Sunday, 9 February 2014

Koleksi kuno di Perpustakaan UGM

Perpustakaan UGM memiliki gedung baru. Gedung megah dengan desain yang
modern. Di balik gedung yang megah ini, perpustakaan UGM masih menyimpan berbagai koleksi kuno nan langka yang kono kabarnya merupakan hibah dari perpustakaan Yayasan Hatta. Perpustakaan Yayasan Hatta sebelumnya terletak di utara Mandala Bhakti Wanitatama, sekitar 300 meter dari kampus UIN Sunan Kalijaga.

Koleksi dari Yayasan Hatta ini ditempatkan di lantau 3 gedung L6 Perpustakaan UGM. Memasuki ruang ini, aura kuno sangat terasa. Bagaikan masuk di perpustakaan klasik yang belum tersentuh teknologi jaman komputer. Koleksi buku mendominasi ruangan ini. Koleksi buku kuno tersebut telah mulai dipindai menjadi bentuk digital.  

Ada 2 orang yang saat ini menjadi penjaga gawang peradaban yang tersimpan  ruang ini, sebut saja Mas Nugroho dan Mas Maryono. Dua orang yang enerjik ini, ketika saya datang selalu sigap menyapa dan manjawab pertanyaan. Kang Nugroho bahkan sempat menunjukkan berbagai buku temuannya. Buku ini beliau temukan ketika merapikan ribuan buku sesuai dengan subyeknya. Mulai buku asli Karl Mark, buku tentang Borobudur, buku kajian tentang berbagai negara dan lainnya. "Merapihkan buku kuno sambil melihat sampul judulnya itu sangat menyenangkan, apalagi jika menemukan buku yang pernah kita dengar sebelumnya namun belum pernah tahu. Atau ketika menemukan buku yang ditulis oleh tokoh terkenal yang sudah meninggal".  Jika Bung Hatta dulu memiliki dan melahap berbagai buku seperti ini, tentunya kita sekarang juga harus mengikutinya.

Tulisan Prof. Djoko Luknanto berikut ini bisa anda ikuti untuk mendapatkan gambaran lebih dalam tentang koleksi langka di Perpustakaan UGM: http://luk.staff.ugm.ac.id/pustaka/


Share:

0 komentar:

Post a comment

Terimakasih, komentar akan kami moderasi