Wednesday, 23 August 2017

, ,

Konsep kerja pustakawan profetik

tulisan ini sekedar untuk mengikat perenungan saya saja. Tentunya, belum layak disebut artikel.
Pustakawan dalam tulisan ini saya batasi terkait profesi seseorang yang mendedikasikan dirinya bekerja di institusi perpustakaan, dengan berbagai kegiatan yang dilakukan di dalamnya. 

Tulisan ini hendak menyampaikan sisi pustakawan yang tetap harus dijaga sebagai bagian dari proses hidupnya sebagai manusia yang berketuhanan. Salah satu bagian dari judul tulisan ini adalah kata profetik, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti terkait dengan kenabian. Keterangan di laman https://kbbi.kemdikbud.go.id/ tertulis pro.fe.tik /prof├Ętik/ a berkenaan dengan kenabian atau ramalan.

Lalu apa yang dimaksud pustakawan profetik?

Kita periksa pengertian pengobatan profetik, yang dimaknai sebagai konsep pengobatan yang berdasarkan hadits nabi, atau Qur'an. Kalimat aslinya begini "Prophetic medicine is the total authentic Hadith narrated by the Prophet, peace be upon him, in relation to medicine, whether Qur'anic verses or honourable Prophetic Hadith". [3] Sementara itu, guru profetik ditarsirkan sebagai guru yang memiliki 3 sikap: humanisasi, liberasi dan transendensi yang mewujud dalam kepribadiannya. [5]


Nah, sekarang apa itu pustakawan profetik?
Paijo: loh, kok cuma dua referensinya?
Parto: tidak apa-apa

dalem ageng Kyai Mohammad Besari, Ponorogo.
Pustakawan profetik, adalah pustakawan yang selain dia sadar menjalankan peran-peran sebagai pustakawan dalam mengelola perpustakaannya, dia juga melakukan tugas dengan meniru semangat atau karakter kenabian pada proses pekerjaannya. Semangat ini terkait dengan kesadaran kemanusiaannya yang hidup di antara manusia lain, dan terkait dengan unsur keakhiran dirinya, yang tidak akan hidup selamanya. Dengan demikian, pustakawan akan menggunakan posisi profesinya untuk selalu menyampaikan kebaikan kepada orang lain, dan saling membantu dalam kebaikan. 

Point semangat yang diemban, sama dengan point semangat dari guru profetik. Semangat profetik pertama adalah humanisasi, memanusiakan manusia. Semangat kerja pustakawan harus memanusiakan manusia melalui konsep hubungan yang berpusat pada Tuhan, dengan pekerjaan kebaikan dan kebenaran yang mengacu pada kepentingan manusia. Memanusiakan manusia, dengan menganggap semua manusia sejajar, dan memiliki hak untuk mendapatkan informasi dan layanan dari perpustakaan. 

Orang yang datang ke perpustakaan, adalah orang yang memiliki masalah, serta membutuhkan jalan keluar dari masalahnya. Dia wajib dilayani (sesuai jenis perpustakannya) untuk menemukan titik terang jalan keluar dari masalah yang menghimpitnya. Orang ini harus diposisikan ibarat orang yang kehausan dan membutuhkan minum. Tidak ada kata lain, kecuali memberi segelas (atau secukupnya) air minum, sebagai bagian dari memanusiakan manusia. Karena, kebutuhan manusiawi tersebut akan berlaku pada siapapun.

Baca juga Perpustakaan terlengkap adalah jagat raya, dengan setiap manusia adalah pustakawannya 

Selain humanisasi yang berpusat pada Tuhan, berikutnya pustakawan profetik harus punya semangat liberasi. KBBI mengartikan liberasi, salah satunya sebagai proses membebaskan seseorang dari kontrol atau kendali orang lain. [6] Semangat ini merupakan semangat untuk membebaskan manusia, atau dalam hal ini pemustakanya dari kondisi keterbelakangan, kemunduran, menuju kemajuan.

Liberasi dalam hal ini dimulai dari liberasi di lingkungan terdekat dari perpustakaannya dan dirinya. Pustakawan harus mampu merumuskan permasalahan-permasalahan dalam komunitas pemustakanya, kemudian mencari jalan keluar yang mungkin dilakukan oleh pustakawan. Tentunya, tidak  berhenti pada konsep saja, pustakawan harus secara nyata melakukan proyek liberasi tersebut secara terus menerus.

Transendensi, sebagai semangat ke tiga yang mendasari kedua aspek di atas. Transendensi berwujud keimanan (yang diikuti dengan menjalankan ritual bukti iman) kepada Tuhan yang akan mendorong, mengarahkan serta rambu proses liberasi dan memanusiakan manusia (humanisasi) yang berpusat pada Tuhan agar sesuai dengan jalannya. Proyek liberasi dan humanisasi, sangat mungkin akan bersinggungan dengan aspek non transenden. Aspek transendensi lah yang akan mengontrol proyek ini.

Semangat pustakawan profetik ini, dapat dimaknai dari semua agama, atau siapapun pustakawan dengan agama apapun. 

Dengan 3 hal tersebut di atas, pustakawan akan memiliki arah dan pedoman yang jelas dan luhur. Tidak hanya sekedar bekerja, dan lepas dari perannya sebagai penerus semangat kenabian. Namun dengan semangat tersebut, pustakawan akan memiliki pandangan arif dan bijak dari gejolak-gejolak yang ada dalam profesinya, yang terkadang masih belum mapan. Karena gejolak yang ada dalam profesinya, adalah bagian dari proyek humanisasi, liberasi dan transendensi yang diembannya. Orang yang kemudian dianggap sebagai akar masalah, harus dipandang sebagai orang yang perlu dicerahkan, mereka adalah obyek dari semangat liberasi pustakawan profetik.

Dengan konsep tersebut, diharapkan pustakawan akan berimbang dalam bekerja. Sehingga aspek ruhiyah dan lahiriah dapat berjalan beriringan. Hal ini penting, di tengah perkembangan jaman yang semakin (kata orang) maju.

Pustakawan diharapkan dapat berperan optimal sesuai profesinya, namun dia juga tidak boleh tercerabut dari pemaknaan dirinya sebagai makhluk yang tidak akan hidup selamanya.

Pustakawan, juga akan mampu melihat sisi-sisi tersembunyi yang bisa dikembangkan untuk kebaikan perpustakaan dan masyarat sekitarnya (pemustaka).

Monggo, boleh berkomentar di kolom komentar.

*) terinspirasi dari istilah ekonomi profetik, guru profetik, dan kemudian menemukan istilah Ilmu Sosial Profetik. Point tulisan ini dipengaruhi oleh laman tentang ilmu sosial profetik di Wikipedia + buku Kuntowijoyo [4]

4. Kuntowijoyo (2004). Islam sebagai ilmu: epistemologi, metodologi dan etika 
5. KEPRIBADIAN GURU YANG PROFETIK (Kajian Analitik Terhadap Buku Spiritual Teaching Karya Abdullah Munir)  http://digilib.uin-suka.ac.id/5540/1/BAB%20I%2C%20IV%2C%20DAFTAR%20PUSTAKA.pdf

Sambisari, hari terakhir bulan agustus 
tahun dua ribu tujuh belas
enam dua sembilan pagi


Share:

0 komentar:

Post a Comment

Terimakasih, komentar akan kami moderasi