Friday, 4 May 2012

,

Hari kedua di Perpustakaan FT UGM

Hari itu adalah Jumat, tepatnya 4 Mei 2012.
Ada yang istimewa pada hari itu, yaitu acara kumpul bersama dengan pustakawan dan admin TI di berbagai jurusan lingkungan FT UGM. Ide ini sebenarnya muncul dari ngobrol saya dengan mas Apri (Admin TI Geodesi) tentang OJS aka Open Journal System yang kemudian pak Eko Hendrawan (TI Fakultas) mengatakan perlunya pertemuan antara TI dan Pustakawan.

Ngobrol pada jumat pagi itu berlangsung santai, ngalor ngidul sambil kenalan. Ketika menyampaikan informasi diri, hadirin juga menyampaikan apa bidangnya dan apa masalahnya. Saya tidak akan menyinggung permasalahan pada TI, namun hanya pada wilayah pustakawan.
Ketika para pustakawan jurusan diminta untuk bicara, ternyata mereka semua sangat menguasai perpustakaanya. Menguasai dalam arti sekarang perpustakaannya melakukan apa sekaligus masalahnya ada di mana.
Mulai dari minta komputer tapi terus saja di "semayani", berjuang untuk menata ruang, berkorban agar dapat komputer baru, pustakawan tapi nyambi di sekretariat, perpustakaan tapi tak ada koneksi internet, perpustakaan ada di bekas lab dan lain sebagainya.

Yang membuat saya bangga adalah mereka bertahan dan berjuang untuk mendapatkan idealismenya. Misalnya cerita seorang kawan yang perpustakaannya bekas lab. Dia akhirnya melakukan sayembara redesain ruang, dan kabarnya GOL dan segera direnovasi. Seorang kawan beda lagi, ketika minta komputer tidak diberi, kemudian dia barter dengan insentifnya. Cukup nekad kawan saya yang satu itu.... tanpa perlu saya sebutkan namanya.
Beberapa hal yang pagi itu dapat diformulasikan adalah, terkait dengan OJS untuk pengelolaan jurnal yang dihasilkan jurusan, publikasi layanan Perpustakaan FT yang disupport oleh MIC. Kemungkinan kerjasama untuk mino workshop tentang OJS dan layanan lain, serta pemasangan xbanner di jurusan-jurusan.
Berikutnya disepakati pustakawan jurusan dan fakultas teknik UGm akan berkumpul sebulan satu kali, pada jumat pertama pagi hari.

Gudang dan Sampah

Adalah pak Budi, seorang rekan kerja yang pada pagi itu mengerjakan pembersihan gudang dengan rekan-rekan lain di saat saya dan mas Yusron ikut pertemuan di KPFT UGM. Ide pak Budi beliau lontarkan pada sela-sela ngobrol. Terkejut memang saya waktu itu. Kenapa? ternyata rekan kerja saya kreatif. Saya waktu itu mengatakan silakan berkreasi untuk mencari pekerjaan yang bisa dilakukan sembari menunggu renovasi selesai 100%. Saya kasihan pada rekan-rekan karena otomatis pekerjaan utama mereka mandeg. Mesti ada terobosan untuk membuat mereka dapat "bergerak", dan itu adalah kegiatan.
Akhirnya, disepakati pula bahwa setelah pembersihan gudang, siang harinya menyiapkan ruangan untuk memasukkan rak di gudang. Rak ini pada hari senin akan diangkut, dipasang dan digunakan untuk menempatkan buku-buku yang sementara dianggap tidak terpakai.

Apakah barang tak berguna hanya ada di gudang itu? ternyata tidak. Ternyata tempat sementara perpustakaan ketika perpus masih direnovasipun bak gudang dengan berbagai barang yang terbengkalai. Siang itu pula saya dan pak Widodo menyambangi dan melihat. Sebagai orang baru, sebenarnya saya mikirnya pendek saja. Serahkan fakultas selesai. Biarlah perpustakaan memikirkan apa yang sekarang ada saja... :)

Ide segar lagi

Adalah pak Undang, yang senangnya guyon dan kadang konyol. Dia adalah rekan KKN sekaligus kuliah saya di S1 Kelas Khusus UIN Suka. Siang itu dia menyampaikan berbagai ide untuk perpustakaan. Salahs atunya adalah pembagian kerja shift. Pak Undang menganggap bahwa sekarang perpus sudah modern dan penggerak perpusnya banyak. Alangkah baiknya kalau buka sampai malam dan dibagi dua shift.
Share:

0 komentar:

Post a comment

Terimakasih, komentar akan kami moderasi