Friday, 27 February 2009

Tempat buangan

“Lalu bagaimana? kamu menerima saja keputusan pimpinan kantormu itu?” Poltak menerima telepon dari temannya.
“Ya sudahlah, ambil hikmahnya saja, Oke. kamu pasti bisa. Sukses ya” Poltak mengakhiri pembicaraan.

Sore itu, Poltak dan Karyo kongkow-kongkow bareng di teras rumah Karyo. Poltak sengaja bertamu ke rumah Karyo untuk membicarakan masalah yang saat ini sedang melanda teman kuliahnya dulu.

“Bagaimana Tak, ada apa sebenarnya?” tanya karyo.
“Itu temanku, teman kuliah dulu. Sekarang dia kerja di perpustakaan daerah di daerah asalnya. Anaknya pintar, Dia juga bintang kelas. Banyak yang naksir sama dia dulu, hahahahaha” terang Poltak.

“Iya, trus apa masalahnya?” tanya Karyo mendesak.
“Begini, perpustakaannya dia bekerja sekarang menjadi bagian yang terdapat kebijakan mutasi. Nah, yang dia keluhkan orang-orang yang dimutasi ke perpustakaannya itu orang yang sudah tua dan belum tahu bagaimana tata kerja di perpustakaan” jelas Poltak.

“Iya Tak, memang katanya. Seperti apa yang pernah aku baca di koran, perpustakaan itu kayak tempat buangan. Tapi menurutku tidak semua kok Tak. Masih banyak pejabat-pejabat yang bijak, dengan tidak begitu saja melakukan rotasi semaunya. Masih ada rotasi yang bermartabat, sesuai dengan kebutuhan dan keadaan.” Karyo menyahut.

“Iya, semoga saja teman kuliahku dulu itu bisa menerima. Paling tidak dia dapat mengambil sisi positif dari mutasi pegawai ini. Kan ada kemungkinan yang berbalik Mas Karyo. Kalau yang ditaruh diperpustakaan itu orang yang sudah tua, beliau-beliau ini dapat dijadikan penasihat. Kemudian kita buat perpustakaan menjadi tempat konsultasi hidup, ya beliau yang sudah tua ini nanti yang menjadi konsultannya. Kan sudah banyak makan asam garamnya kehidupan. Pasti menarik itu. Menjelang pensiun mereka dapat lebih bermanfaat bagi sesama. Lha karyawan yang bermasalah dan dipindah ke perpustakaan, kita sebagai pustakawan mendidik mereka, ya… semacam kawah chandradimuka begitu. Jadi setelah mutasi selesai, nanti ada mutasi lagi mereka menjadi orang yang lebih berkualitas” ucap Poltak membayangkan solusinya.

“Betul Tak, kita mesti berfikir positif dan memandang sesuatu hal dari banyak sisi. Kita ambil hal positifnya saja, pasti lebih bermanfaat”. Karyo menambahkan.

Share:

0 komentar:

Post a comment

Terimakasih, komentar akan kami moderasi