Thursday, 19 June 2014

Menghidupkan @perpusftugm

Ini adalah tulisan singkat, khusus terkait beberapa upaya menghidupkan perpusatkaan FT UGM. Tulisan terkait sebelumnya berhubungan dengan pengalaman perperiode ketika saya ditempatkan di Perpustakaan FT UGM. Semoga dapat diambil manfaatnya, dan tentunya saya membuka ruang dialog jika ada kritik ataupun saran yang dapat membantu kami dalam pengelolaan perpustakaan FT UGM.
---------------*---------------
Dari 100% koleksi perpustakaan FT UGM, saat ini hanya tersisa 20% yang disajikan. Delapan puluh persen dihibahkan ke perpustakaan jurusan, ke perpustakaan pusat dan disimpan di tempat penyimpanan sementara.

Hal ini berlaku sejak tahun 2012. Hasilnya kegiatan sirkulasi menjadi berkurang drastis. Kekhawatiran yang muncul di depan mata adalah perpustakaan akan ditinggalkan oleh penggunanya. 
Sebelum masuk  di perpustakaan ini, saya mendengar perpustakaan akan diubah menjadi E-Library. Bahkan saya pernah mendengar mahasiswa menyebut perpustakaan FT UGM sebagai e-lib, sesuai dengan yang terpampang di gedung perpustakaan. "Mau ke E-Lib pak", begitu jawab mahasiswa atas pertanyaan saya.
-----*-----
Karena saya minim informasi tentang E-Lib, maka lupakanlah e-lib itu. Mulai dari awal, lihat dan cari yang bisa dilakukan.

Dengan segala keterbatasan kami berfikir apa yang harus kami lakukan agar perpustakaan FT UGM tidak mati. Koleksi buku di ruang baca jurusan sudah kuat, koleksi tugas akhir semua ada di ruang baca jurusan. Satu-satunya yang kami miliki di Perpustakaan FT UGM adalah ruang/gedung dan semangat.
----*-----
Kunci yang harus dilakukan di perpustakaan FT UGM adalah membuat sesuatu (koleksi atau kegiatan) yang tidak ada di perpustakaan jurusan. Jika di jurusan telah memiliki koleksi kuat tentang subyek ilmu sesuai jurusannya masing-masing, maka perpustakaan fakultas tidak perlu mengejarnya. Sia-sia... Cukup mengelelola informasi di masing-masing jurusan dalam level fakultas. Perpustakaan fakultas menjadi jembatan informasi antar jurusan. Demikian, dengan tetap mencari kreatifitas lain.
--------*---------
Katalog induk perpustakaan FT UGM yang menyatukan berbagai koleksi di jurusan dan pascasarjana FT UGM adalah projek awal. Alhamdulillah berhasil, meskipun tidak semuanya realtime. Alamat katalog induk ini adalah kit.ft.ugm.ac.id, yang menyatukan koleksi 10 perpustakaan di lingkungan FT UGM. Dari 10, hanya 3 perpustakaan yang bisa real time update koleksi di katalog induk.



Projek kedua adalah memoles ulang website perpustakaan FT UGM. Web ini pada awalnya tidak hidup, tanpa update informasi dan tidak ada berbagai tautan yang mencirikan bahwa web tersebut adalah web perpustakaan.



Twitter menjadi target berikutnya. Mahasiswa dan organisasi mahasiswa ternyata banyak yang menggunakan twitter sebagai sarana berinteraksi. Ini kami lihat dari poster publikasi kegiatan mereka yang mencantumkan akun twitter. 
Akun @perpusftugm kami buat sebagai akun twitter perpustakaan FT UGM. Dengan twitter ini, 8 organisasi mahasiswa di tiap jurusan dapat kami jangkau, termasuk twit UGM dan berbagai organisasi yang ada di UGM dan Jogjakarta. Twitter perpusakaan lain di dalam dan luar negeri juga kami sapa.
--------*---------

Buku non-teknik adalah sasaran berikutnya. Pengadaan buku pertama kali saya adalah 90%:10% untuk buku non teknik dan teknik. Novel, biografi, sejarah, cerpen, motivasi, inspirasi adalah beberapa jenis buku yang kami beli.  Menurut bagian sirkulasi, buku-buku inilah yang akhirnya banyak dipinjam oleh mahasiswa. Sebenarnya perpustakaan memiliki banyak koleksi referensi bidang teknik. Namun sepertinya jarang disentuh mahasiswa. Sebabnya apa? sampai saya menulis ini saya belum melakukan investigasi. :)

Kegiatan berikutnya adalah projek kolaborasi dengan mahasiswa. Muncul Engineering English Club bersama mahasiswa FT UGM lintas jurusan, mengadakan kegiatan dengan organisasi mahasiswa, mengundang dosen/penulis untuk bedah buku, kegiatan bersama mahasiswa pascasarjana,  sebagai tempat kuliah umum dan lainnya.

Workshop berkala dengan materi tentang Zotero, Mendeley, Prezi, LyX, Mindmapping menjadi kegiatan berikutnya. Kegiatan ini bersifat bebas biaya, terbuka untuk semua civitas akademika UGM apapun jenjang pendidikan dan dari manapun fakultasnya. Bahkan kami berusaha mencantumkan biaya konsumsi peserta di RKAT Perpustakaan.

Kegiatan ilmiah di perguruan tinggi sering dilakukan, namun dokumentasinya kadang terlupakan. Berkaitan dengan hal ini, kami berusaha memulai melakukan perekaman kegiatan ilmiah. Tercatat kegiatan kuliah, kegiatan seminar, dan pelatihan pernah kami rekam. Namun terkendala SDM untuk mengolah video ini menjadi layak tonton.

Sembari bekerja, kami berusaha melebarkan sayap sekaligus menambal berbagai kekurangan yang ada di perpustakaan. Meningkatkan kompetensi, mencari ide baru, mempelajari teknologi baru, mulai  melakukan pembinaan koleksi, penataan ruang berkelanjutan, dan berjejaring kami lakukan. Komunikasi dengan alumni kami lakukan, dengan harapan mereka akan berkenan membantu kerja-kerja penyediaan informasi. Berhasil, ada beberapa alumni yang menawarkan diri untuk membantu.
--------------*--------------
Bagaimana keadaan perpustakaan FT UGM saat ini? masih banyak hal yang belum kami kerjakan.

Perpustakaan FT UGM
bulan keenam, hari ke sembilanbelas
tahun duaribu empatbelas
Share:

0 komentar:

Post a comment

Terimakasih, komentar akan kami moderasi