Wednesday, 8 July 2020

Dua kekeliruan penerjemahan Indonesian Library Association

Paijo: "Apa beda library dan librarian, Kang?"
Karyo: "Ya jelas beda. Library kui perpustakaan. Librarian itu pustakawan."

Tanggal 7 Juli lalu banyak bertebaran di media sosial poster ucapan selamat hari pustakawan. Desainnya seragam. Hesteknya juga seragam. Sepertinya ada strategi yang sedang dijalankan. Yang beda hanya fotonya. Baik pose, maupun wajahnya. Juga captionnya. Beda.

IPI, diklaim usianya sudah 47 tahun. Tua? belum juga. Tapi ada di usia produktif. Ibarat manusia, ini puber kedua. Sedang on-on-nya. Semangat-semangatnya. Seharusnya. 

Sekarang lihatlah posternya. Itu di atas. Itu hanya potongannya. Tidak saya sertakan versi penuhnya. Saya ndak berani. Ada foto selfinya.

Nah. Jika diperhatikan, ada yang bikin dahi berkerut.

IKATAN PUSTAKAWAN INDONESIA, kemudian di bawahnya tertulis "Indonesian Library Association". Ini membuat saya bertanya-tanya. Pustakawan kok jadi Library. Penerjemahan gaya baru?

Akhirnya seorang kawan menjelaskan. Bahwa di luar negeri juga demikian.  American Library Association (ALA), misalnya.  

Demikian pula International Federation of Library Associations (IFLA), pakai kata library, bukan librarian. 


Keanggotaan
Namun, agaknya kawan saya tadi terlupa. Bahwa IFLA dan ALA itu anggotanya bukan hanya pustakawan. Namun banyak macam. 

ALA misalnya, dalam web http://ala.org/membership/ala-personal-membership , tertulis "ALA membership is open to individuals, organizations, and non-profits, and businesses interested in working together to change the world for the better through libraries and librarians."

IFLA juga. Dalam web https://www.ifla.org/membership/categories tertulis "Our members are associations, institutions, and individuals  in 150 countries throughout the world.  LIS students are also welcome to join"

Jadi cukup wajar, realistis, masuk akal, dan mazook, jika ALA dan IFLA menggunakan Library, bukan librarian.

Bagiamana dengan IPI?

Mari kita masuk ke websitenya: ipi.web.id.  Kita cek siapa saja anggotanya. Di web IPI Informasinya lengkap. Bahkan pada tab Keanggotaan, saya tidak menemukan informasi keanggotaan. Masih kosong. Tautannya masih pakai tanda #. Benar-benar lengkap. 

Karyo: "Lengkap kok tidak menemukan. Maksudmu piye, Jo?"
Paijo: "menengo wae sik, Kang!".

Beruntung, di bagian bawah, saya temukan tautan ke form pendaftaran. Tautan itu mengarahkan saya ke  form Google. Nah. Saya lihat dan dari informasi di dalamnya. Isi formnya cukup bisa untuk menerka siapa anggota IPI.

Ada permintaan foto 3x4, identitas KTP, tempat tanggal lahir, status perkawinan, jenis kelamin dan lainnya. Semuanya wajib diisi. Isian ini jelas menunjukkan manusia. Bukan organisasi, bukan perpustakaan.

Mosok perpustakaan punya status perkawinan atau jenis kelamin?

Bahkan, jenis keanggotaan pada form ini juga jelas jelas menunjukkan kalau anggotanya itu manusia. Bisa jenis keanggotaan Pustakawan Profesional, Tenaga Ahli Perpustakaan, Tenaga Teknis Perpustakaan, Pegiat Perpustakaan/Literasi/Pemerhati Kepustakawanan.

Hal di atas dikuatkan pula dengan Anggaran Dasar pasal 16, yang menyebutkan anggota IPI terdiri dari anggota biasa dan anggota kehormatan. Dan keduanya merupakan manusia, bukan perpustakaan, bukan institusi.

Paijo: "Kang. Saking lengkapnya, sampai tautan susunan pengurus juga..... ndak fungsi. xixi"
Karyo: "Hus. 

Nah, fakta di atas menunjukan secara kasat mata. Ceta wela-wela. Bahwa anggota IPI itu pustakawan saja. Manusia. Beda dengan IFLA atau ALA. Jadi ndak ada alasan pembenaran memilih Library dari pada Librarian sebagai nama versi bahasa Inggrisnya.


Bahasa asli
Kawan saya tadi juga lupa, bahwa kepanjangan IFLA dan ALA itu menggunakan bahasa ibu-nya. Bahasanya di sana. Atau bahasa Internasional. Jadi ndak ada urusan penerjemahan ke bahasa lain. 


****

Paijo: "apa tidak malu dengan negara tetangga ya Kang?
Karyo: "mana itu, Jo?"
Paijo: "Malaysia, Kang!"

Di LinkedIn ini, https://www.linkedin.com/company/ppm55/, tertulis "The formerly known as Malayan Library Group, the Persatuan Pustakawan Malaysia (PPM) or Librarians Association of Malaysia". Mereka gunakan Librarians, bukan Library atau Libraries.

Di webnya: ppm55.org juga demikian. Sayangnya web ini sulit diakses. Namun google merekamnya. Lihat saja gambar di samping. Usianya ternyata lebih tua, dan tertulis Librarians Association of Malaysia. 


***

Penerjemahan Ikatan Pustakawan Indonesia menjadi Indonesian Library Association merupakah kesalahan fatal. 

Karyo: "Hmm, kok aku jadi khawatir ya, Jo"
Paijo: "Khawatir bagaimana, kang?"
Karyo: "Kalau sampai ditertawakan profesi lain, piye?"


Paijo tertawa ngakak. Untung tidak sambil guling-guling. 

Karyo: "Kenapa tertawa, Jo?"

Paijo ngeloyor pergi. Sambil teriak menjawab pertanyaan Karyo, "jangankan orang lain, Kang. Aku saja tertawa. hahahahahah".


Sambisari, 
RĂªbo Kliwon 17 Dulkangidah Wawu AJ 1953

######



Catatan: penelusuran di web https://portal.ipi.web.id/ dilakukan 8 dan 9 Juli 2020 pagi. Tautan tab keanggotaan tidak berfungsi. Tautan ke Unduh Susunan Pengurus PP IPI 2018-2022 juga tidak berfungsi.

Share:

0 komentar:

Post a comment

Terimakasih, komentar akan kami moderasi