Wednesday, 31 May 2017

URL bermanfaat untuk belajar Latex

Latex merupakan aplikasi untuk membuat dokumen, dengan filosofi WYSIWYM (what you see is what you mean).

Berikut beberapa URL yang berisi informasi singkat untuk belajar latex dasar.

https://bellatania68.wordpress.com/2013/07/10/membuat-jurnal-menggunakan-latex/
Tulisan di atas, bisa diikuti dan dipraktikkan untuk belajar dasar menulis menggunakan Latex dari baris awal.


http://komunitas.ui.ac.id/mod/groups/topicposts.php?topic=12949&group_guid=1572
Berisi template tugas akhir, dan contoh hasilnya. Dibuat oleh komunitas UI

https://en.wikibooks.org/wiki/LaTeX
Tutorial Latex dari A-Z. Jika sudah mencoba membuat sendiri melalui URL paling atas, bisa dikembangkan menggunakan berbagai tips di web ini, dan di bawah ini.

https://www.sharelatex.com/learn/Headers_and_footers
Berisi tips membuat header dan footer pada latex

https://www.latextemplates.com/  dan https://www.sharelatex.com/templates/
Dua web di atas, menyediakan template berbagai gaya. Bisa digunakan untuk meningkatkan hacking latexnya.

Monday, 29 May 2017

Afi Nihaya Faradisa: siswi yang suka membaca buku di perpustakaan



Video di atas, merupakan rekaman diskusi di FISIPOL UGM, yang menghadirkan siswi SMA yang sempat membuat heboh jagad media sosial melalui tulisannya, Asa Firda Inaya yang dikenal dengan nama Afi Nihaya Faradisa (AFI). Diskusi dimoderatori oleh dosen "gaul" dari DPP (Departemen Politik dan Pemerintahan), Dr. Abdul Gaffar Karim.

Saya tidak mengikuti diskusinya dari awal, juga belum mendengarkan video yang tidak sempat saya ikuti streamingnya. Namun, satu hal yang menjawab pertanyaan saya terkait AFI dan perpustakaan, yaitu AFI ternyata sering membaca buku di perpustakaan sekolahnya. Dia menyebut perpustakaan sekolahnya terbuka untuk dia bebas keluar masuk. Dia juga menyampaikan membaca beberapa buku berat (bagi saya, karena belum pernah membaca -tet-tot-), yaitu Ihya Ulummudin, Riyadus Shalihin dan semacamnya. Dua buku yang direkomendasikan AFI bagi anak muda adalah The Magic of Thinking Big, dan 7 Habbit-nya Covey.

Afi suka membaca dari internet dan buku. Dia punya target 1-3 buku dibaca dalam sebulan. (http://regional.liputan6.com/read/2962063/afi-si-penulis-warisan-dapat-tawaran-beasiswa-kuliah.

Tulisan Afi, yang kabarnya sempat menghebohkan saya peroleh lognya di https://hype.idntimes.com/viral/amanda-14/tulisan-afi-nihaya-ini-bikin-merinding-c1c2/full. Jika dilihat isinya, memang mungkin ada yang terganggu, mungkin juga biasa saja. Saya sendiri merasa tulisan tersebut tidak ada yang perlu ditakutkan.  Afi juga mengonfirmasi saat diskusi, terkait kebenaran agama, "semua agama benar, bagi pemeluknya masing-masing. titik.".


Glorifikasi
Istilah ini muncul ketika diskusi. Semua sepakat, bahwa glorifikasi bagi Afi justru membahayakan. Di KBBI https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/glorifikasi, glorifikasi diartikan dengan n proses, cara, perbuatan meluhurkan, memuliakan dan sebagainya. Afi pun sekapat, glorifikasi pada dirinya justru akan berakibat buruk. Justru kritik (baik biasa maupun pedas) akan membuatnya bisa selalu memperbaiki diri dan idenya.

Menulis, bagi anak muda di Indonesia adalah hal istimewa, jangan ganggu mereka dengan dalih macam-macam. Jika tidak setuju, ajak saja diskusi, dan hadapi dengan tulisan.

Friday, 26 May 2017

,

Artikel "Mengembangkan Perpustakaan FT UGM", dan "Kompetensi Scholarly Communication untuk pustakawan"

Berikut ini, dua artikel yang saya tulis dalam rangka lomba penulisan Dies Perpustakaan UGM tahun 2015 dan 2016.

Keduanya telah diterbitkan dalam bentuk buku dan di berkala Media Informasi. Namun, untuk kepentingan penyebaran informasi, bukan sebagai tulisan baru, saya unggah pula di repository.ugm.ac.id, atas ijin Kepala Perpustakaan UGM.  Sebelum saya unggah, saya format ulang menggunakan Latex dengan memanfaatkan template Elsarticle.


Artikel berjudul Scholarly Communication: kompetensi wajib pustakawan perguruan tinggi, dapat diunduh di https://repository.ugm.ac.id/273436/ (menunggu indeks selesai 24 jam, akan online pada 27 Mei 2017)



Artikel berjudul Membangun Perpustakaan Kreatif: Pengalaman Pengembangan Perpustakaan Fakultas Teknik UGM  dapat diunduh di https://repository.ugm.ac.id/273434/ (menunggu indeks selesai 24 jam, akan online pada 27 Mei 2017)

, ,

Kahoot, aplikasi sederhana untuk membuat game dan kuis di perpustakaan

Kuis dan game, memang menarik, tentunya juga untuk perpustakaan. Nah, kali ini saya coba tuliskan secara singkat tentang Kahoot, aplikasi berbasis web yang dapat digunakan untuk membuat kuis dan game sederhana.

Kahoot terbagi dua, untuk peserta dan untuk admin. Untuk peserta beralaman di kahoot.it, sedangkan untuk admin https://getkahoot.com/.

Admin dapat melalukan login menggunakan akun Gmail, atau akun lainnya. Tentunya ini memudahkan bagi yang sudah memiliki akun Gmail atau FB, karena dapat menggunakan single ID.

Kahoot memiliki 4 fitur: game, kuis, diskusi dan survey. Untuk game, kita bisa membuat jenis pertanyaan, dan menentukan jawaban yang paling tepat serta waktu yang digunakan untuk menjawab pertanyaan tersebut. Uniknya, jawaban nantinya akan diwakili oleh gambar dan warna. Peserta diminta memilih warna/gambar yang mewakili jawaban.

Nah, disinilah serunya. Selain mencari jawaban yang tepat, peserta hanya memastikan agar tidak salah sentuh (klik) ketika memilih jawaban.
Memilih tipe kuis yang akan dibuat oleh admin


tampilan di layar peserta
Tampilan pertanyaan di layar admin yang bisa dilihat peserta
 Admin harus menampilkan gambar di atas di layar besar, sehingga bisa dilihat oleh peserta. Peserta, setelah sebelumnya diminta masuk ke kahoot.it dan memasukkan pin serta nama, akan disodori pilihan gambar seperti di bawah ini.

Peserta harus memilih gambar untuk menjawab


Nah, peserta harus milih gambar yang mewakili jawaban. Jika game telah selesai, maka di layar admin akan diinformasikan nama pemenangnya. Jawaban dinilai dari ketepatan dan kecepatan menjawab.

Beberapa gambar di atas, adalah penggunaan Kahoot type kuis. Untuk type game dan lainnya, silakan pelajari sendiri.

Game atau kuis tersebut, bisa digunakan untuk kepentingan sosialisasi sumber informasi, literasi informasi, atau sekedar selingan di sebuah acara perpustakaan.

Selain Kahoot, coba juga https://quizizz.com/join