Wednesday, 9 November 2016

Tempelan poster promosi? Kemas ulang jadi kegiatan menarik!

Teman-teman pengelola perpustakaan, terutama perpustakaan perguruan tinggi, pasti sering menemukan tempelan promosi di papan pengumuman perpustakaan. Mulai dari iklan barang (pembuatan kaos, jaket, ...), pelatihan bahasa Inggris, pelatihan keselamatan kerja, pelatihan toefl dan lainnya. Sekilas, tempelan tersebut cuma menghiasi papan pengumuman, dan bagi pustakawan kurang bermanfaat. 

Ya, iya... sangat mungkin yang disasar adalah mahasiswa.

Namun, tidak diragukan bahwa tempelan poster tersebut adalah informasi. Bagaimana cara mengemas informasi tersebut agar lebih menarik, kemudian kita sajikan pada pemustaka/mahasiswa?

Kami, di perpustakaan FT UGM memulai mencoba. Setidaknya kami lakukan untuk si empunya poster pelatihan bahasa Inggris. Ide dasarnya sederhana. Daripada nempel-nempel lalu ditinggal, bagaimana jika promosinya dikemas dengan lebih menarik. "Anda saya undang mengisi diskusi tentang AcEPT dan TOEFL di perpustakaan saya, saya tidak membayar Anda, namun Anda boleh promosi lembaga Anda. Saya cari peserta, dan biarkan peserta menilai lambaga Anda dari promosi dan acara yang Anda ampu?". Ternyata, ada yang mengiyakan, dan kamipun membuat jadwal.

Saya kira, tidak hanya untuk bahasa Inggris, namun berbagai poster promosi yang ada di papan pengumuman perpustakaan, dapat dimodifikasi agar menfaatnya lebih mengena bagi mahasiswa. Jika diperhatikan, tempelan poster yang ada di papan pengumuman dapat dibedakan menjadi:

Pelatihan hardskill

  • Komputer
  • AutoCAD
  • Matlab
  • Pemrograman
  • Hardware komputer
  • dan lainnya

Pelatihan softskill

  • Wawancara kerja
  • Menulis CV
  • Personal branding

Kegiatan ilmiah

  • Biasanya membahas isu populer, baik secara nasional maupun khusus bidang ilmu tertentu.


Ketika dibawa ke perpustakaan, tidak harus sama persis seperti bentuk aslinya, namun dapat berupa diskusi, atau tips-trik, maupun bedah kasus. 

Mulai sekarang, kita coba perhatikan poster di sekitar, dan mencoba membungkusnya dalam kegiatan kreatif perpustakaan. Kita, sebagai pustakawan menjadi kunci dalam proses kemas ulang tersebut. 

"Kuncinya apa, Kang?" - "Kuncine seneng, gembira, perbanyak berinteraksi dengan pemustaka, ngobrol ngalor ngidul, lan ojo minder dengan perpustakaan yang sudah maju. "Fokus...", ngono jare Guru Lee ono ing film Karate Kids."

Weit, ana satu lagi kang, kuncine. Ndableg sitik :)

Share:

0 komentar:

Post a comment

Terimakasih, komentar akan kami moderasi