Friday, 17 January 2020

,

Menggugat bookless library


Karyo: Apa kui maksudnya, Jo?
****

Sumber: https://pixabay.com
Bookless library. Library yang ndak ada bukunya. "Ah, ndak juga. Ada , kok. Tapi bukan cetak," katanya.

Setidaknya itu dikatakan om Wiki. "Bookless libraries are public, academic and school libraries that do not have any printed books," begitu lengkapnya.

Di sumber lain tertulis, "just rows of computers and plenty of seating offering access to the Philadelphia university's 170 million electronic items." Atau juga pernyataan ini, "Our on-campus library is entirely digital,".

Nah, dari sinilah Paijo mikir. Misalnya sebuah institusi, memiliki perpustakaan. Tidak ada buku cetak, hanya ada koleksi digital. Lalu, ruang perpustakaan di lembaga itu di sebut bookless library?

Mosok sesederhana itu?

Bagaimana dengan ruang lain di lembaga tersebut? Halaman, misalnya. Atau dapur, dan WCnya? Bukankah ruang itu juga bagian dari institusi. Dan, yang membeli ebook atau membiayai pengadaan ebook atau pembuatannya bukan si perpustakaan, tapi institusilah yang punya uang.

****

"Oo, jelas tidak. Ruang lain tidak bisa disebut bookless library. Kenapa? karena ndak ada pustakawan  dan kegiatan belajar di sana. Yang ada pustakawannya ya di dalam ruang yang didedikasikan sebagai perpustakaan. Ruang itulah yang disebut bookless library". Mungkin demikian alasannya.

Loh. Kan pustakawan juga bisa jalan-jalan. Ke halaman, ke kantin yang ada dalam institusi itu. Di tempat itu, pustakawan juga bisa jadi pustakawan. Iya, kan? Belajar bisa di mana saja.

Nah, jika demikian, maka sesungguhnya semua tempat di Indonesia ini adalah bookless library. Kenapa? kan Perpustakaan Nasional dan Dikti melalui uang rakyat melanggan koleksi digital yang bisa diakses dari mana saja.

****

Paijo: "Sebentar kang. Tak tinggal dilit, mau ke bookless library. 

Tampak Paijo buru-buru meninggalkan Karyo sambi membawa gawai berlayar lebar dan sesekali memegang perutnya. Tidak menuju ruang yang umum disebut bookless library, melainkan ke WC. Karyo heran.

Karyo: "Loh, katanya ke bookless library. Kok malah ke WC, Jo?"
Paijo: "Loh, WC ini kan bagian dari Indonesia yang sudah melanggan ebook. Jadi WC ini juga bookless library. Bisa sambil makerspace-an di dalamnya.
Karyo: "Loh, di WC kan ndak ada pustakawannya, Jo"
Paijo: "Ada. Gampang. Nanti WA-nan pakai HP".
Karyo: &*&^^$%^^$^^$
---------------------

Posting pertama di 2020
Sambisari,
Jemuah Pahing 21 Jumadilawal Wawu 1953
05.50 pagi

Share:

0 komentar:

Post a comment

Terimakasih, komentar akan kami moderasi