Wednesday, 15 August 2018

,

Software terkait analisis bibliometrik

Di suatu pagi, Paijo ngecek email. Ada email baru masuk. Seorang mahasiswa S3 mengirim artikelnya, yang baru saja terbit di jurnal internasional. Artikel itu membahas tentang analisis bibliometrik subyek ilmu yang sedang dikajinya. Agaknya dia sedang memetakan dan memilih kajiannya agar dapat menentukan novelty penelitiannya. "Terimakasih atas bantuannya, Pak", demikian dia sampaikan pada Paijo via email. Tentu senang dan gembira  dirasakan Paijo. Beberapa materi pelatihan yang Paijo berikan bisa digunakan untuk melakukan kajian dan menuliskannya di artikel.

###

Scopus (scopus.com)
Sebenarnya ini bukan software, tapi lebih ke semacam sistem informasi. Atau lebih tepat lagi disebut sebagai pengindeks.

Scopus, dengan mekanisme tertentu mengindeks berbagai jurnal. Tentunya menggunakan metode dan ada syaratnya. Hasil indeks diolah, kemudian setelah matang, lalu dimakan  sajikan.  Data Scopus ini tidak gratis, namun harus ditebus dengan uang dollar. Informasinya memuat performance jurnal, artikel, negara, peneliti. Termasuk info jejaring dan lainnya.
Baca juga Apa saja maanfaat Scopus bagi seorang peneliti? (pustakawan juga harus tahu)

ScimagoJR (scimagojr.com)
JR, bukan berarti Junior, apalagi Koboi Junior. Bukan, tentu saja bukan. JR kependekan dari Journal Rank, alias peringkat jurnal. Ya, Scimago ini mengambil data di Scopus, kemudian diolah lagi. Angka hasil olahan digunakan untuk memeringkatkan jurnal. Di Scimago dikenal istilah Q alias Quartile. Ada Q1,2,3,4. Artinya pemeringkatan jurnal dibagi 4. Seperempat terendah, seperempat di atasnya, seperempat di atasnya lagi, dan seperempat paling atas.

Konon, menembus jurnal ber Q1, sangat sulit. Lebih sulit dari menembus pertahanan Real Madrid.

PoP (https://harzing.com/resources/publish-or-perish)
PoP, tidak dibaca pop, tapi P-o-P alias Publish or Perish. Istilah ini sudah dikenal luas: terbit atau mati. Namun PoP ini juga nama sebuah software. PoP bisa mengambil data dari GS dan menampilkan serta menyimpannya. Hasilnya bisa dianalisis menggunakan VosViewer. GS itu bukan Ganteng Srigala, lho. Tapi Google Scholar.
Baca juga Publish or Perish Software.

VosViewer (http://www.vosviewer.com/)
salah satu hasil di Vosviewer
Nah, ini software keren. VV menampilkan data biblio dalam bentuk visual. Teman-teman pasti sepakat, bahwa visual itu lebih banyak makna dari pada sebaris kata-kata. Sepotong coklat lebih berarti daripada perkataan ai lov yu. Ya, meski cuma sepotong coklat. Entah bayar kontan atau hasil ngutang di kantin kampus.

VV menampilkan jejaring penulis, kaitan antar subyek, jejaring negara, dalam bentuk visual. Ada perbedaan warna pada masing-masing kedalamannya. Kedalaman ini ditentukan oleh kuantitas data yang dihidung. Misal: jika kata perpustakaan itu banyak, maka dia akan pekat, dibanding kata lainnya.

Selain VV ada juga software sejenis HistCit,  BibExcel, Pajek, Sci2, Cytoscape, Gephy, atau lihat di sini untuk daftar lengkapnya.

Beberapa contoh penelitian bibliometrik yang menggunakan aplikasi di atas:

  1. Visualization and analysis of SCImago Journal & Country Rank structure via journal clustering
  2. Bibliometric analysis of the term 'green manufacturing'




Share:

0 komentar:

Post a Comment

Terimakasih, komentar akan kami moderasi