Thursday, 5 December 2019

[Tugas luar]

"Tumben gelem tugas luar, Kang", komentar seorang kawan melalui jejaring sosial. Saya memang jarang tugas luar. Terhitung sudah tahunan saya tidak pergi dari wilayah UGM pada jam kerja, terutama ke luar daerah.
Konsentrasi di tempat bekerja lebih saya utamakan.
Keluar UGM pada jam kerja itu ada dua sebab: sebab eksternal dengan diundang atau ditawari; serta internal karena diminta/diutus. Sebab eksternal masih bisa saya tawar, dengan berbagai alasan. Utamanya karena keterbatasan kemampuan saya. Rumangsa, kata orang jawa.
Namun, sebab internal sulit ditolak.
Kalau ada dua undangan bersamaan, misalnya, maka UGM lebih saya dahulukan. Repotnya, jika sudah menyanggupi acara di luar UGM, kemudian ada undangan atau acara bersamaan di UGM. Hal ini sangat membuat saya merasa bersalah. Mungkin, karena itulah akhirnya saya mengurangi kegiatan dan organisasi yang menjadikan harus keluar UGM dalam jam kerja.
Prinsip dasar yang saya anut adalah UGM first, lebih khusus FT UGM first. Kenapa? karena rejeki saya mengalir lewat kepercayaan UGM pada saya, khususnya FT UGM.
Hingga akhirnya bulan November 2019 saya meninggalkan jam kerja. Pertama ke UII, yang masih satu propinsi, bahkan satu kabupaten. Saya ke UII karena ikut seminar, yang saya merasa masih berhubungan dengan peran saya sebagai pustakawan di FT UGM. Tentunya dengan ijin pimpinan terlebih dahulu.
Kemudian akhir November ke Bandung. Tujuan Ke Bandung ini bukan karena diundang, tapi karena diminta oleh UGM (perpus UGM) sendiri. Maka, saya sebisa mungkin menjalankan perintah.
Pernahkah ada dua kepentingan bersamaan?
Pernah. Dan saya utamakan UGM dahulu. Mungkin ada yang menyayangkan. Tapi begitulah keputusan saya. Selain itu, jujur saja, meski ada kalanya dilanda kangen, saya memang mengurangi kegiatan luar. Capek eui.
Mungkin karena sebab itulah, saya harus menghadapi konsekuensi: tertinggal banyak hal terkait perkembangan kepustakawanan.
Namun, dgn fasilitas internet kampus yang lancar, saya masih punya harapan belajar. Belajar perkembangan kepustakawanan melalui berbagai saluran yang bisa saya jangkau.
note:
hal di atas adalah pertimbangan saya pribadi.
Foto: nenteng tas di depan gerbang ITB
Share:

0 komentar:

Post a comment

Terimakasih, komentar akan kami moderasi