mahasiswa teknik sipil dapat juga memahami lebi mendalam tentang aspek kegeologian  dalam kaitannya dengan teknik sipil. Interaksi ilmu ini pula yang akan mempercepat dan meningkatkan kualitas sebuah penelitian. Dengan intennya ilmu berinteraksi maka akan dimungkinkan adanya penelitian yang berjalan tidak timpang, yang akhirnya meningkatkan kualitas penelitian. Ketidak timpangan disini adalah dengan dimudahkannya akses atas referensi yang ada, baik karena tempat yang dekat maupun semakin banyaknya orang yang menguasai suatu bidang ilmu tertentu dalam ruang yang sama pula.

Efisiensi sumberdaya
Dengan perpustakaan klaster, maka sebagaimana saya tuliskan diatas, Kepala Pepustakaan menduduki peran pengelola atas perpustakaan klaster yang ada. Pengelolaan disini  termasuk penyeragaman aturan yang ada pada tiap perpustakaan klaster. Peraturan yang ada diharapkan bisa mendukung interaksi ilmu pada klaster yang ada dan bahkan interaksi ilmu antar klaster. Sumberdaya yang ada pada perpustakaan pusat bisa dialihkan  sebagai pustakawan di tiap klaster. Pemindahan pustakawan inilah yang diharapkan akan menjadi subyek spesialis dalam bidang ilmu di klaster tertentu.

Kemudahan  pada pengguna
Kecenderungan pengguna perpustakaan,  selalu membutuhkan koleksi lain yang juga mendukung kegiatan perkuliahannya. Seorang mahasiswa teknik fisika tentunya juga membutuhkan literatur  tentang fisika dan ilmu murni lain. Mahasiswa kedokteran juga membutuhkan koleksi kefarmasian. Mahasiswa ekonomi menbutuhkan buku-buku sosial. Dengan konsep klaster ini maka kemudahan itu akan didapatkan. User dari perpustakaan sebuah klaster akan mudah menemukan koleksi lain yang dibutuhkannya, dimana keadaan ini akan sulit ditemukan ketika perpustakaan masih dalam konsep fakultas.

PERS, MEDIA DAN PENGARUHNYA

<em>ditulis tahun 2002</em>


LATAR BELAKANG
Media merupakan alat atau sarana yang digunakan untk menyampaikan pesan dari komunikator kepada khalayak. (Hafied Cangara, 2002). Sedangkan informasi merupakan sesuatu yang bernilai dan bermanfaat yang berbentuk  tulisan maupun rangkaian kata-kata serta menginterpretasikan sesuau hal.
Media dapat di kategorikan dalam beberapa hal, yaitu media antar pribadi, media kelompok, media publik sereta media massa.
Media antar pribadi. Media ini bisa berbentuk surat, telepon, ataupun kurir yang mengantarkan informasi tersebut.
Media kelompok merupakan sarana untuk menemukan  orang-orang dalam kelompok uintuk saling berinteraksi. Media ini bisa berupa seminar, konferensi serta rapat-rapat tradisional yang sering kita temukan didesa-desa dengan berbagai nama.
Media publik, merupakan media yang mempertemkan banyak orang (massa) yang berinteraksi langsung.  Media ini bisa berupa rapat akbar,  dialog publik, kampanye.
Media massa memainkan peran untuk menyampaikan informasi pada orang (massa) yang tersebar tak tidak diketahui  dimana meraka berada.  Madia ini berup  surat kabar, film, televisi , dan radio.   Media ini bersifat melembaga, satu arah, meluas dan serempak, memakai alat, dan terbuka.
Dalam memahami tentang media dalam suatu komunitas maka kita tak bisa lepas dari apa yang sering disebut pers. Pers merupakan usaha  dari alat komunikasi massa untuk memenuhi kebutuhan anggota masyarakat akan penerangan, hiburan, keinginan untuk mengetahui berita yang telah/akan terjadi di sekitar mereka khususnya dan dunia umumnya (Drs. Taufiq, 1997). Diskripsi pers pun dibedakan menjadi dua. Pers dalam arti sempit yang  didalamnya termasuk suratkabar (mingguan, harian..),  majalah yang tercetak dan diterbitkan. Sedangkan dalam arti luas  termasuk radio, televisi, film.
Sedangkan media berfungsi untuk menyampaikan gagasan masyarakat (Satjipto Raharjo, 1998)
Paus Leo XIII  memandang pers sebagai alat  perantara massa gereja, penolong vitalitas  kesegaran, keadilan  kebenaran kembali ajaran agama waktu itu. (Prof, Umar Seno Adji, 1977).
Berbicara tentang pers di Indonesia,  Abdurrahman Surjomiharjo (1980) menyebutkan  bahwa sejak awal pertumbuhannya pers di Indonesia mencerminkan  struktur masyarakat majemuk dengan berbagai golongan penduduk. Golongan penduduk tersebut adalah Belanda, Tionghoa, Arab dan India sedangkan Indonesia masih  berada dalam berbagai suku.
Pembedaan  golongan perspun kemudian dibedakan sesuai dengan golongan penduduk yang ada dengan pertimbangan  bahasa penyelenggara pers dan massa yang dituju.

PEMBAHASAN


Media informasi dalam kehidupan bangsa Indonesia  muncul dengan beragam peran.  Sejak awal perjuangan sampai dengan terjadinya Gerakan  September 30 (Gestapu)  pertumbuhan pers dan media di Indonesia memperihatkan berbagai kaitan langsung antara usaha desiminasi informasi dengan  dinamika politik nasional.  Hal ini disebabkan oleh kondisi sosial politik dan finansial yang tadak memungkinkan waktu itu.  Periode Orde Lama tidak ditandai dengan bisnis pers dan media yang  suksek dalam arti sirkulasi, namun dalam waktu ini lahir RRI dan TVRI yang mampu memberikan rasa persatuan antara berbagai eleman  di Indonesia. Dalam kurun waktu Orde baru muncul berbagai  bisnis informasi dengan masuknya orang-orang profesional dalam bidang ini serta  terjunnya kelompok politik dalam lapangan yang sama.

1.    Pra kemerdekaan

Pada tahun 1855, Bromartani surat kabar pertama dengan bahasa Jawa terbit. Pada masa ini pers belum merefleksikan keadaan masayarakat yang ada dalam kekuasaan Belanda  dan belum ada keterkaitan dengan usaaha-usaha meraih kemerdekaan.
Pada pra kemerdekaan media informasi  di Indonesia dengan bahasa melayu yang pertama diawali dengan unculnya surat kabar Tjahaya Sijang terbit 1869-1927, yang terbit di  Minahasa, Sulawesi Utara. Dalam edisi No. 3, Maret, 1989 disebutkan :

“….Djanganlah disangkamu  akan kehidupan negeri-negeri yang  lebih besar itu lebih baik daripada  perdijaman dinegeri kecil. Benarla kehidupan dinegeri besar ini ramai, lebih sedap tetapi janganlah disangka kehidupan itu senang seperti kami merasa di negeri kecil, karena dinegeri besi itu lakunya orang hidup disitu seolah-olah menghambat orang seorang memperoleh kesenangan dan perhentian dan tempoh pada pertimbang-menimbang akan perkata fikiran yang tinggi.
Disitupun seolah-olah manusia hidup saja pada mentjari makan minum dan berpakai yang semuanya gunanya pada tubuh saja,….. disitupun hilanglah perfikiran akan agama !.”

Dalam kalimat diatas dapat kita ambil kesimpulah bahwa problem urbanisasi sudah muncul sejak dahulu. Kehidupan materialistis dan glamour pun sudah menjadi suatu tren  pada masyarakat yang disebut sebagai  “negeri besar”.
Pesan moral dalam kalimat diatas terus ada sejak dahulu sampai sekarang.
Media informasi ini yang dikelola oleh Belanda selain untuk menyebarkan agama juga memberitakan tentang sejarah yang makin muram dalam kalangan masyarakat melayu saat itu.
Baru pada awal abad 20   beberaopa orang nasionalis (Abdul Rivai dan Tirtoadisuryo) menyadari kekuatan media untuk  melakukan penggalangan kekuatan guna kemerdekaan. Sehingga lahirlah Sunda Berita (1903) dan Medan Priyayi (1907). Sejak itulah konsep tentang identitas Indonesia mulai tumbuh dan mencapai puncaknya pada 20-10-1928. Sampai periode tersebut   dari 33 surat kabar yang beredar hanya 8 yang menggunakan bahasa melayu selebihnya menggunakan bahasa Belanda dan Cina.
Sejak 1926 di Indonesia juga telah berdiri perusahaan yang memproduksi filam cerita, Java Film Company  dengan Loetung Kesarung sebagai film pertamanya.  Namun tidak serta merta dengan perkambangan ini merefleksikan perubahan pada sosial kemasyarakatan.  Sebab dengan perkembangan tekhnologi inipun  acara/programnya hanya bisa diakses oleh orang-orang tertentu saja. Meskipun paling tidak dengan hal tersebut  manusia indonesia mulai di hadapkan pada era kemajuan teknologi serta peradabannya.
Pada  pra kemerdekaanpun media informsai sangan berperan pada saat mengumandangkan pembacaan teks proklamasi  oleh proklamator (Ir. Soekarno dan Bung Hatta) sekaligus  menandai kemerdekaan bangsa Indonesia serta  berperan pula dalam hal komunikasi  serta pertukaran ide dalam masa perang kemerdekaan.

2.    Masa Pasca kemerdekaan

Harian Daulat Rakjat yang terbit di Jogjakarta termasuk koran yang merupakan koran tua pada awal-awal kemerdekaan Indonesia. Selain itu muncul pula berbagai harian yang terbit di daerah-daerah  (Indonesia Raja di Bandung). Harrian ini berperan dalam mempublikasikan berita berita tentang kemerdekaan dan perjuangannya dalam rangka mempertahankan kemerdekaan itu. Serta berperan sebagai  penyebar isu-isu atau pemikiran-pemikiran  Founding Father Indonesia dalam mendisain negara Indonesia.
Tahun 1962 mulailah bangsa Indonesia dengan perkembangannya dalam hal teknologi informasi. Pada tahun ini lahir RRI dan disusul dengan lahirnya TVRI. Mulai saat inilah bangsa Indonesia merasa  tersatukan sebagai sebuah bangsa. Apa yang terjadi pada daerah lain akan segera terespon oileh masyarakat dari daerah lainnya.
Namun pada masa-masa ini pers ditandai dengan relasinay dengan poliitik.  Sebut saja Suara karya dan Pelita (Golkar), Harian Angkatan bersenjata dJayakarta dan Berita Yudha (ABRI).  Sehingga pers dan media informasi di Indonesia selain efektif untuk perjuangan dan mempertsahankan kemerdekaan juga  merupakan eleman sosial yang ditunggangi dengan berbagai kepentingan sehingga terjadi pergulatan antara berita yang jujur dan  arogansi pemerintah.
Pada masa Orde Baru muncul media yang berorientasi bisnis dengan masuknaya kelompok profesional dalam bisnis media. Sebut saja PK. Ojong dengan Kompas-nya, kemudian ada Suara Indonesia Baru,  Berita Buana, Pikiran Rakyat, tabloit Monitor, Hai, Gadis, dan Mode.
Informasi yang disajikanpun mulai beragam mulai dari  fashion, gaya hidup selebriti, kehidupan manusia dalam dan  luar negeri, musik, film, olehraga, gosip, dll.
Dengan informasi yang diusungnya maka banyak hal yang menjadi perkembangan masyarakat Indonesia. Jakarta-jakarta dan MATRA majalah gaya hidup yang ditujuakan pada laki-laki  telah mendobrak sikap masyarakat Indonesia pada dunia seksualitas yang tabu. Seks telah menjadi hal yang lumrah dengan diakadannya sialog seputar masalah seksualitas melalui media massa dan oinformasi ini. Sehingga seks mulai menjadi komoditas yang nilainya ditentukan oleh  prinsip pertukaran ekonomi dalam pasar industri. Hal ini juga  di dukung dengan perkembangan dalam dunis perfilman Indonesia. Dengan munculnya film-film yang “panas” seperti Gairah yang Nakal, Guna-guna Istri Muda, Budak birahi, Permainan Tabu, Jari-jari yang lentik, dll.
Sehingga film (dan pemainnya) sebagai media untuk mentransfer informasi (dalam arti yang seluas-luasnya) seringkali didudukan sebagai terdakwa atas merosotnya moral bangsa.

Satu kajian menarik terntang pers dan media informasi pada ordebaru oleh Kuntowijjoyo (1997).  Pada massa orde baru terjadi pergrseran sensibilitas media massa.  Perubahan sosial berupa lenyapnya dikotomi wong cilik dan priyayi dalam pers sejak kemerdekaan  menghadirkan sensibilitas kelas menangah  yang terefleksikan dalam media massa selama orde baru. Pada level ideologi  terjadi pergeseran  dari  orientasi politik kearah orientasi budaya.
Era orde baru juga merupakan era yang menjadi titik tolak perkembangan televisi dengan dibangunnya televisi-televisi swasta. Munculnya RCTI, SCTV, TPI , Indosiar dan Anteve (TPI, RCTI, SCTV dikuasai oleh keluarga cendana sendiri) merupakan bukti nyatanya.  Saat inilah dalam media informasi khususnya televisi  memperlihatkan perkawianan antara  bisnis industri dengan kekuasaan yang sangat politis sekali. Sehingga sering ditafsirkan  sebagai upaya-upaya kekuasaan orde baru untuk  mengendalikan informasi guna melanggengkan kekuasaannya. Sebut saja wajib relai acara kenegaraan presiden  oleh TV swasta  yang kerap muncul dalam Berita-berita dan siaran khusus pemerintah.
Apa yang disiarkan stasiun televisi di Indonesia bukan hanya seni dan hiburan melainkan pola-pola kultural bahkan etika masyarakat lain dibelahan bumi lain pula. Sehingga banyak hal yang harus berubah  akibat dari media ini.
Karakter Doraemon, Sin Chan, Simpson menghegemoni anak-anak Indonesia mulai dari dari gaya hidup mereka. Berbagai gaya hidup muncul dihadapan kita, mulai dari gaya bicara, potongan rambut, sikap cara pergaulan  serta pola pikir mereka.
Dari SRI: Quality Starts Here september 1995 didapat keterangan bahwa 25 % siaran televisi Indonesia berasal dari program luar negeri . Namun demikian bukan berarti kita sudah pada jalan yang benar dengan banyaknya produk lokal kita. Banyak program yang di beri label “lokal” ternyata merupakan 1imitasi dari program asing. Lokal lebih berarti penyandang dana, pemain, tempat, tidak menyentuh level ideologi. Sebut saja  sinetron kita yang menawarkan kehidupan-kehidupan yang glamour  disaat msyarakat Indonesia banyak yang berada di jurang kemiskinan dan penderitaan.
Perkembangan lebih menarik lagi dalam dunia media informasi adalah munculnya  media informasi digital  yang biasa disebut internet mulai tahun 1990-an.
Dengan memanfaatkan teknologi ini media banyak yang melengkapi publiksinya dengan menerbitkan edisi on-line. Sebut saja Tempo, Republika dan Kompas. Dengan media ini pula  bisa dilakukan  interaksi dengan masyarakat dengan  cara  pengiriman e-mail. Tentu saja halini mengakibatkan pembentukan sikap kritisme msyarakat Indonesia.  Bahkan beberapa media membuka ruang untu  diskusi  kritis secara lebih mendalam (jurnal Prisma, Ulumul Qur’an, Kalam, dll).
Meskipun demikian dengan perkembangan ini menyuburkan konsumerisme di kalangan masyarakat Indonesia yang bependuduk 200-an juta jiwa.
Pada masa Reformasi pers dangat dirasakan pengaruhnya bagi warga negara Indonesia.  Pada masa ini pers memainkan peranan penting dan bermain dengan kepentingan tentunya meskipun jasa pers pada masa ini cukup besar. Dengan pers dan media informasi kita bisa melihat arus demonstrasi besar-besaran di seluruh penjuru tanah air kita dengan segala perkembangannya, namun bila tanpa kehati-hatian tentunya pers dan media bisa juga barperan sebagai agen provokator oleh pihak-pihak yang tak bertanggungjawab


KESIMPULAN

Media informasi merupakan suatu hal yang sangat berperan dn penting dalam kehidupan masyarakat. Terbuti dengan media informasi komunikais bisa berlangsung dalam rangka  mencapai tujuan bersama. Pada awal kemerdekaan dan perjuangan mempertahan kemerdekaan  media sungguh berperan penting untuk melakukan konsolidasi untuk aksi. Selain itu pada jauh hari sebelum kemerdekaan, sebelum perjuangan bahkan, media telah berperan dengan memberikan gambaran-gambaran kehidupan dari belahan dunia yang lain. Pada konteks Indonesia misalnya dengan memperlihatkan budaya daerah lain  atau kehidupan akibat penjajahan Belanda.
Diakui atau tidak media dapat membentuk watak dan karakter bangsa Indonesia.  Terbukti  ada perbedaan kontras watak bangsa Indonesia antara  masa pra kemerdekaan dan jaun sebelum masa perang kemerdekaan dengan watak bangsa Indonesia saat ini. Watak bangsa Indonesia (meski istilah Indonesia saat itu belum ada) pada masa pra kemerdekaan yang terpecah-pecah cenderung kesuku-sukuan kemudian bergeser pada persatuan bangsa  sehingga lahirlah perang kemerdekaan sampai berhasil. Namun saai ini watak bangsa Indonesiapun mulai bergeser denagn melupakan watak para pendahulu dan founding fathernya.  Masyarakat Indonesia cenderung konsumtif egois dan banyak hal yang membedakannya.
Oleh karena itu kita wajib mewaspadai perkembangan pers dan media saat ini. Belajar ari masa lalu tentunya kita tidak ingin bila pers dan media kembali dipolitisasi oelh kekuasaan. Hal lainnya tentunya kita menjaga agar dengan media madyarakat tidak serta merta menerima apa yang ada didalamnya.
Untuk hal ini tentunya harus  dipersiapkan Undang-Undang Pers dan penyiaran yang berpihak pada rakyat dengan selalu mengunggulkan aspek sosial dibanding dengan liberalisme dan otoritarianisme.


Daftar Pustaka

Cangara, Hafied., Pengantar Ilmu Komunikasi, Raja Grafindo Grafika, Jakarta, 2002.
Hass, Robert, HAM dan Media,  Yayasan Obor Indonesia, Jakarta , 1998.
Senoadji, Umar, Prof., Pers dan aspek-aspek Hukum, Erlangga, Jakarta, 1977.
Simorangkir, CT., J.,  Hukum dan Kebebasan Pers, PT Binacipta, Jakarta, 1980.
Taufiq, Drs., Sejarah Perkembangan Pers di Indonesia, Triyindo, Jakarta, 1977.

Studi Islam di Dunia Islam

Studi Islam di Dunia Islam, pada dasarnya berbicara tentang studi Islam di kalangan Muslimin sendiri.  Dalam hal ini paling tidak menangkut  dua hal pokok, 1. metode studi dan 2. para pemikir [orang yang melakukan studi Islam itu sendiri]

Untuk lebih sistematis berikut uraian studi tentang Islam, dengan aspek-aspeknya.  Uraian ini di pisahkan dalam beberapa bagian
Permulaan Islam
Daulah Muawiyah
Daulah Abbasiyah
Daulah Mugholiyah
Daulah Usmaniyah
Jaman Islam Modern


A. Permulaan Islam [awal Islam – Akhir Kekhalifahan]

Pada Permulaan Islam  pendidikan Islam dilakukan di Masjid-masjid atau di rumah-rumah. Metode yang dipakai dalam fase ini adalah hafalan. Pada permulaan islam perkembangan Ilmu Pengetahuan dibagi menjadi 3.  Pertama  Gerakan Agama, menyangkut pembahasan tentang  tafsir Quran, hadis, fiqh, akhlaq. Kedua Gerakan tarikh, merupakan Gerakan untuk mengumpulkan data-data  sejarah, kisah dan riwayat hidup. Ketiga Gerakan Filsafat, merupakan gerakan dalam bidang mantiq, kimia, kedokteran dan ilmu lain yang berhubungan. Gerakan filsafat ini pada permulaan Islam tidak begitu meluas perkembangannya. Ilmu-ilmu dalam bidang ini berasal dari bangsa-bangsa lain [Romawi, Persia, Qaldan dan lain-lain]. Pada akhirnya ketiga gerakan ini saling berhubungan dan saling membutuhkan, ahli tafsir akan membutuhkan ahli sejarah untuk mengetahui kehidupan  nabi dalan menafsirkan hadis serta untuk mengetahui sebab turunnya ayat begitu juga dengan ilmu lainnya. Pada awal perkembangan Islam ini ilmu pengetahuan berpusat di Makkah, Madinah, Basrah dan  Kaufah [Irak], Damaskus [Syam], dan Fusthat [Mesir].
Satu hal yang penting pada masa ini untuk mengawali studi tentang Islam yang intensif adalah dengan dibukukannya Al Quran pada masa Khalifah Abu Bakar.  Atas desakan Umar ibn Khattab maka  Abu Bakar memerintahkan Zaid bin Tsabit untuk  untuk membukukan Al Quran. Upaya ini berlanjut sampai dengan kekhalifahan Usman bin Affan., yang kemudian terbentuk musyaf Al Imam sejumlah 6 naskah yang ada di Kuffah. Basrah, Makkah,  Syam, Madinah dan 1 naskah ada pada Khalifah Usman sendiri.
Dalam ilmu tafsir, beberapa sahabat seperti Ali bin Abu Thalib, Abdullah ibn Abbas, Abdullah ibn Masud dan Ubay bin Kaab menafsirkan  Quran menurut apa yang mereka dengar dari Rosullullah saw.  Para sahabat inilah yang dianggab sebagai  pembina tafsir pertama dalam Islam, kemudian diikuti oleh tabiin seperti Said bin Jubair.





B. Masa Daulah Amawiyah [41-132 H/656-750 M]

Pada Zaman ini Mesjid tetap merupakan Pusat Kehidupan Ilmu. Ilmu-ilmu, terutama Ilmu agama diajarkan di masjid-masjid. Tokoh-tokoh dalam masa ini antara lain;
Abdullah bin Abbas, mengajarkan ilmu tafsir di pekarangan ka’bah.
Rabiah mengajar di dalam masjid madinah
Hasan Basri, mengajar dalam masjid Basrah
Ja’far Shadiq, mengajar di masjid Madinah, mengajarkan ilmu Kimia.

Dalam masa ini ilmu Islam, filsafat dan Terapan di kategorikan  dalam ilmu baru [Al Adaabul Hadisah]. Pembidangan ilmu dalam periode ini di bagi menjadi 2 sebagai berikut:
Al Adaabul hadisah [ilmu-ilmu baru], terbagi:
a.    Al-ulumul Islamiyah, diantaranya ilmu –ilmu Al Quran, hadis, Fiqh, Ulumul Lisaniyah, tarikh, dan Jughrafi.
b.    Al Ulumud Dakhiliyah, merupakan ilmu perlkuasan  oleh kemajuan ilsam. Diantaranya thib [kedokteran], filsafat, ilmu pasti dan ilmu eksakta lainnya
Al Adaabul Qadimah [ilmu-ilmu lama], merupakan ilmu-ilmu yang telah ada sejak masa Jahiliyah. Diantaranya syair, lughah, khithabah dan amsal.


Masa daulah Abbasiyah  (Abbasiyah 1 132-232 H/750-847M, Abbasiyah 2 232-334 H/847-946 M, Abbasiyah 3 334-467 H/946-1075 M, Abbasiyah 4 467-656 H/1075-1261 M)

Jarji  Zaidan menyatakan bahwa pada masa daulah Abbasiyah studi tentang islam mengalami kemajuan pesat. Ilmu fiqh dan hadis mengalami kematangan pada masa ini. Serta cabang ilmu Islam yang lain yang mengiringi filsafat. (Hasjimy, 1995)

Pusat-pusat pendidikan  yang ada pada jaman ini adalah ma’had [tempat belajar], seperti Kuttab [tempat belajar tingkat pendidikan rendah dan menengah], mesjid untuk pendidikan tinggi dan takhassus, majlis Munadharah tempat pertemuah ahli pikir, pujangga untuk membahas hal-hal ilmiah.  Darul Hikmah yang didirikan Harun Al-Rasyid dan disempurnakan oleh Al Makmun, merupakan perpustakaan terbesar dilengkapi dengan ruang-ruang untuk  belajar. Kemudian pada masa  pemerintahannya [456-485 H] Perdana Menteri Nidhamul Mulk mendirikan sekolah dalam bentuknya seperti sekarang ini dengan nama Madrasah [1064 M menurut Azra dalam Nasution, 2004]. Madrasah ini meliputi pendidikan untuk tingkat rendah, menengah dan tinggi dalam segala bidang.
Tokoh-tokon ilmuwan dalam studi Islam pada masa ini antara lain: Ibnu Jarir ath Tabary, Ibnu Athiyah al Andalusy, Abu Bakar Asam , Ibnu Jaru Al Asady [mufassir]. Imam Bukhary,  Imam Muslim Ibnu Majah, Baihaqi, At-Tirmizi [Hadis],  Al Asyari, Imam Ghazali, Washil ibn Atha [kalam], Shabuddin Sahrawardi, Al Qusyairi dan al Ghazali [tasawuf].
Pada  jaman Abbasiyah ini pula di bukukan Ushul Fiqh dan lahirnya istilah-istilah Fiqh [sunnat, wajib]. Para  Fuqaha [ahli hukum ]ternama yang masih dijadikan rujukan sampai sekarang juga lahir/mengembangkan ilmunya pada jaman ini. Antra lain Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Imam Syafi’I, Imam Ahmad. Pada jaman ini pula lahir mahzab Syiah Zaidiyah dan Imamiyah.
Perkembangan Al Ulumud Dhakhiliyah [ilmu perluasan oleh perkembangan ilmu Islam] juga mencatatkan sejarahnya pada masa ini. Sebuah buku kumpulan karangan dari anggota  Ikhwanus Safa berjudul Rosail Ikhwanus Safa berhasil disusun. Isi dari buku ini adalah filsafat Islam meliputi susunan, alam, rahasia langir bumi, bintang, ilmu hayat, ilmujiwa , ilmu pasti,  musik, mantik, akhlaq dan lain-lain.  Pengarang dari buku ini kebanyakan merupakan orang Mu’tazilah dan Ayiah ekstrim.
Selain itu para ahli kedokteran bermunculan pada masa ini diantaranya Ibnu Sina [Avicenna], Ibnu Masiwaihi, Ibnu Sahal,  dan Ali bin Abbas.  Dalam ilmu yang lain ada Ibnu baitar [farmasi dan kimia], jabir Batany [falak dan nujum], Tsabit bin Qurrah al-Hirany [ilmu pasti/riyadhiyaat], Ibnu Sa’ad [sejarah],  Syarif Idrisy [jughrafi/geografi],  Pada masa akhir Daulah Abbasiyah disusunlah buku Al-Mausu’at. Buku ini berisi bermacam-macam ilmu  sehingga mirip ensiklopedi.



C. Masa Daulah Mugoliyah 659-925 H/1261-1520 M,

Dalam amsa ini studi Islam tidak begitu berkembang. Pada ilmuwan kebanyakan hanya memberikan syarah [penjelas] atas ilmu-ilmu atau kitab-kitab fiqh yang telah ada sebelumnya.  Namun demikian tak sedikit pula ilmuwan-ilmuwan yang menmpelajari berbagai disiplin ilmu  (studi Quran, hadis, Tasawuf, Thib, ilmu Pasti bahkan ilmu teknik) yang muncul.

Bahkan pada masa ini merupakan matangnya ilmu sosiologi, ditandai dengan munculnya Muqaddimah-nya Ibnu Khaldun (1332-1406 M)

D. Masa Daulah Usmaniyah 925-1213 H/1520-1801 M

Setelah sekian lama tidak ada pemikir Islam yang mumpuni akhirnya pada masa ini lahir  Muhammad bi  Abdul Wahhab (1116-1206 H), yang dianggap membawa perubahan besar dalam dunia Islam.
Pada masa ini juga lahir para ahli-ahli hadis (Abdurrauf al Manawy), tasawuf (Abdul Wahab Sya’rany), filsafat (Ash Shadar bin Abdurrahman al Akhdary), sejarah (Syamsuddin Syamy)


Daftar Pustaka

Encarta Encyclopedia 2005. Microsoft, 2004

Hasjimy, A. Sejarah Kebudayaan Islam. Jakarta: Bulan Bintang, 1995

Nasution, Khoiruddin. Pengantar Studi Islam. Yogyakarta: Academia+Tazakka, 2004

Future Library: sebuah impian

Perpustakaan merupakan suatu institusi yang penting dan di perlukan.  Setidaknya ini dibuktikan oleh sejarah, mulai dari pertama kali perpustakaan muncul, menemukan bentuknya, dan mengalami berbagai revolusi/perubahan. Embrio perpustakaan berupa kumpulan catatan transaksi niaga, ini terjadi pada jaman purba. Sehingga bila dikaitkan dengan konsep perpustakaan modern jelas-jelas belum terpenuhi.. Catatan-catatan  tersebut  menggunakan kayu,  batu dan lempengan. Kemudian ditemukan media tulis yang disebut papyrus terbuat dari sejenis ruput yang tumbuh di sepanjang sungai NIL. Penemuan ini ada pada 2500 SM dan digunakan sampai dengan 700-an Masehi. Penemuan media tulis berikutnya adalah terjadi di Cina, Eropa hingga akhirnya ditemukannya mesin cetak oleh Johann Guttenberg. Peerkembangan perpustakaan kuno juga bisa kita telusur mulai dari Sumeria dan babylonia, dengan koleksi-koleksi berupa gambar (pictograph) yang diduga sudah terbuka untuk kawula kerajaan. Mesir dengan huruf hieroglyph-nya. Di Yunani, dengan didirikannya museum,  yang salah satu bagiannya adalah perpustakana ayang mengumpulkan  teks-teks dan manuskript dari segala bahasa di dunia. Roma,  pada masa Julius Caesar, dengan dibukanya perpustakaan untuk umum. Byzantium, yang perpustakaannya menpunyai koleksi mencapai 120.000 buku. Di Arab terutama pada masa Khalifakh Al Makmun,   yang mendirikan Bait Al Hikmah ( Rumah Kebijakan ) merupakan penggabungan antara perpustakaan, biro terjemah dan akademi.
Akhirnya pada masa-masa sekarang, di mana manusia telah mencapai kematangan sosial dan kultural. Pada masa-masa ini manusia butuh tempat untuk menyinpan hasil dari karya-karya kultural dan sosialnya.
Perpustakaan dari dahulu sampai sekarang dengan berbagai bentuknya jelas mengalami peningkatan. Diantaranya perubahan/bervariasinya media simpan yang digunakan, sistem klasifikasi koleksi perpustakaan yang digunakan, pengakuan oleh pemerintahan, serta pengakuan oleh masyarakat pemakai perpustakaan itu sendiri.
Mulculnya berbagai media informasi, tanggapan terhadap keperluan informasi, serta adanya ledakan informasi yang maha dasyat (information explosion) menimbulkan perubahan-perubahan pada perpustakaan. Perubahan tersebut adalah dengan bermunculannya berbagai jensi perpustakaan.
Perpustakaan sampai pada masa sekarang masih didominasi oleh dua tipe perpustakaan, yaitu perpustakaan kertas dan perpustakaan terotomasi.  Perpustakaan kertas  adalah perpustakaan yang teknik operasionalnya masih menggunakan kertas dan bahan pustaka yang dimilikipun adalah kertas. Sedangkan perpustakaan terotomasi merupakan perpustakaan yang dalam operasionalnya menggunakan komputer namun koleksi yang dimiliki masih dalam bentuk kertas.
Pada perpustakaan ini akses informasi masih terbatas. Karena jalur akses informasi masih ada sekat-sekat ruang dan waktu. Sehingga jarak dan tempat akan mempengaruhi dalam pengaksesan informasi.
Hingga akhirnya dalam perkembangan teknologi mulai di kenal media internet dan komputer yang semakin mendunia, serta bentuk media simpan yang semakin maju, dengan ditemukannya format penyimpanan digital. Penemuan-penemuan ini menjadikan perpustakaan juga harus menyesuaikan diri.
Membahas perpustakaan masa depan merupakan sebuah angan-angan, idealisme atau juga bisa dikatakan sebuah mimpi. Namun demikian idealisme perpustakaan masa depan itu itu harus kita bangun dengan berbagai hal yang telah ada sekarang, yang kita usahakan sekarang untuk menutup segala kekurangan yang ada sekarang.
Akses informasi yang tidak maksimal, ruang dan waktu yang masih membatasi penyebaran informasi, ketidakmampuan perpustakaan dalam menyediakan informasi sendirian, perkembangan teknologi yang semakin maju, serta  berbagai jenis informasi yang  muncul dalam hitungan detik, hal-hal tersebut  menggugurkan anggapan bahwa didunia ini ada perpustakaan yang sangat lengkap yang mampu mengcover semua jenis informasi. Padahal di lain pihak manusia membutuhkan informasi tidak kenal waktu dan jenis informasi yang dibutuhkannya  tidak bisa di duga sebelumnya.
Ada beberapa hal yang mendasari kenapa perpustakaan dimasa depan merupakan hal yang sangat urgen. Pertama globalisasi.  Kehidupan  dalam era global di mana lingkungan menuntut untuk berkompetisi. Kesuksesan aktifitas akan ditentukan oleh seberapa besar kemampuannya mengakses sumberdaya informasi global, yang mendukung aktiifitasnya. Dasar kedua adalah tren information explosion. Sejak pertengahan abad terakhir publikasi informasi mengalami peningkatan yang tidak bisa diprediksi. Sehingga mendapatkan, mengorganisir dan membuat informasi ini bisa di akses merupakan tantangan yang serius. Ketiga adalah revolusi dalam teknologi komputer, yang menimbulkan babak baru dalam akses informasi elektronik. Babak baru ini ditandai dengan online information yang bisa diakses tanpa batas dengan jaringan internet. Ketiga hal di atas menggiring manusia untuk selalu belajar. Sehingga timbul apa yang disebut dengan long life education and learning.
Tantangan dunia global tersebut menjadikan perpustakaan –sebagai penyedia informasi- harus melakukan inovasi-inovasi, serta pengembangan. Penyesuaian penyesuaian ini menuntut perubahan, baik pada dataran ide dasar perpustakaan maupun dalam hal teknis perpustakaan.


Jangkauan
Perpustakaan masa depan merupakan perpustakaan yang di bangun untuk semua, tanpa menjadikan berbagai perbedaan sebagai alasan dalam mengakses informasi. Warna kulit, agama, kebangsaan, dan perbedaan lainnya merupakan  anugrah Tuhan bukan keinginan manusia yang bersangkutan. Sehingga menjadikannya alasan untuk membatasi akses informasi adalah sebuah kesalahan besar. Selama orang yang besangkutan memang membutuhkan informasi, yang informasi itu ada di perpustakaan yang dia tuju, kenapa tidak. Pertimbangan legalitas dan nilai ekonomis pada informasi pubik haruslah didialogkan.. Tentunya dengan tidak menyangkal bahwa dalam mendapatkan informasi tersebut memang diharuskan untuk memenuhi persyaratan tertentu, menjadi anggota/anggota baca misalnya.
Landasan legal formal kebebasan akses informasi ini adalah Deklarasi Umum Hak Asasi Manusia pasal 19, yang menyatakan “ setiap orang berhak untuk mencari, menerima dan menyebarkan berbagai informasi maupun ide-ide baik lisan maupun tertulis melalui berbagai cara tanpa mengenal batas-batas negara”
Hal ini sejalan dengan prinsip pengembangan ilmu pengetahuan yang harus bebas nilai. Dalam hal ini artinya siapapun berhak mendapatkan informasi publik dan  mengembangkannya tanpa harus takut akan sekat-sekat yang membatasi (warna kulit, kebangsaan, bahasa, bahkan agama). Namun demikian dalam pemanfaatan ilmu/informasi haruslah sarat nilai. Dalam hal ini adalah kemaslahatan untuk ummat manusia.
Hal ini berlaku pada berbagai bentuk layanan perpustakaan. Baik itu yang masih menyimpan koleksi tercetak maupun yang sudah mengemas koleksinya dalam bentuk digital. Lebih-lebih pada perpustakaan yang mengemas koleksinya dalam bentuk digital dan online di internet. Maka semua orang di mana saja, kapan saja bisa menikmati informasi yang ditawarkan dengan mudah dan murah. Selain itu dengan koleksi digital ini maka satu file  bisa di share  oleh banyak orang dengan ruang dan waktu yang berbeda.
Dialog dan sirkulasi informasi tidak terbatas ruang dan waktu. Pustakawan bisa menawarkan informasi yang dimiliki kepada orang dimanapun dia berada.  Demikian pula user  bisa menghubungi pustakwan untuk sekedar menanyakan apa yang dimiliki oleh perpustakaannya, atau menanyakan apakan informasi yang dia butuhkan ada di perpustakaan itu  serta semua kegiatan sesudahnya bisa dilakukan dari jarak jauh.


Organisasi
Struktur organisasi yang mantap, jelas, lengkap sesuai kebutuhan dan dengan  tanggungjawab masing-masing bagian. Organisasi yang mantap tidak  gemuk, tapi juga tidak harus ramping. Selama distribusi beban pekerjaan jelas, merata dan mengcover semua lini sesuai kebutuhan, maka itu cukup. Meskipun dengan sedikit orang sekalipun.  Adobsi model-model struktur organisasi yang ada di  instansi-instansi komersial pun tidak menjadi masalah. Sudah selayaknya di perpustakaan ada Public Relation untuk menjembatani perpustakaan dengan pihak luar. Demikian juga bagian analis pasar, yang bekerja untuk selalu menganalisa arus informasi yang dibutuhkan dan yang ada di tingkat publik itu seperti apa.  Demikian pula bagian-bagian yang lain. Kesensitifan terhadap informasi-informasi baru yang berkembang di luar perpustakaan harus selalu ada.
Kaitannya dengan kegiatan organisasi perpustakaan, pada masa-masa yang akan datang dengan aliran informasi yang semakin deras, adalah suatu hal yang tidak mungkin bagi perpustakaan untuk menangani informasi sendirian. Maka sebenarnya era stand alone library  itu sudah selesai.  Perpustakaan masa depan haruslah mampu membangun kerjasama yang sinergis, kompak dan saling menguntungkan antar perpustakaan. Kerjasama dalam hal tukar menukar informasi, ataupun koleksi yang dimiliki dengan kesepakatan-kesepakatan kedua belah pihak atau lebih.
Pustakawan yang handal, juga marupakan aspek penting yang  harus diperhatikan.  Pustakawan haruslah menjadi mediator pengetahuan. Dengan mengemukakan pandangan-pandangan tentang badan-badan  pengetahuan yang bisa menuntun ke sumber informasi yang dibutuhkan oleh pemakai. Atau dalam bahasa ringkasnya pustakawan bisa menemukan, menyediakan dan menyampaikan informasi. Sebagai arsitek informasi, dalam hal ini pustakawan dituntut untuk mengorganisisr informasi, sehingga yang rumit bisa disederhanakan  dan mudah dipahami oleh pemakai. Serta mengkreasi struktur informasi sehingga memungkinkan pemakai bisa menelusur informasi dengan mudah dan mandiri. Selain kedua hal di atas,  dua peran pustakawan yang lainnya adalah pustakawan hibrida dan pemelihara pengetahuan. Sebagai pustakawan hibrida, pustakawan harus mampu memadukan pelayanan  pemakain dalam dua model koleksi, koleksi tercetak dan koleksi digital.  Dalam pemeliharaan pengatahuan, berkaitan dengan preservasi koleksi yang  dimiliki. Hal ini sangat penting, karena tanpa kemampuan yang handal beragam koleksi yang dimiliki perpustakaan bisa lenyap ataupun rusak.




Kekayaan Informasi
Materi koleksi perpustakaan masa depan meliputi materi dari berbagai sumber, sehingga pemakai bisa mengetahui dan mengkomparasikan berbagai informasi yang didapatkannya.  Koleksi berikut isi dari informasi yang dimiliki ini dikelola dengan database yang aksesibilitasnya tinggi. Data base yang bisa menunjukkan kapada pemakai akan isi dari informasi. Kelengkapan database standar internasional harus dipenuhi. Sehingga dengan jaringan global, maka semua orang lintas negara akan bisa menikmati koleksi yang ditawarkan.  Selain hal tersebut updating informasi haruslah selalu berjalan. Perpustakaan harus sensitif dengan berbagai informasi yang ada di masyarakat.

Fisik Perpustakaan
Bentuk tampilan fisik perpustakaan masa depan sangat  penting. Hal ini berhubungan dengan kenyamanan, keefektif dan efisienan pelayanan. Dukungan arsitektur yang sesuai kebutuhan sangatlah penting. Pembagian fungsi-fungsi ruang haruslah disesuaikan dan berorientasi kepada pemakai. Yang pada titik akhir menjadikan bentuk atau fisik perpustakaan hal yang membuat pemakai bisa betah untuk menggali informasi di perpustakaan.

Beberapa hal di atas merupakan sesuatu dari sekian banyak hal yang idealkan untuk perpustakaan masa depan. Dalam hal penamaan bisa bermacam-macam. Terminologi yang banyak dipakai orang saat ini adalah Digital Library. Namun sesungguhnya, menilik dari apa yang ada sekarang idealnya perpustakaan masa depan adalah gabungan antara konsep Digital Library murni dengan perpustakaan terautomasi. Sehingga kekurangan dan kelebihan antara keduanya menjadi saling melengkapi.
Inovasi-inovasi memang merupakan hal yang wajib ‘ain untuk kita lakukan. Sehingga perpustakaan tidak hanya terkesan sebagai gudang berbagai bentuk koleksi. Namun dengan inovasi tersebut bisa meneguhkan bahwa perpustakaan juga merupakan wahana terbentuk, berkumpul, berdialektika, bergumul, berbenturannya ide-ide, hingga menemukan bentuknya yang ideal.

Kelebihan dan Kekurangan
Mengacu pada konsep di atas maka perpustakaan akan dapat menghimpun semua koleksi yang dinginkan dan mendesiminasikan ke berbagai pihak yang membutuhkan. Bebagai jenis informasi dan berbagai jenis pengguna. Namun demikian ada kalanya ada bentuk-bentuk informasi yang harus di rahasiakan demi keamanan negara. Sebagai contoh Data Geologi dan Geofisika, yang menunjukkan kekayaan alam suatu bangsa yang diteliti dengan biaya banyak. Data tentang penyelidikan tersangka pelaku tindak pidana dan perdata, dan data-data lainnya. Permasalahan hakcipta dan permasalahan penarikan biaya.









Daftar Pustaka

Qalyubi, Syuhabuddin dkk. 2003. Dasar-dasar Ilmu Perpustakaan dan Informasi. Yogyakarta: Jurusan Ilmu Perpustakaan dan Informasi UIN Sunan Kalijaga.

Keraf, A. Sonny and Mikhael Dua. 2001. Ilmu Pengetahuan: sebuah tinjauan filosofis. Yogyakarta: Kanisius
Pernyataan Umum tentang Hak-Hak Asasi Manusia, http://www.unhchr.ch/udhr/lang/inz.pdf  22 Oktober 2005 pukul  8:26 PM 10/22/2005

A Strategic Plan For The Future Of Library Services In Massachusetts. 1993.  http://mblc.state.ma.us/mblc/publications/other/stratplan.php 19 Oktober 2005, pukul 10.00

Sulistyo-Basuki. 1991. Pengantar Ilmu Perpustakaan. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Wibowo, Romi Satria. 2003. Menengok Proyek Digital Library
www.ilmukomputer.com 19 oktober 2005 pukul 10.00


Harkrisnowo, Harkristuti. 2004. Kebabasan Informasi dan Pembatasan Rahasia Negara.
http://kebebasan-informasi.blogspot.com/2004/11/tentang-rahasia-negara-dan-kebebasan_16.html 22 oktober 2005 pukul 10.00
,

Ilmu dan Kebijakan: unsur perpustakaan

George Makdisi menyebutan bahwa ada 6 istilah yang digunakan secara terpadu untuk menggambarkan perpustakan. Tiga pertama adalah bayth (kamar/ruang), khizanah (lemari),  dan dar (rumah), sedangkan tiga kedua adalah hikmah (kebijakan), ilm (ilmu) dan kutub (buku-koleksi).

Ini cukup beralasan, dengan keenam istilah ini maka dalam peradaban muslim dikenal Bayth al Hikmah, Dar al Hikmah, Bayth al Kutub dan yang semacamnya. Perpustakaan terbesar dalam dunia Islam adalah bayth al hikmah yang didirikan  harun al Rasyid pada 830 M.  Di sinilah perpustakaan, lembaga riset dan biro penerjemahan digabungkan. Adalah Al Kindi (807-973M), filosof Islam  pertama yang menerjemahkan karya Aristoteles ke bahasa Arab merupakan orang yang aktif mengelola perpustakaaan ini. Selain beliau ada Musa Al Khawarizm, sang penemu al jabar pun bergelut dengan bayth al hikmah.

Pustakawan pada masa ini adalah juga Ilmuwan.

Adalah Al Nadim, orang yang menciptakan Al Fihrist (daftar isi/index) untuk koleksi yang ada di bayth al Hikmah, yang mengutip sekitar 60.000 buku. Dalam karyanya ini Nadim menyebutkan bahwa pustakawan di Bayth al Hikmah merupakan sosok  yang memiliki kedudukan tinggi di masyarakat karena kecendikiawanan mereka.

Eloknya, meskipun dibangun dimasa Islam oleh daulah Islam, pada masa Al Ma'mun, perpustakaan ini juga dikelola oleh  sejumlah cendikiawan muslim dan non muslim, sebuah kolaborasi indah. Keunggulah bayth al hikmah, hanya dapat dikalahkan oleh perpustkaan Madrasah Nizamiyah pada 1065 M, yang memiliki pustakawan tetap dengan gaji tinggi.

Pada masa sejarah muslim klasik, perpustakaan memegang peranan penting. Sehingga perpustakan dibangun sedemikian rupa, dengan berbagai ruangan untuk berbagai tujuan. Gallery, rak buku, ruang kuliah, perdebatan, riset  termasuk untuk hiburan musikal. SM Imaddudin, menyebutkan bahwa  perpustakaan pada sejarah muslim dirancang sedemikian rupa, sehingga keseluruhan perpustakannya dapat tampak dari satu titik pusat

Koleksi perpustakaan pada masa klasik Islam sangat unggul. Ini berkaitan dengan para scientis lintas bidang pada masa ini sangat subur bermunculan.  Dari segi jumlah, ada 1,6 juta koleksi dalam 40 ruangan pada perpustakaan Khazain al Qusu di Kairo. Diperlukan 400 onta untuk mengangkut buku koleksi Sahib ibn Abbad, 120 onta  dengan 600 peti untuk koleksi pribadi pustakawan Al Wakidi (pustakawan muslim abad ke 9). 100.000 koleksi pada Madrasah Al Fadhiliah, padahal pada masa itu belum ada percetakan. Selain itu perpustakaan ini memiliki 2 buah bola bumi, padahal saat itu peradaban barat masih meyakini bahwa bumi ini datar.

Para bibliofil (pecinta buku)  pada masa ini dengan bangga mengundang para ilmuwan atau cendikiawan lain untuk berkunjung ke perpustakaannya, yang juga diberi makan dan tempat  menginap. Setidaknya ini dilakukan oleh pustakawan Ali ibn yahya al Munajjim dengan perpustakaan pribadinya yang dinamakan Khizanah Al Hikmah.  Lain lagi dengan Ja'far ibn Muhammad al Mausilli dengan Dar al Ilm-nya. Dia membuka pintu perpustakannya untuk semua orang. Bahkan  jika ada orang asing datang dan mempunyai kesulitan finansial, Mausilli memberinya buku dan uang.

Buku di wakafkan  untuk kemanfaatan ilmu pengetahuan.
Perpustakaan sebagai lembaga yang sedemikian rupa yang belum pernah terjadi sebelumnya. Baru pada masa ini perpustakaan sedemikian banyak  lengkap dan banyak dikunjungi, terjadi pada negeri Muslim, demikian Stellhorn Mackensen menyebutkan.

Informasi tulisan ini bersumber dari:
Sardar, Ziauddin. Tantangan Dunia Islam abad 21: menjangkau informasi.  Bandung: Mizan, 1993
,

Risalah Nikah

Karya : Milis Muslim-its

Istri yang paling baik adalah yang membahagiakanmu, saat kamu memandangnya, yang mematuhimu kala kamu menyuruhnya, dan memelihara kehormatan dirinya dan dirimu bila kamu tidak ada disisinya. Setelah Rasulullah SAW meninggal dunia, ada beberapa orang sahabat menemui Aisyah memintanya agar menceritakan perilaku Rasulullah. Aisyah sesaat tidak menjawab permintaan itu. Air matanya berderai, kemudian dengan nafas panjang ia berkata: “Kaana Kullu Amrihi Ajaba” [Aah…semua perilakunya indah].

Allah berfirman:
“Diantara tanda-tanda keangungan Allah, ialah Dia ciptakan bagimu, dari jenis-jenismu sendiri, pasangan-pasangannya. Supaya kamu hidup tentram bersamanya, dan Allah jadikan bagimu cinta dan kasih sayang. Sesungguhnya dalam hal itu ada tanda-tanda bagi orang-orang yang mau berfikir”. [QS 30 : 21]

Ayat ini ditempatkan Allah pada rangkaian ayat tentang tanda-tanda kebesaran Allah di alam semesta. Tentang tegaknya langit, terhamparnya bumi, gemuruh halilintar dann keajaiban penciptaan manusia. Dengan ayat ini Dia ingin mengajarkan kepada kita betapa Dia dengan sengaja menciptakan kekasih yang menjadi pasangan hidup manusia yang bersedia berdiri dengan setia disamping kita, yang mau mendengar bukan saja kata-kata yang diucapkan, melainkan juga jeritan hati yang tidak terungkapkan, yang mau menerima perasaan tanpa pura-pura, prasangka dan pamrih, yang mampu meniupkan kedamaian, mengobati luka, menopang tubuh lemah dan memperkuat hati.

Allah menetapkan suatu ikatan suci, yaitu Akad Nikah, agar hubungan antara pecinta dan kekasihnya itu menyuburkan ketentraman, cinta dan kasih sayang. Dengan dua kalimat yang sederhana “Ijab dan Qabul” terjadilah perubahan besar: yang haram menjadi halal, yang maksiat menjadi ibadat, kekejian menjadi kesucian, dan kebebasan menjadi tanggung jawab. Maka nafsu pun berubah menjadi cinta dan kasih sayang. Begitu besarnya perubahan ini sehingga Al Qur’an menyebut Akad Nikah sebagai Mitsaqon Ghalidon [perjanjian yang berat]. Hanya 3 kali kata ini disebut dalam Al Qur’an. Pertama, ketika Allah membuat perjanjian dengan Nabi dan Rasul Ulul ‘Azmi [QS 33 : 7]. Kedua, ketika Allah mengangkat bukit Tsur diatas kepala Bani Israil dan menyuruh mereka bersumpah setia di hadapan Allah [QS 4 : 154]. Dan Ketiga, ketika Allah menyatakan hubungan pernikahan [QS 4 : 21].

Peristiwa Akad Nikah bukanlah peristiwa kecil di hadapan Allah. Akad Nikah tidak saja disaksikan oleh kedua orang tuanya, saudara dan sahabat-sahabat tetapi juga disaksikan oleh para malaikat di langit yang tinggi dan terutama sekali disaksikan oleh Allah Rabbul Izzati [Penguasa Alam Semesta]. Maka apabila kamu sia-siakan perjanjian ini, ikatan yang sudah terbuhul, janji yang terpatri, kamu bukan hanya harus bertanggung jawab kepada mereka yang hadir, tetapi juga dihadapan Allah Rabbul Alamin.

“Laki-laki adalah pemimpin di tengah keluarganya, dan ia harus mempertanggung jawabkan kepemimpinannya. Wanita adalah pemimpin di rumah suaminya dan ia harus mempertanggung jawabkan kepemimpinannya.” [HR Bukhori dan Muslim]

“Yang paling baik diantara kamu adalah yang paling baik dan lembut terhadap keluarganya”. [HR Bukhari]

Seorang isteri boleh memberi apa saja yang ia miliki. Tetapi, bagi seorang suami, tidak ada pemberian isteri yang paling membahagiakan selain hati yang selalu siap berbagi kesenangan dan penderitaan. Di luar rumah, sang suami boleh jadi diguncangkan oleh berbagai kesulitan, ia menemukan wajah-wajah tegar, mata-mata tajam, ucapan-ucapan kasar, dan pergumulan hidup yang berat. Ia ingin ketika pulang ke rumah, disitu ditemukan wajah yang ceria, mata yang sejuk, ucapan yang lembut dam berlindung dalam keteduhan kasih sayang sang isteri [seperti cerita puteri salju-nya Anderson]. Ia ingin mencairkan seluruh beban jiwanya dengan kehangatan air mata yang terbit dari samudera kasih sayang sang isteri.

Rasulullah bersabda:
“Isteri yang terbaik adalah isteri yang, membahagiakanmu saat kamu memandangnya, yang mematuhimu kalau kamu menyuruhnya, dan memelihara kehormatan dirinya san hartamu bila kamu tidak ada disisinya.”

Rasulullah bersabda bahwa surga terletak dibawah kaki kaum Ibu. Maka apakah rumah tangga yang dibangun hari ini akan menjadi surga atau neraka, tergantung pada sang ibu rumah tangga. Rumah tangga akan menjadi surga apabila disitu dihiaskan kesabaran, kesetiaan dan kesucian.

Allah SWT berfirman:
“Wahai wanita, ingatlah ayat-ayat Allah dan hikmah yang dibacakan di rumah-rumah kamu. Sesungguhnya Allah Maha Penyayang dan Maha Mengetahui.” [QS 33 : 34]

Suatu saat, kelak bila perahu rumah tangga bertubrukan dengan kerikil tajam, bila impian remaja menjadi kenyataan yang pahit, bila bukit-bukit harapan diguncangkan gempa cobaan, tetaplah teguh disamping sang suami, tetaplah tersenyum walau langit semakin mendung.

Rasulullah SAW adalah manusia paling mulia. Dan Aisyah, ia bercerita bagaimana Rasulullah SAW memuliakannya: “Di rumah, kata Aisyah, “Rasulullah melayani keperluan isterinya, memasak, menyapu lantai, memerah sesu dan memebrsihkan pakaian. Dia memanggil isterinya dengan gelaran yang baik”. Setelah Rasulullah SAW meninggal dunia, ada bebarapa orang sahabat menemui Aisyah, memintanya agar menceritakan perilaku Rasulullah SAW. Aisyah sesaat tidak menjawab pertanyaan itu. Air matanya berderai kemudian dengan naafas panjang ia berkata: “Kaana Kullu Amrihi Ajaba…” [Ah…semua perilakunya indah]. Ketika didesak untuk menceritakan perilaku Rasul yang paling mempesona, Aisyah kemudian menceritakan bagaimana Rasul yang mulia di tengah malam bangun dan meminta ijin kepada Aisyah untuk shalat malam “Ijinkan aku beribadah kepada Rabb-ku” ujar Rasulullah SAW kepada Aisyah.

Rasulullah bersabda:
“Seandainya aku boleh memerintahkan kepada manusia bersujud kepada manusia lain, aku akan perintahkan para isteri untuk bersujud kepada suami mereka karena besarnya hak suami yang dianugerahkan Allah atas mereka.” [HR. Tirmidzi]

Banyak isteri yang menuntut agar suaminya membahagiakan mereka. Jarang terpikir oleh mereka bagaimana membahagiakan suami. Padahal cinta dan kasih sayang akan tumbuh dan subur dalam suasana “memberi” bukan “mengambil”. Cinta adalah “sharing” saling membagi. Cinta tidak akan diperoleh kalau yang ditebarkan adalah kebencian. Kasih sayang tidak akan dapat diraih bila yang disuburkan adalah dendam dan kekecewaan.

Marie von Ebner Eschebach berkata:
“Bila di dunia ini ada surga, surga itu adalah pernikahan yang bahagia tetapi bila di dunia ini ada neraka, neraka adalah pernikahan yang gagal”. Karena itulah Islam dengan penuh perhatian mengatur urusan rumah tangga.

Ribuan tahun yang silam, di Padang Arafah, saat haji wada’ Rasulullah menyampaikan khotbah perpisahannya & perhatikan apa yang diwasiatkannya pada waktu itu, “Wahai manusia, takutlah kepada Allah dalam urusan wanita, Sesungguhnya kamu telah mengambil mereka sebagai isteri dengan amanat Allah. Dia halal-kan kehormatan mereka dengan kalimat-Nya. Sesungguhnya kamu mempunyai hak atas isterimu, dan isterimupun berhak atas kamu. Ketahuilah aku wasiatkan kepada kalian untuk berbuat baik terhadap isteri kalian. Mereka adalah penolong kalian. Mereka tidak memilih apa-apa untuk dirinya dan kamupun tidak memilih apa-apa dari diri mereka selain dari itu. Jika mereka patuh kepadamu, janganlah kamu berbuat aniaya kepada mereka”. [HR. Muslim dan Turmudzi]

Rasulullah bersabda:
“Ada dua dosa yang akan didahulukan Allah siksanya di dunia ini juga, yaitu: Al-bagyu dan durhaka kepada orang tua”. [HR. Turmudzi, Bukhari dan Thabrani]

Al-bagyu adalah berbuat sewenang-wenang, berbuat dzalim/aniaya terhadap orang lain. Al-bagyu yang paling dimurkai Allah adalah berbuat dzalim kepada isteri sendiri, yaitu menelantarkan isteri, menyakiti hatinya, merampas kehangatan cintanya, merendahkan kehormatannya, mengabaikan dalam mengambil keputusan, dan mencabut haknya untuk memperoleh kebahagiaan hidup bersama-sama. Karena itulah Rasulullah mengukur tinggi rendahnya martabat seorang laki-laki dari cara ia bergaul dengan isterinya, Nabi yang mulia bersabda: “Tidak akan memuliakan wanita kecualli laki-laki yang mulia, dan tidak akan merendahkan wanita kecuali laki-laki yang rendah pula”.

Pada saat perahu rumah tangga bertubrukan dengan kerikil tajam, impian remaja telah berganti menjadi kenyataan yang pahit, dan bukti-bukti harapan diguncangkan gempa cobaan, tidak ada yang paling menyejukkan sang suami selain pemandangan yang mengharukan. Ia bangun di malam hari, di dapatinya sang isteri tidak ada di sampingnya. Tetapi, kemudian ia dengar suara yang sangat dikenalnya. Diatas sajadah, diatas lantai yang dingin, ia menyaksikan seorang wanita bersujud. Suaranya bergetar. Ia memohon agar Allah menganugerahkan pertolongan bagi suaminya. Pada saat seperti itu sang suami akan mengangkat tangannya ke langit dan bersamaan tetes-tetes air matanya ia berdoa:

“Ya Allah, karuniakan kepada kami isteri dan keturunan yang menentramkan hati kami, dan jadikanlah kami penghulu orang-orang yang bertaqwa”.

Suatu saat Aisyah ra bercerita lama, setelah meninggalnya Khadijah ra. “Hampir setiap kali Rasulullah akan keluar rumah, beliau meyebutkan nama Khadijah seraya memujinya. Sehingga pada suatu hari ketika beliau menyebutkan lagi, timbul rasa cemburuku dan kukatakan kepadanya, “Bukankah ia hanya seorang wanita yang sudah tua, sedangkan Allah telah memberi pengganti yang lebih baik dari dia?” Mendengar itu Rasulullah kelihatan sangat marah, sehingga bagian depan rambutnya bergetar karenanya. Lalu ia berkata, “Tidak demi Allah! Aku tidak mendapat pengganti yang lebih baik dari dia…! Dia beriman kepadaku ketika orang lainn mendustakanku. Dia membantu dengan hartaku ketika tak seorangpun selain dia memberiku sesuatu dan Allah telah menganugerahkan keturunan daripadanya dan tidak dari isteri-isteriku yang lain” [Al Hadits]

“Bila seorang wanita meninggal dunia, dan suaminya ridho sekali dengan tingkah lakunya semasa hidupnya, maka wanita itu masuk surga”. [HR. Turmudzi dan Ibnu Majah]

Ya Allah…
Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui bahwa hati-hati ini telah berkumpul untuk mencurahkan cinta hanya kepada-Mu, bertemu untuk taat kepada-Mu, bersatu dalam rangka menyeru [di jalan]-Mu, dan berjanji setia untuk membela syariat-Mu maka kuatkanlah ikatan pertaliannya.

Ya Allah…
Abadikan kasih sayangnya, tunjukkanlah jalannya dan penuhilah dengan cahaya-Mu yang tidak pernah redup, lapangkanlah dadanya dengan limpahan iman dan keindahan tawakal kepada-Mu, hidupkanlah dengan ma’rifat-Mu, dan matikanlah dalam keadaan syahid di jalan-Mu. Sesungguhnya Engkau sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong. Amin. Dan semoga shalawat seta salam selalu tercurah kepada Mudammad SAW, kepada keluarganya dan kepada semua sahabatnya.

Ya Allah…
Hari ini dua hamba-Mu yang dhaif mematri janji di hadapan kebesaran-Mu. Kami tahu tidak mudah untuk memelihara ikatan suci ini dalam naungan ridha dan maghfirah-Mu. Kami tahu, amat berat bagi kami untuk mengayuh perahu rumah tangga kami menghadapi taufan godaan di hadapan kami. Karena itulah, kami datang memohon rahman dan rahim-Mu.

Tunjukilah kami jalan yang lurus, jalan orang-orang yang lebih Engkau anugerahi kenikmatan, bukan-nya jalan orang-orang yang Engkau timpai kemurkaan, bukan pula jalan orang-orang yang Engkau tenggelam dalam kesesatan. Sinarilah hati kami dengan cahaya petunjuk-Mu.

Terangilah jalan kami dengan sinar taufik-Mu. Kalau Engkau berkenan menganugerahkan nikmat-Mu atas kami, bantulah kami untuk banyak berdzikir dan bersyukur atas nikmat-Mu itu. Hindari kami dari orang-orang yang terlena dalam kemewahan dunia. Lembutkan hati kami untuk merasakan curahan rahmat-Mu.

Ya Allah…
Indahkanlah rumah kami dengan kalimat-kalimat-Mu yang suci. Suburkanlah kami dengan keturunan yang membesarkan asma-Mu. Penuhi kami dengan amal shaleh yang Engkau ridhai. Jadikan mereka Yaa…Allah teladan yang baik bagi manusia.

YaAllah…
Damaikanlah pertengkaran di antara kami, pertautkan hati kami, dan tunjukkan kepada kami jalan-jalan keselamatan. Selamatkan kami dari kegelapan kepada cahaya. Jauhkan kami dari kejelekan yang tampak dan tersembunyi.

Ya Allah…
Berkatilah pendengaran kami, penglihatan kami, hati kami, suami/isteri kami, keturunan kami dan ampunilah kami.

Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Amiin…

Dikutip dari : Prayoga.net