Friday, 3 May 2019

,

Tiga lawan satu: koalisi partai dalam vosviewer

Koalisi, kamus suci bahasa Indonesia memberikan arti kerja sama antara beberapa partai untuk memperoleh kelebihan suara dalam parlemen. Jelas, koalisi merupakan istilah yang dipagari hanya untuk bidang politik. KBBI mengelompokkannya sebagai kata benda dalam bidang politik dan pemerintahan.

Sekian lama Indonesia merdeka, koalisi menjadi hiasan setiap perhelatan politik. Utamanya setelah masa reformasi, koalisi terjadi dalam berbagai kepentingan. Pemilihan presiden, menjadi perebutan paling seksi hingga partai harus koalisi.

Data untuk olahan visualisasi  ini,  diambilkan dari
  1. https://id.wikipedia.org/wiki/Poros_Tengah
  2. https://id.wikipedia.org/wiki/Pemilihan_umum_Presiden_Indonesia_2004
  3. https://id.wikipedia.org/wiki/Pemilihan_umum_Presiden_Indonesia_2009
  4. https://id.wikipedia.org/wiki/Pemilihan_umum_Presiden_Indonesia_2014
  5. https://www.kpu.go.id/ 
Setidaknya, setelah reformasi, ada 5 kali pemilihan presiden. Pada 1999 dilakukan oleh MPR, setelahnya dilakukan secara langsung. Ada yang sekali putaran, ada pula yang memerlukan 2 putaran. Dari 5 pemilihan itu, setidaknya ada 16  kubu yang dibentuk, baik sendirian maupun berkoalisi.

Pada tahun 1999, ada dua kubu. Tahun 2004 terbagi menjadi 2 putaran, dengan 5 kelompok pada putaran pertama, dan 2 pada putaran kedua. Tahun 2009 dengan 3 kelompok, 2014 dan 2019 masing-masing dua kelompok.

Data dari sumber, sejumlah 16 kelompok (kubu),  dimasukkan dalam aplikasi Zotero. Dengan menganggap kubu partai sebagai author, kemudian dieksport dalam bentuk RIS dan visualkan rentetan proses tawar-menawar dalam politik pasca reformasi ini menggunakan visualisasi vosviewer.


visualisasi partai dengan minimal kemunculan 1x

Gambar di atas visualisasi partai dengan minimal kemunculan 1x. Artinya, setiap partai yang muncul sebagai bagian dari pendukung calon presiden, akan dimunculkan.

Kelompok merah, merupakan partai yang hanya sekali-dua kali muncul, setelah itu tidak lagi ada pada proses selanjutnya. Partai ini hanya kembang-kembang proses pemilu saja, yang kemudian layu karena tak mampu bertahan.  Kelompok merah ini menjadi kelompok sendiri karena pernah memiliki kesamaan pandangan dalam koalisi ketika mendukung demokrat mengajukan calon presidennya di 2009.

Kelompok lainnya terbagi menjadi 3 bagian. Ketiganya ditunjukkan oleh warna kuning dengan pks, demokrat dan pan; biru yang berisi pbb, pkpi, golkar, pkb, ppp, hanura, nasdem, dan partai baru partai solidaritas indonesia; serta hijau yang berisi pdip sebagai yang mendominasi, partai kedaulatan, pni marhaenisme, pakar pangan, partai syarekat islam, partai merdeka dan partai buruh.

Kenapa gerindra tidak ikut kelompok kuning, sebagaimana kita lihat selama 2 kali pilihan presiden?

Gerindra memang 2 kali bersama dengan pan, pks, dan demokrat. Namun, gerindra menjadi berwarna hijau (sekelompok dengan pdip dll.) karena di antara gerindra, pks, pan, dan demokrat, gerindralah yang pernah berbeda. Yaitu ketika tahun 2009 berkoalisi dengan pdip. Atas dasar hal inilah, gerindra dianggap berbeda oleh vosviewer, sehingga tidak ikut dalam kelompok warna kuning.

visualisasi dengan minimal muncul 2x
Minimal kemunculan 2x, berarti yang divisualkan hanya partai yang muncul dalam minimal 2 kali koalisi/kubu.

Kategori ini hanya terbagi 3: merah dengan pan, pbb, pks dan demokrat; hijau yang berisi golkar, pkpi, pdip, pkb, dan hanura; serta biru yang berisi ppp, pbr, dan pds. Kelompok biru merupakan partai yang pernah cendering ke hijau atau juga pernah ke kelompok merah.
visualisasi dengan minimal muncul 5x
Nah, ketika dimunculkan minimal 5x, akan terlihat 2 kubu besar. Pan, demokrat, pks dan pbb di sisi kiri, serta ppp, golkar, pkb dan pdip di sisi kanan. Gerindra tak lagi muncul. Hal ini karena gerindra baru mengikuti kompetisi selama 4 kali saja.

Pada sisi merah, terlihat PBB yang pada gambar pertama muncul di kelompok biru, berubah menjadi kelompok merah. Sementara Golkar dan PKB yang pada gambar pertama sekelompok dengan PBB di warna biru, menjadi kelompok hijau bersama PDIP.

Dua kubu terakhir ini dipisahkan oleh Demokrat, PAN dan PKS di sisi kiri, serta fokus PDIP di sisi kanan. Dua kelompok ini merupakan partai yang saling berhadapan dan belum pernah serumah. Selain partai tersebut (PBB, PPP, PKB, GOLKAR), dalam sejarahnya bisa ke kiri atau ke kanan, termasuk Gerindra.

Apakah ini akan jadi seteru abadi?

Jangan lupa, pada 2001 ada sidang istimewa, yang petanya tidak boleh dilupakan dalam proses politik kekuasaan di Indonesia.

Bagaimana peta politik di 2024?

Share:

0 komentar:

Post a Comment

Terimakasih, komentar akan kami moderasi