Monday, 11 January 2016

Embedded Librarian : kerjaannya apa?

Tulisan grenengan ini, sebagaimana tulisan yang lain, tetap terbuka untuk dikritisi.
"Wong cuma, untuk ngisi blog, kok Kang. Jadi ya, sak kecekele. Opo maneh sing nulis isih sinau. Monggo dilanjut membaca." 
Dulu, saya pernah menulis ini http://www.purwo.co/2015/07/embedding-librarianship-in-lms.html. Intinya, apa yang bisa pustakawan lakukan pada LMS a.k.a Learning Management Systems.

Saya coba eksplorasi lagi tentang embedded librarian. Pustakawan yang ditanam? ditanam di mana?
"Embedded librarians work closely over time with non-librarian groups" (sumber)
Kalimat di atas adalah kunci pertama yang saya peroleh. Pustakawan yang bekerja dengan kelompok yang bukan pustakawan?
"A librarian added to your online course as a course builder for a period of time to support your student learners in their research process." (sumber)
Kalimat di atas adalah kunci kedua. Pustakawan yang dimasukkan dalam kuliah online, mendukung pembelajaran pada proses penelitian. Ini kayake mirip seperti yang saya tulis di http://www.purwo.co/2015/07/embedding-librarianship-in-lms.html. Tugas pustakawan pada kuliah online, ya mirip seperti di lingkungan fisik, tapi di online.
"Piye tho maksude kang?, kok mubeng-mubeng".
Misalnya, mahasiswa pada online course, kadang ndak bisa akses sumber informasi online yang biasanya diakses di kampus. Atau meskipun bisa, kita sebagai pustakawan dapat langsung menyajikan pada online course tersebut. Sehingga mahasiswa terbantu. Pustakawan tertanam dan melayani seperti halnya di dunian nyata, namun tempatnya saja yang beda.

Kata Li Si (2012), EL ini didahulu oleh konsep embedded journalist, yang berwujud menyatunya reporter pada dunia reportase. Misalnya reporter yang mengikuti atau ngintil (jawa) para tentara yang sedang perang. 

Sebatas pengetahuan saya, dimulai dari istilah embedded, maka untuk mengetahui apa yang bisa dilakukan pustakawan yang tertanam ini, harus dilihat dulu, DITANAM DI MANA?.

Sebentar, sebelum saya lanjutkan.... yang perlu digarus bawahi terkait EL adalah partisipasi, bukan sekedar menyiapkan informasi. Sebagaimana disampaikan oleh Li Si dan kawan-kawannya (2012), dalam kalimat ini:
Thus, embedded librarians move from a supporting role into partnership with their clientele, enabling librarians to develop stronger connections and relationships with those they serve.11 “Participation” and “collaboration” are at the core of the concept, collaboration being one of the most important factors. (sumber)

Di mana saja pustakawan bisa tertanam? Dari beberapa literatur yang saya dapatkan, pustakawan dapat tertanam pada lingkungan pembelajaran (kelas fisik atau virtual), serta dalam komunitas peneliti (konteks penelitian).

Kelas fisik, maksudnya, ya ruang kelas. Pustakawan ikut mahasiswa dalam proses kuliah. Kelas virtual, ya seperti yang saya maksud pada awal tulisan, di LMS misalnya. Pada komunitas penelitian, ya ikut nimbrung dengan para peneliti. Ini agaknya meneguhkan konsep pustakawan yang jangan hanya sekeder mengelola dan menyajikan, tapi juga ikut mencipta pengetahuan (dengan ikut penelitian).

Nah, tempat tertanamnya pustakawan tersebut, akan berpengaruh pada apa yang bisa dilakukan. Masih dari sumber yang sama, yaitu Li Si (2012), ada beberapa best practice EL di China yang bisa ditiru.

Tongji University Library:
Tongji University Library helped this project by means of researching and analyzing the content of the project, developing an information retrieval strategy, assessing and mining relevant databases and online resources at home and abroad, providing follow-up literature services during the research process, and classifying and indexing the documents involved, building a database with functions for browsing and searching, and timely update.

Shanghai Jiao Tong University-library
The elements of the embedded services are as follows:(1) Visiting each subject innovation base to get in touch with teachers and research teams, and preserving user records in order to serve users long-term. Librarians have visited hundreds of professors and established user files for each of them, as more teachers learn about these subject services.(2) Entering research team of each college and department to build a two way network of subject service, and training informationists as the bridge between library subject service team and the research team.(3) Embedding themselves into national research groups, the librarians provide long-term specialist support for the research task groups, focusing on improving users' information literacy, providing relevant literature and information for research groups, organizing research files for the various task groups; tracking the latest information on issues as they evolve and searching for comparable research elsewhere.

Courses Resource Guides at Fudan University Library

Fudan University Library focused on embedding library service into learning resources. Through the library services, users can subscribe to lectures in special courses and guides to curriculum resources. Fig. 1 shows the resource guide page of a subject service, named Tutorial reading of original literature works: Intensive reading of Lao She. The page content includes course information (course title, code, teacher's name and email), contact information for the library subject service (name, telephone number, email and office location of the subject librarian), assigned reading literature (with full-text of both journal articles and excerpts from books), course related resources (include relevant websites and information from databases) etc. The library supports the teaching process through providing essential resources related to the course.


Selain best practice di atas, berikut beberapa kegiatan yang dilakukan dalam EL, yang saya ko-pas dari web https://library.uncg.edu/.
  • help learners use the library's online resources such as journal databases and e-books
  • help learners find appropriate web resources
  • assist learners with finding and requesting library materials that are not online
  • help with citation formats
  • provide web based tutorials about the online library resources
  • help learners access materials the library does not own
  • collaborate with instructor to develop an assignment based library instruction session
  • facilitate a discussion board in your Blackboard classroom (typically for 5-10 days) to answer learner questions regarding finding and using library resources

Berbagai item kegiatan, baik dalam konsep atau best practice tersebut dapat dijadikan gambaran lebih dalam tentang EL. 

Selain kata kunci: partisipasi, dan kolaborasi di atas, dibutuhkan skill (terkait apa yang akan dilakukan) dan strategi (terkait bagaimana melakukan) untuk menjalankan strategi Embedded Librarian dalam lingkungan akademik. Dua hal ini, tentunya yang jadi pe-er.


Parto: "Kang, lah kalau ditempat saya... dosen dan komunitas peneliti sudah mengikutkan mahasiswa je. Mahasiswa menjadi asisten untuk mencari data, mengolah dan lainnya. Dosen lebih memilih mahasiswa, karena sekalian mendidik mereka pada dunia penelitian. Pustakawan? kayake, bagi mereka cukup melayani peminjaman dan pengembalian" 
Harjo:"lah, saya tertarik tertanam di lingkungan belajar online kang. Tapi... E-learning tempat saya, ndak aktip je. Cuma buat upload bahan kuliah saja" 

Masih dari tulisan Li Si, ada kesimpulan bahwa hanya ada 5 perpustakaan yang kegiatannya dapat dikategorikan layanan embedded. Lima perpustakaan ini, sebagaimana tabel berikut.


Nah, monggo, jika berminat kegiatan dan strategi penerapan EL dapat diterapkan pada perpustakaan saudara-saudara...

#salam

Referensi:
Share:

0 komentar:

Post a comment

Terimakasih, komentar akan kami moderasi