Tuesday, 5 January 2016

Apa saja sumber untuk mendapatkan informasi ilmiah?

sumber http://www.1001wisata.com/
Pada url ini  (klik), kami membuat peta sumber informasi yang dapat digunakan untuk melacak informasi yang dibutuhkan. Namun, peta tersebut memuat informasi tersebar dan tidak memuat prioritasnya.

Bagaimana jika dibuat prioritas?.. Ssst, ini versi saya lho, dan dengan sudut pandang UGM.

Sumber informasi dilanggan atau dimiliki UGM
Ini merupakan prioritas pertama. Akses ke dua sumber informasi tersebut dapat dilakukan melalui http://ugm.id/ss (merupakan satu pintu untuk pencarian artikel/buku yang dilanggan UGM). Sementara untuk koleksi yang dimiliki UGM, berupa bahan tercetak dapat diakses via http://opac.lib.ugm.ac.id (katalog induk perpustakaan se-UGM).
Untuk jurnal yang diterbitkan UGM, dapat dilacak di http://i-lib.ugm.ac.id dan http://jurnal.ugm.ac.id

Sumber dilanggan DIKTI
DIKTI melanggan jurnal, yang dapat diakses melalui http://dikti.summon.serialssolutions.com. Akses yang dilakukan via jaringan internet kampus, akan memudahkan unduh fulltext. Khusus UGM, kemungkinan ada irisan dengan yang telah dilanggan UGM.

Sumber dilanggan Perpusnas
Informasi artikel/e-book yang dilanggan Perpusnas, dapat diakses melalui http://e-resources.perpusnas.go.id

ResearchGate
RG merupakan portal para penulis dunia. Penulis yang memiliki akun di RG, dapat kita hubungi secara online. Jika kita memerlukan artikel, maka kita dapat lakukan permintaan kepada penulis, secara langsung via RG.

Academia
Mirip dengan RG, Academia juga merupakan fasilitas berjejaring antar ilmuwan.

Mengirim email ke penulis
Cara ini merupakan cara  untuk menghubungi penulis tanpa aplikasi pengantar, namun langsung mengirim surat (elektronik). Penyebutan alasan penggunaan artikel yang dibutuhkan, tentunya dapat ditulis ketika menuliskan permintaan ini.

Jejaring berbagi artikel di internet
Setidaknya ada dua jejaring yang anggotanya saling membantu menemukan artikel ilmiah yang dibutuhkan. Pertama milis (mailing list), kedua grup Facebook.

Jaringan alumni
Nah, khusus pustakawan, baik-baiklah pada mahasiswa tingkat akhir. Jaga hubungan dengan alumni. Alumni merupakan aset untuk dapat diberdayagunakan membantu adik angkatannya. Lacak alumni yang saat ini sedang kuliah di luar negeri, komunikasi dan jadikan jejaring.

Openaccess
Ada banyak sumber informasi openaccess, baik berdiri sendiri atau berwujud directory. Kesemuanya dapat dijadikan sumber referensi. Namun demikian, biasanya saya sampaikan ke mahasiswa, bahwa jika merasa ragu dengan sumber OA, maka pastikan dengan menelusuri alamat web berikut siapa yang ada dibalik web tersebut. Atau dapat juga diperiksa di SCOPUS atau Thompson ISI WoS. Jika ada pada keduanya, atau salah satunya, maka dari angka 100, 80 sudah aman. Yang 20? konsultasikan ke dosen pembimbing. Mengapa dosen pembimbing penting? karena angka 20 tadi tetap memuat berbagai kemungkinan. Terindex SCOPUS tapi predator, misalnya.

Sumber underground
Jalan terakhir ini, bagi yang tahu sebenarnya jalan paling pintas. Namun demikian, pilihan ini berisiko.  Dari mana sih sumber underground itu? hehe, penasaran ya?
Share:

0 komentar:

Post a comment

Terimakasih, komentar akan kami moderasi