Sunday, 22 February 2015

Berbahaya, pengembangan SLiMS sudah tidak terkendali

Setelah tujuh tahun, pengembangan SLiMS sebagai perangkat lunak berkode terbuka untuk perpustakaan semakin berkembang.

Pada akhir 2014 dan awal tahun 2015 ini, terlihat perkembangan SLiMS semakin menggila. SMS Gateway, RFID, oprekan, peminjaman mandiri, perpanjangan mandiri, pemesanan online dan berbagai pengembangan lainnya terus muncul.

Terus terang saya sudah tidak bisa lagi memantau perkembangan SLiMS. Perkembangan SLiMS oleh komunitas benar-benar sudah liar, tak terkontrol dan gila-gilaan.

Ini sangat berbahaya.
Berbahaya bagi yang tidak mengikuti perkembangan terkini, sehingga tertinggal dalam memantau. Tentunya juga berbahaya bagi pengembangan perpustakaan. Karena kemungkinan prosedur formal pengembangan IT bagi perpustakaan bisa diterobos oleh para pegiat SLiMS yang juga pengelola perpustakaan. Pengembangan perpustakaan dapat mereka lakukan sendiri tanpa sekat-sekat birokrasi.

Ditambah mesranya para pustakawan dengan para praktisi IT, baik dalam komunitas atau dalam institusi perpustakaan tersebut berada. Manajer handal penggerak perpustakaan yang memiliki pemahaman IT dan konsep pengembangan perpustakaan sangat membantu pengembangan.

Di UNSYIAH, beberapa waktu lalu di SCM2014 merupakan salah satu bukti. Kuasa dan kompetensi manajer sangat berpengaruh dan tak bisa dibendung. SLiMS berkembang pesat. Di UNY kabarnya SLiMS-isasi juga dilakukan sembari terus dikembangkan.  Di Yarsi, penerapan SLiMS dan RFID oleh SDC juga berjalan lancar jaya.Coba bayangkan kalau institusi pada mandiri seperti ini, pasti perpustakaan akan semakin mantap.

Diskusi di forum diskusi SLiMS juga semakin mantep. Banyak hal yang muncul dan muncul setiap harinya. Kita sudah tak bisa lagi mengontrol. Bahaya kan?

Tapi saya segera ingat, Pak Dhe Stallman pernah mengatakan "In gift cultures, social status is determined not by what you control but by what you give away".1  

Jadi, dalam komunitas SLiMS berbagilah yang banyak, maka status anda akan meningkat.




Share:

0 komentar:

Post a comment

Terimakasih, komentar akan kami moderasi