Thursday, 13 March 2014

Filosofi Sederhana Angkringan

Anda tahu Angkringan?

angkringan jalan solo
Angkringan merupakan warung portable (bisa dipindah-pindah), yang menjajakan nasi bungkus, aneka lauk goreng, minuman, dan biasanya juga jualan rokok.

Angkringan kerap ditemui di pinggir jalan, dengan pembeli yang berasal dari berbagai kalangan. Di Jogjakarta, pembeli yang kerap nongkrong di angkringan adalah tukang becak, mahasiswa, pegawai, sopir, kernet, siswa sekolah. Di angkringan ini, pembeli seolah tak ada sekatnya. Mereka membuka pembicaraan tentang berbagai hal.

Angkringan itu egaliter. Semua orang tak canggung duduk makan di angkringan. Artis, tukang becak, PNS, cleaning service, mahasiswa, anak SMP. Semua bisa menyatu di angkringan.

Angkringan itu terbuka. Makanan yang disajikan, dengan mudah diambil oleh pembeli. Makan dulu, bayar belakang. Kejujuran dan keterbukaan menjadi ruh dari angkringan

Angkringan itu ramah. Ketika duduk di angkringan, ngobrol dengan sesama pembeli atau dengan penjualnya adalah hal yang lumrah. Obrolan ringan tentang lauk sarapan pagi, sampai obrolan berat tentang politik bisa dilakukan. Obrolan berat yang dilakukan di angkringan terasa ringan dan penuh canda.
Share:

0 komentar:

Post a comment

Terimakasih, komentar akan kami moderasi