Monday, 20 November 2017

Perpustakaan Mahidol University, Thailand

Purwo.co -- Masih ada hubungannya dengan postingan ini http://www.purwo.co/2017/08/menjadi-mayoritas-ketika-minoritas.html, namun kali ini saya coba mengingat lagi tentang perpustakaan Mahidol Univ. Sudah 3 bulan, sebelum banyak yang terlupa.

Kami (saya dan Pak Haryanta) mengunjungi Perpustakaan Universitas Mahidol dua kali. Keduanya saat pulang atau setelah berakhirnya acara workshop hari pertama dan kedua. Pada hari kedua pagi, kami sempat jalan-jalan di dalam kampus, dan lewat depan perpustakaan. 

Perpustakaan ini terdiri dari 3 lantai (nek ra kleru). Pada bagian depan terdapt huruf yang menjadi identitas perpustakaan. Ada tiga huruf, MKLC atau Mahidol Knowledge and Learning Center. MKLC itu sendiri memiliki arti Minded, Utilization, Learning, Knowledge dan Customer.  Entah, kenapa tidak diberi nama library. Masih di bagian luar, terdapat lobang yang muat satu buah buku. Agaknya ini semacam bookdrop, untuk mengembalikan buku tanpa harus ketemu petugas. Lubang bookdrop ini ada di depan sisi kiri gedung. 

Masuk ke perpustakaan, sebagaimana perpustakaan pada umumnya ada sensor untuk penghitung pengunjung. Namun, sebelum itu, ada ruangkan kecil yang bisa digunakan untuk istirahat sebelum atau setelah masuk perpustakaan. Ada beberapa kursi dan meja di bagian ini. Lengkap dengan beberapa bacaan, dan berbagai leaflet. Ada pula kotak sumbangan buku. Agaknya perpustakaan menerima sumbangan buku dari mahasiswa, baik untuk disumbangkan atau untuk digunakan di perpustakaan.

Lantai pertama, sebatas yang kami lihat, merupakan lantai yang paling mewah di antara lantai yang ada. Terutama di sebelah kiri, terdapat ruang komputer, ruang diskusi tertutup lengkap dengan layar dan desain ruang yang nyaman, ruang multimedia mini, serta ruang terbuka yang bisa digunakan bersama-sama. 

Desain ruang ini dominan biru, dengan pengkabelan yang rapi. Ada stiker “green” di beberapa komputer. Agaknya ada makna stiker tersebut terkait ruangan ini. 


Pada bagian tengah, atau tepat di depan pintu masuk terdapat foto raja dan ratu Thailand 
serta berbagai buku baru. Di sebelah kanannya, ada meja pustakawan yang bertuliskan “Research Consultant”. Agaknya meja ini dipakai oleh pustakawan yang bertugas menjadi asisten penelitian. Tugas atau layanannya tertulis jelas pada sebuah papan pengumuman kecil di meja tersebut. 

Saya lupa nama pustakawan di meja “research assistant” tersebut. Namun, beliaulah yang kemudian mengantar kami keliling perpustakaan. 

Di lantai satu, selain ada layanan peminjaman/pengembalian oleh petugas, juga disediakan anjungan mandiri. Pada sisi kanan lantai satu, terdapat ruangan yang berisi koleksi khusus tentang raja, dan koleksi cetak lainnya. Khusus koleksi tentang raja, dipisahkan pada ruang tersendiri. 

Koleksi tugas akhir dan buku ada di lantai 2 dan tiga. Agaknya koleksi buku dipisahkan prodi atau bidang ilmunya pada lantai yang berbeda. Pemisahan ini memudahkan mahasiswa yang membutuhkan untuk menuju lantai yang tepat. 

Sebatas pengamatan kami, tidak ada yang cukup istimewa pada lantai 2 dan 3. Sebagaimana ruang perpustakaan pada umumnya, cukup luas, tersedia banyak kursi, pengamanan buku dengan RFID. Oia, ruang arsip ada di dalam perpustakaan ini. Agaknya arsip menjadi bagian dari perpustakaan. 

Meskipun muslim merupakan minoritas, namun di perpustakaan juga disediakan ruang khusus untuk sholat. Ruangan ini bersih, tersedia banyak kitab (sepertinya Quran), serta air minum gratis bagi mahasiswa. 


###  


Selain PMU, kami juga mengunjungi perpustakaan pada tempat kami menginap. Kami
menginap pada kantor internasional, yang digunakan pula sebagai kampus program internasional. Perpustakaan ini sepertinya baru, terdiri dari dua lantai yang menyatu dengan gadung utama.


Perabot, interior tampat modern. Terdapat ruang diskusi, belajar mandiri, lab komputer. Untuk lebih lengkap, silakan lihat foto yang ada pada posting ini. 


###

Karena terbatasnya waktu, kami tak sempat berdiskusi tentang kegiatan atau layanan yang ada di perpustakaan ini secara lebih detail. Namun, sebagai sebuah perpustakaan dari universitas yang terpandang di Thailand, harus diakui bahwa fasilitasnya cukup bagus. 


Paijo: "lalu apa yang dapat ditiru?"
Karyo: "banyak, Jo. Kita bisa berguru pada siapa saja"

Sambisari, 20 November 2017
4.44 pagi 





Share:

0 komentar:

Post a comment

Terimakasih, komentar akan kami moderasi