Sunday, 21 June 2015

,

Ikut organisasi, berinteraksi dengan mahasiswa dari berbagai jurusan: wajib bagi (mahasiswa) calon pustakawan


M: "Selamat siang pak, saya dari luar (jurusan ini) dan ingin membaca TA di Teknik Geologi".
P: "dari mana Mbak?".
M: "dari UIN Pak, jurusan Fisika".
P: "oo, mahasiswanya pak Rosyid ya"
M: "iya pak, kok tahu pak Rosyid pak?"
Kemudian saya cerita tentang Pak Rosyid. Sebenarnya saya belum pernah bertemu dengan beliau, kawan saya Rachmad Resmiyanto yang pernah menjadi mahasiswa bimbingannya pernah cerita tentang Pak Rosyid ini. Saya sedikut tahu tentang ekonofisika serta beberapa teori peluang dari cerita kawan Rachmad ini ketika beliau bimbingan dengan Pak Rosyid. Kawan saya ini memang sangat teguh menggeluti ilmunya. Pernah dia menyarankan saya untuk meneliti (untuk skripsi saya) perpustakaan dengan menggunakan teori fisika. Sedikit pengetahuan tentang ekonofisika dan teori peluang ini kadang saya gunakan untuk memancing diskusi dengan mahasiswa. Interaksi saya dengan kawan Rachmad ini saya lakukan ketika masih mahasiswa. Beliau adalah Mahasiswa Jurusan Fisika MIPA UGM, yang saat ini menjadi dosen di UIN Sunan Kalijaga.

M: "selamat siang mas, saya ingin meminta surat bebas pustaka"
P: "baik bu, boleh lihat KTMnya bu?"
P: "dari jurusan Arsitektur ya bu, wah disertasinya tentang apa bu?"
M: "tentang kajian ruang di keraton mas"
P: "wah menarik sekali bu, bagaimana hasil peletiannya bu?"
Si Mahasiswa  kemudian bercerita tentang hasil penelitiannya. Sambil membuatkan surat bebas pustaka, saya juga menimpali informasi yang beliau sampaikan. Setelah  selesai, saya berikan surat bebas pustaka kepada beliau. Si Mahasiswa ini juga mengundang saya dalam sidang terbuka disertasinya.

Saya yakin, bukan hanya saya saja yang pernah mengalami hal tersebut di atas. Banyak pustakawan lain dengan variasi cerita yang berbeda pernah mengalaminya.

Hasilnya, saya merasakan ada kesan positif (mungkin juga ada yang menganggap saya sok tahu). Namun demikianlah, saya meyakini bahwa interaksi pustakawan dengan bidang ilmu lain sangat penting. Minimal untuk membuka diskusi dengan mahasiswa, kemudian melanjutkan dengan diskusi tentang berbagai perkembangan ilmu pengetahuan dan penelitian dalam bidang ilmu tersebut. Pengetahuan ini tentunya akan bermanfaat bagi pustakawan untuk mengetahui tingkat perkembangan ilmu pengetahuan dan mempersiapkan berbagai sumber informasi yang diperlukan mahasiswa.

Mengetahui berbagai perkembangan bidang ilmu, terutama yang digeluti oleh mahasiswa yang dilayani harus dilatih secara terus menerus. Pengalaman organisasi yang digeluti oleh pustakawan, mulai dari sejak mahasiswa juga akan berpengaruh. Jika ketika mahasiswa, pustakawan sudah terbiasa berinteraksi dan berdiskusi dengan mahasiswa lain dari jurusan lain tentang berbagai hal, maka wawasan mahasiswa perpustakaan ini akan bertambah dan berguna ketika mereka menjadi pustakawan.

Jadi jangan sepelekan ikut organisasi di kampus.

Share:

0 komentar:

Post a comment

Terimakasih, komentar akan kami moderasi