Tuesday, 3 July 2018

[[ timnas islandia dan kepustakawanan kita ]]

Ada yang menarik di timnas Islandia piala dunia 2018. Pertama, nama-nama pemainnya berakhiran dengan "son". Kemudian yang kedua terkait pekerjaan sampingan (atau utama?) pemain dan pelatihnya.

Halldorsson, kiper Islandia itu juga berprofesi sebagai sutradara iklan. "Pekerjaan saya hanyalah menjadi pembuat film," demikian dia berkata. Kabarnya, selain memang ketertarikannya pada dunia film, juga disebabkan oleh liga Islandia hanya bersifat semi profesional. Selain Halldorsson, ada juga Hallgrimsson, sang pelatih yang juga seorang dokter gigi. "saya benar-benar menikmati kembali untuk bekerja dengan klien saya", begitu katanya. Menjadi dokter gigi adalah cara terbaik untuk santai dari tekanan sepakbola. Bahkan, dia pernah berkata, "Saya adalah seorang dokter gigi dan takkan mau melepas pekerjaan tersebut". Saevarsson, bek Islandia juga merupakan buruh pabrik garam. "Ini normal", katanya. 

Jika ditarik pada dunia kepustakawanan, ini menarik. Halldorsson mengatakan "semi profesional". Mungkin masih ada yang merasa, baik secara keseluruhan atau per kasus di tiap institusi, ternyata profesi pustakawan masih semi profesional. Sehingga pekerjaan sebagai pustakawan itu tidak bisa 100% diharapkan, maka jadilah seperti Halldorsson, yang menjadi sutradara film, atau Saevarsson yang juga buruh pabrik garam.

Jika merasa menjadi pustakawan itu banyak tekanan, maka jadilah seperti Hallgrimsson, yang menggeluti dokter gigi sebagai hiburan.

Sepakbola yang bagi banyak orang sangat menjanjikan, bergaji tinggi dan terjamin, ternyata tidak untuk pesepakbola lainnya. Apapun sebabnya. Demikian pula pustakawan. Dia bisa menjanjikan untuk sebagian, namun tidak untuk sebagian lainnya. Maka memiliki cara pandang yang lebih luas tentang rejeki (bahkan juga tentang hidup-tantangan-ujian) menjadi penting.

Mbah Kyai Maimun menyampaikan "Kalau kamu jadi guru, dosen, atau kiyai, kamu harus tetap punya usaha sampingan.. Biar hatimu tidak selalu mengharap pemberian.." [1] Demikianlah, rejeki dapat datang dari berbagai sumber, dari berbagai arah. Tidak hanya dari sepakbola saja, tidak hanya dari menjadi pustakawan saja.

Pustakawan itu sebuah pekerjaan, bisa menjanjikan, bisa tidak. Santai, dan bergembiralah.
Begitu, Son..

[1] https://twitter.com/nu_online/status/885322832883859456


Share:

0 komentar:

Post a comment

Terimakasih, komentar akan kami moderasi