Wednesday, 9 May 2012

Senin dan Selasa, 7-8 Mei 2012

Senin dan Selasa, 7-8 Mei 2012 adalah hari ke 3 dan 4 saya berada di Perpustakaan FT UGM.

Hari senin pagi, adalah hari dimana usulan salah seorang rekan kerja dilakukan. Beliau adalah pak Budi yang ketika itu mengusulkan merapikan buku-buku yang berserakan di lantai basement.

Ketika saya melihat di basement, memang benar berbagai bentuk jenis dan dari beraneka tahun koleksi perpustaakaan mangkrak di lantai. Sewajarnya, paling tidak untuk merapikan harus di tempatkan di rak. Pagi itu rekan-rekan kerja saya itu ramai-ramai mengangkut rak dari gudang sebelah timur perpustakaan ke lantai dasar. Tepatnya ada 3 rak. Beramai-ramai pulalah mereka menyusun koleksi pada rak tersebut. Sayangnya rak tersebut 2 sisi, jadinya koleksi yang ada di sebelah dalam sulit terlihat dari luar (rak mepet di dinding).

Sayangnya pula, saya tak sempat (atau tepatnya lupa) mengambil dokumentasi kegiatan rekan-rekan saya tersebut. Sampai pada waktunya, akhirnya pada siang harinya salah satu rekan membeli nasi bungkus untuk dimakan bersama. Tidak saya sangka pula, sebelumnya mereka membeli gorengan dari kantin sebelah dengan uang pribadi. Ah.. ternyata semangat kerjasama rekan-rekan saya sangat luar biasa.

Hari itu pula, saya pertama kali meninggalkan rekan-rekan kerja sama pada jam kerja. Tepatnya pada pukul 13.30 saya menghadiri undangan di Perpustakaan Pusat UGM. Terus terang sebagai orang yang "baru" saya merasa berat meskipun hanya beberapa jam saja dan tidak sampai sore hari (melebihi jam kerja). Di Perpustakaan Pusat, ternyata saya tidak sendiri. Ada para pengelola perpustakaan pusat dan para pustakawan berprestasi. Ternyata agenda hari itu adalah untuk mempersiapkan calon peserta pemilihan pustakawan berprestasi DIKTI.

Hari Selasa....
Briefing pertamaHari selasa 8 Mei 2012 juga mempunyai sejarahnya sendiri. Pagi itu adalah pagi pertama kami melakukan briefing sebelum bekerja. Beberapa hal saya sampaikan, termasuk prinsip kerja: Kerjasama, Terbuka, Adil dan Terukur. Sebelum perpustakaan jadi 100%, harapannnya kita semua saling menjaga dan berusaha kreatif untuk mencari pekerjaan yang sekiranya dapat dilakukan.

Dan benar, sore harinya ternyata kreatifitas beberapa rekan kerja saya terbukti. Ada pak Undang, pak Sugiman dengan dibantu rekan lain berusaha memperbaiki kelistrikan perpustakaan yang saat itu rusak, hasilnya sukses.

Saya sendiri menyadari, bahwa ketika mendorong orang untuk kreatif pasti ada hambatannya. Maka selain mendorong mereka untuk kreatif
Share:

0 komentar:

Post a comment

Terimakasih, komentar akan kami moderasi