Monday, 23 March 2009

, , ,

Ngrasani kampanye:

Komentar BangOne ketika menampilkan gaya-gaya kampanye partai politik cukup menggelitik "Ketika kampanya jadi ketahuan Aslinya".
Betapa tidak, dari berbagai partai yang ada nyaris kita tidak bisa menilai partai mana yang paling tidak melakukan pelanggaran. bangOne berkomentar, ada partai bising, partai keras, partai keluarga, partai nekad dan seterusnya.

Ketika deklarasi kampanye damai dilaksanakan, ada saja ulah simpatisan yang tidak simpatik. Kemudian ketika pawai simpatik yang masih bagian dari deklarasi kampanye damai ini, partai sudah mulai menampakkan pelanggaran-pelanggaran.

Mulai dari partai yang melanggar kesepakatan batas maksimal peserta. Setidaknya penulis melihat di stasiun televisi memperlihatkan Gol*** dan PaKeEs melanggar kesepakatan ini. Kemudian disusul dengan pelanggaran membawa anak-anak dalam kampanye. Untuk jenis ini, hampir semua partai melanggar. Dari partai lama sampai partai baru yang menjanjikan perbaikan. Termasuk Gerin***, malahan sang penasihat partai menyalami anak-anak sewaktu kampanye..

Dalam hati saya bertanya, perbaikan yang mana? wong pelanggaran juga mereka lakukan.
Mungkin ada yang berdalih, anak-anak dibawa kampanye itukan sekalian mengenalkan pendidikan politik sejak dini. Alasan ini sah-sah saja, tapi bukankah semestinya yang namanya atura itu ditegakkan.

Pagi tadi, dalam liputan RCTI partai Gol*** melakukan kampanye dengan diiringi goyangan erotis ala dangdut, ditonton anak-anak pula. Padahal ada UU Pornografi di negeri ini. Kemudian disusul kader partar DeM***** yang menganiaya kader lain, bahkan penganiayaan ini dilakukan didepan anaknya.

Inilah deretan fakta selama kampanye, bahkan belum berakhir kampanye. Dimana, sebelumnya diawali dengan tertangkapnya aleg dari PeAeN atas kasus suap.

Memang benar kata bangOne, selama kampanye akan ketahuan aslinya.
Dan sepertinya, memilih itu memang bukan hal yang mudah.
Share:

0 komentar:

Post a comment

Terimakasih, komentar akan kami moderasi