Thursday, 13 April 2017

, ,

Beberapa software ini perlu dikuasai oleh Pustakawan Perguruan Tinggi

Teman-teman, tulisan ini hanya berdasar yang saya rasakan saja, sebagai praktisi. Bukan dari riset ilmiah ala ilmuwan perpustakaan.

Selama 5 tahun mengabdi di Perpusakaan FT UGM, setelah sebelumnya 8 tahun di Jurusan Teknik Geologi, maka saya menyarankan beberapa aplikasi berikut untuk dipelajari dan dikuasai. Tujuannya, untuk meningkatkan layanan perpustakaan dalam bentuk pendampingan atau bimbingan penggunaannya pada mahasiswa.

Tolong jangan ditanya, "bagaimana itu dikaitkan dengan kerja pustkawan, apakah itu pekerjaan pustakawan?". Hehe, kadang saya ndak berfikir ekstrim seperti itu. Apa yang bisa kita lakukan untuk mahasiswa, itu lebih penting daripada mendiskusikan idealisme kerja kepustakawanan. Jangan protes yak. Tapi, saya rasa kaitannya dengan beberapa aplikasi yang saya tulis ini, masih berhubungan dengan kerja kepustakawanan.

Sing paling utomo, kudu seneng lan bergembira. 

Aplikasi yang saya tuliskan di bawah ini berkaitkan dengan peran layanan  langsung pustakawan pada mahasiswa. Untuk software yang mendukung layanan secara tidak langsung, saya akan tuliskan pada postingan lainnya.

Paijo: "bedanya layanan langsung dan tidak langsung, apa To?"
Parto: "embuh".

Zotero, Mendeley, Endnote, serta file RIS, BIB
Zotero, Mendeley dan Endnote adalah aplikasi untuk pengelolaan referensi. Intinya, aplikasi tersebut menjadi sebuah katalog induk dari koleksi referensi, baik itu buku, jurnal, prosiding dan semacamnya, tercetak maupun digital. Jika semua sudah dikelola di dalamnya, maka si pemilik akan mudah menemukan dan membacanya. Selain itu, aplikasi tersebut akan membantu dalam membuat kutipan dan daftar pustaka.
Lalu, apa itu bib dan ris?.
Bib dan Ris adalah format file dari metadata referensi. Jurnal online, biasanya menyertakan file jenis ini pada databasenya, untuk diunduh dan digunakan. Cara penggunaannya mudah. Bisa diimport ke aplikasi Zotero, Mendeley atau Endnote; atau digunakan untuk membuat referensi di aplikasi berbasis tex (latex atau lyx).

Latex
Latex adalah aplikasi untuk membuat tulisan, mirip seperti Ms. Word atau Libreoffice. Namun filosofinya beda. Ms. Word dan Libre itu What You See is What You Get. Sedangkan Latex menggunakan filosofi What You See is What You Mean.
Beberapa jurnal mensyaratkan penulisan artikelnya menggunakan Latex, terutama jurnal yang mmuat banyak rumus. Aplikasi ini populer di kalangan matematikawan.
Menguasai aplikasi ini, akan menciptakan peran baru pustakawan terkait literasi teknologi.

Powerpoint 
Lah, itu kan aplikasi yang sudah umum, ngapain di tulis di sini?. Beberapa mahasiswa belum mendalami powerpoint secara baik. Sehingga hasil slidenya juga standard saja. Coba dalami berbagai fitur di PP, niscaya akan sangat bermanfaat untuk layanan.

Prezi
Aplikasi ini ada yang berbayar ada yang gratis. Digunakan untuk membuat presentasi, dengan beberapa kelebihan. Menguasai aplikasi ini akan melengkapi kemampuan Powerpoint sebagai alternatif lain untuk membuat presentasi.

Xmind dan Mindmapple
Aplikasi ini digunakan untuk membuat peta konsep. Selain itu, khusus Mindmapple versi free juga bisa menkonversi filenya ke Ms. Word atau Powerpoint. Sehingga, jika digunakan untuk membuat konsep riset atau konsep presentasi, akan mudah dilanjutkan penulisannya di PP atau di Word.

Ms. Word dan Libreoffice Write
Dua aplikasi ini digunakan untuk menulis. Lalu apa yang harus didalami pustakawan? Word dan Libre untuk menulis ilmiah. Coba cek ke mahasiswa, bagaimana cara mereka membuat daftar isi, daftar gambar, daftar tabel, memanipulasi halaman, memanipulasi nomor halaman, membuat halaman arab dan romawi. Jika ada yang membuat daftar isi dengan cara nulis manual, maka akan kesulita jika ada perubahan nomor halaman.
Nah, heading style di Ms. Word dan Libre Write akan membantu hal ini.

yEd, DIA
Dua aplikasi ini alternatif untuk membuat flowchart selain Visio. yEd dan DIA gratis dan dapat diunduh secara bebas


Mendeley data
Lanjutan dari fitur di Mendeley, Mendeley Data digunakan untuk mengelola data riset. Fungsi lebih lanjut silakan buka http://www.purwo.co/2016/06/mengelola-data-riset-menggunakan.html atau di webnya langsung, https://data.mendeley.com.

----------------

Masih ada yang lain? mestinya masih.

Saya tidak merampatkan semua pustakawan perguruan tinggi harus menguasai aplikasi di atas. Bisa jadi ada skala prioritas atau semacamnya. Yang perlu digaris bawahi adalah bergembira.




Sambisari, 
Kemis Pon, 16 Rejeb 1950, tahun Je, Sengoro Langkir.
Esuk, jam 5.57 wektu Indonesia ireng kulon 




Share:

0 komentar:

Post a comment

Terimakasih, komentar akan kami moderasi