Thursday, 26 February 2009

, , , ,

ELiMS -Electronic Library Management System- (lagi)

Menjalin kekerabatan itu memang membawa keuntungan.
Sabtu pagi, 21 Februari 2009, ketika itu saya jalan-jalan keliling beberapa perpustakaan di Jogja. Awalnya bareng istri, tapi karena istri ada acara di masjid kampus ugm maka saya sendirian jalan. Singkat cerita sampailah saya di perpustakaan UIN Sunan Kalijaga. Bertemu dengan Pak. M Solihin Arianto (WaKa Perpustakaan UIN), yang kemudian saya diajak beliau ke perpustakaan lantai 2.

Di sana saya bertemu dengam mas Yavan (Hvan Christian), Bu Sri Rohyanti Z (Kepala UPT PErpust UIN) dan beberapa staff perpustakaan UIN. Mas Yavan adalah teknisi ELIMS di perpustakaan UIN Sunan Kalijaga. Beliau banyak cerita, bahkan menunjukkan file presentasi .ppt nya (itung2 kuliah gratis). File ini berisi paparan tentang implementasi ELIMS, khususnya di Indonesia.

UIN Sunan Kalijaga, selama ini dalam proses pelayanan menggunakan software SIPPRUS (http://ptpci.co.id). Namun ternyata, ketika harus di hubungan dengan mesim ELIMS (http://www.rflibrary.com), yang menggunakan RFID, SIPPRUS ini tidak kompatibel. Ketidak kompatibelan ini disebabkan karena sipprus menggunakan protokol http.

Singkat cerita, akhirnya harus dibuatkan program baru yang menghubungkan mesim ELIMS ini dengan database Mysqlnya SIPPRUS.

Dari sisi teknis, saya tidak bisa menulis banyak tt ELIMS dan SIPPRUS serta mengkaitan keduanya. Namun, dari yang saya lihat di Youtube dan juga dari paparan mas Hvan, ELIMS memang sangat memudahkan dan mengasyikkan. Paling tidak untuk awal-awal.. kan bisa jadi orang itu dilanda kebosanan :)

Menawarkan kemandirian
ELIMS menawarkan kemandirian bagi para pengguna perpustakaan. Terutama dalam peminjaman dan pengembalian. Dengan mesin ini seseoranng dapat meminjam dengan sendiri dan mengembalikan sendiri pula.


Gambar 1: Peminjaman



Gambar 2: Pengembalian


Kemudahan
Kemudahan disini, salah satunya adalah untuk pustakawan. Dalam proses pengambalian, buku masuk ke tempat yang disediakan dan dipisahkan sesuai dengan kelasnya masing-masing. Hal ini dapat terjadi karena dalam chip tiap buku terdapat identitas klass. Pemberian identitas ini dilakukan pada proses tagging. Dengan pemisahan koleksi berdasar kelas ini, akan memudahkan pustakawan dalam penyusunan koleksi di rak.


Gambar 3: Koleksi di tendang ke bagian sesuai kelasnya masing-masing

semoga bermanfaat.
Share:

0 komentar:

Post a comment

Terimakasih, komentar akan kami moderasi