Monday, 4 November 2013

Muhasabah pasca 365 hari

oleh: Purwoko
(tulisan ini bagian dari laporan tengah tahun 2013)
“Library is a growing organism” (SR Ranganathan)
Ungkapan di atas disampaikan oleh Ranganathan pada formula filsafat perpustakaannya; atau orang sering menyebut hukum perpustakaan. Perpustakaan adalah organisme yang terus tumbuh. Sehingga kreatifitas untuk menyehatkan perpustakaan harus terus dikembangkan.
Ini adalah tulisan menjelang 1 tahun saya berada di Perpustakaan FT UGM, tepatnya awal mei 2013. Selama satu tahun, saya merasa belum dapat mengantarkan perpustakaan Fakultas Teknik UGM ke bentuk idealnya. Atau mungkin, bentuk ideal itu juga masih samar-samar atau belum tervisikan oleh saya. Masih compang-camping di berbagai sisi…..
Perpustakaan ini memang unik. Hidup di antara perpustakaan jurusan yang lebih bergairah nuansa akademiknya daripada perpustakaan fakultas. Koleksi buku, jurnal tercetak, tugas akhir, proseding dan koleksi lain ada di perpustakaan jurusan. Pada sisi substansi, selama ini perpustakaan fakultas hanya menjadi pelengkap keberadaan perpustakaan jurusan terutama terkait akreditasi.
Semenjak direnovasi oleh pihak sponsor, perpustakaan memasuki babak baru. Buku berkurang 80% karena diserahkan ke perpustakaan jurusan, rak dikurangi, fasilitas ditambah berupa komputer dan internet; label baru disematkan yaitu label e-library. Keputusan ini terjadi pada era sebelum saya. Keadaan baru ini menuntut kegiatan baru pula, sayangnya keadaan ini tidak dibarengi dengan grand disain pembaharuan SDM baik terkait pendidikan ataupun kemampuan, baik berupa penggantian atau konsep pelatihan-pelatihan.
Keadaan yang baru ini mengakibatkan berkurangnya kegiatan “meminjam-mengembalikan” buku yang merupakan kegiatan utama perpustakaan sebelum direnovasi. Kegiatan ini merupakan kegiatan andalan dan beberapa staf hanya bisa melakukan ini. Pada evaluasi akhir tahun 2012 kegiatan sirkulasi koleksi sangat minim, padahal ada 3 staf yang ditempatkan pada bagian ini.
Sebagai perpustakaan yang “baru”, ada berbagai hal yang baru yang mestinya dilakukan. Amanah dari Dekan FT UGM, pada masa awal penunjukan saya sebagai penanggungjawab perpustakaan, adalah “percepatan fungsi perpustakaan”. Mungkin ini memang tabiat pengemban amanah pada level manajeman, yang hanya memberikan kata kunci, sementara penerjemahannya diserahkan pada para bawahannya.
Beberapa waktu di perpustakaan, saya memang merasakan berbagai hal yang harus berubah. Dari sisi SDM terkait kemampuan, keaktifan serta ketertiban; dari sisi kegiatan perpustakaan yang harus mencari kegiatan baru sebagai “penambal” kegiatan yang sudah hilang sekaligus menjalin hubungan dengan perpustakaan di tiap jurusan agar dapat berjalan seiring.
Enam bulan pertama, adalah masa-masa penuh tekanan bagi saya. Bahkan masih terasa hingga tulisan ini ada.
Dalam kurang lebih satu tahun ini, masih ada berbagai hal yang perlu diperbaiki. Namun demikian, ada pula hal-hal yang dapat kami raih. Munculnya katalog induk antar jurusan dan dengan perpustakaan fakultas, munculnya beberapa kegiatan kreatif yang harus menjadi salah satu core kegiatan perpustakaan, pengelolaan abstrak tugas akhir, perbaikan tata ruang, jalinan kerjasama non-formal dengan alumni dan perpustakaan lain dalam rangka pemenuhan kebutuhan referensi (jurnal online) serta beberapa yang lain.
Hal lain yang kami lakukan adalah pengadaan buku non teknik. Baik berupa novel, filsafat, cerpen, biografi, motivasi dan lain sebagainya. Pada awal pengadaan memang ada yang mempertanyakan namun dengan beberapa penjelasan akhirnya diloloskan juga.
Beberapa hal masih perlu diperbaiki, yang semestinya jika ada pada posisi ideal dapat menopang beberapa inovasi yang dilakukan. Perbaikan itu mencakup perbaikan kinerja staf, peningkatan kemampuan staf, rasionalisasi jumlah staf, standarisasi kompetensi staf disesuaikan dengan tuntutan perpustakaan saat ini. Dengan mencari kegiatan baru, beberapa staf telah punya tanggungjawab yang mendekati proporsional dalam perpustakaan, namun demikian harus saya akui masih ada yang jauhdari proporsional.
Jika disederhanakan, saya berfikir bahwa idealnya para pengelola perpustakaan di fakultas teknik UGM (Perpustakaan Fakultas) harus memiliki keahlian spesifik pada tiap individunya.
Beberapa keahlian tersebut adalah: literasi informasi (kemampuan mendeteksi kebutuhan, mencari, menemukan, mengevaluasi informasi, menggunakan informasi dan meramunya menjadi pengetahuan), penguasaan pada tool (perangkat lunak) pendukung akademik, kemampuan meresensi buku, kemampuan menulis, kemampuan mengelola website (mengisi dan mendisain), kemampuan blogwalking terutama terkait pengembangan perpustakaan dan pemenuhan kebutuhan informasi mahasiswa, kemampuan mengelola jaringan internet, mengelola software komputer, dasar-dasar penelitian, kemampuan berbahasa Indonesia yang baik dan benar, dasar-dasar bahasa Inggris.
Jika disederhanakan lagi, sesuai yang disampaikan David McClelland maka pustakawan harus punya N-Ach atau kemauan/kebutuhan untuk berprestasi, N-Aff atau kebutuhan untuk berjejaring dengan orang lain dan berbagi, serta N-Pow atau kebutuhan untuk meningkatkan posisi tawar. Ketiganya harus didukung dengan kemauan dan kreatifitas.
Masih ada banyak hal yang harus dilakukan…. semoga energi akan terus ada, dan diberi kesanggupan. Penilaian atas apa yang ada di perpustakaan, saya serahkan sepenuhnya pada para stake holder; baik mahasiswa, dosen, staf, karyawan, manajemen fakultas dan lain sebagainya.
“Aku tidak bermaksud, kecuali melakukan perbaikan selagi aku masih berkesanggupan” (Syuaib, AS)
Share:

0 komentar:

Post a comment

Terimakasih, komentar akan kami moderasi