Thursday, 12 September 2019

Bookless library


Paijo, dan tentu saja dengan kawan-kawannya ngepos di gardu ronda. Mereka satu klub dalam meronda. Namun mereka rival dalam pergaplean, salah satu ritual wajib dalam ronda.

Sambil guyon ngalor ngidul, Paijo sebagaimana biasanya, tentu saja sambil promosi ilmunya: ilmu perpustakaan.

"Sekarang perkembangan perpustakaan semakin maju, lho," dia membuka diskusi sambil nyabetke kartu bergambar bulatan merah berjumlah 12 yang sejak lama bertengger di deretan kartunya.

Teman-temannya diam. Mereka konsentrasi pada kartu di tangan masing-masing, sambil menghitung dan memrediksi.

"Sekarang ada yang disebut bookless library," lanjut Paijo. Teman-temannya masih saja diam, sesekali senyum melihat kartu, atau tangannya meraih gelas berisi kopi kental tur pahit. "Srrrup," suara itu terdengar ketika kopi disruput, disusul mata yang merem melek. Gerrr.

"Itu perpustakaan yang tidak ada bukunya. Tempatnya bagus, keren, kekinian. Bisa untuk selonjoran, tiduran, sambil dolanan laptop, nggambar utawa nggawe video," Paijo nerocos.

"Isa juga sambil ngopi, ada kafenya". Paijo tampak mantap menjelaskan.

Ketika Paijo serius menjelaskan, salah satu kawannya tertawa ngakak. "Jo, kayak gitu kok dibilang maju. Sampeyan cerita, pikiranku tidak ke mana-mana. Tetap di gardu ronda ini," sergah Soplo.

Soplo menunjukkan kartunya sudah habis. Dia menang.

"Kok iso, Plo?, Paijo penasaran.

"Lah, bisa saja. Yang kamu ceritakan itu semuanya ada di gardu ronda ini, je. Selonjoran bisa, main laptop bisa, dolanan hape bisa. Di sini juga ndak ada buku sama sekali. Mau gawe video juga bisa. Tinggal pakai hapemu itu buat merekam kita yang lagi gaple ini. Upload ke yutub lalu dapat duit" Soplo menjawab.

"Ngopi, gampang. Ndak perlu kita pencat-pencet gadget pesan kopi. Tiap malam wis ana sik njatah. Ndak hanya kopi, tapi lengkap sama pacitane. Mau baca buku, tinggal buka hape, trus gugling. Akeh. Yang paling penting, di sini bisa gaple, Jo." Soplo melanjutkan.

"Ndak usah jauh-jauh. Pos ronda kita ini juga bookless library, Jo," kata Soplo.

Paijo kaget. Wajahnya kecut. Dia diam, lalu lanjut mengaduk kartu dan membagikannya. Gaple putaran berikutnya dimulai.ya dimulai.
Share:

0 komentar:

Post a Comment

Terimakasih, komentar akan kami moderasi